Selasa, 18 Juli 2017 15:50:05 WIB Dilihat : 607 kali
Peserta mengikuti ujian mandiri PBT di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Sejumlah 5830 orang calon mahasiswa baru UIN Sunan Kalijaga ikuti tes Jalur Mandiri – PBT (Paper Based Test). Dari peserta ujian tulis jalur Mandiri ini terdapat 16 peserta difabel, dengan rincian: 9 orang tuna rungu, 5 orang tuna netra, 2 orang tuna daksa. Sebelumnya, UIN Sunan Kalijaga juga menyelenggarakan tes Jalur Mandiri CBT (Computer Based Test). Menurut Ketua Admisi UIN Sunan Kalijaga, Dr. H. Ridwan, M.Hum, tes Jalur Mandiri-PBT ini dilaksanakan selama 2 hari (18, 19/7/1), bertempat di kampus UIN Sunan Kalijaga. Dari Jalur Mandiri ini nantinya akan diambil 20% untuk Fakultas Keagamaan, dan 30% untuk Fakultas Umum (Saintek dan Isoshum) dari kuota yang diterima pada ujian masuk tahun 2017 ini.

Lebih lanjut Ridwan menjelaskan, untuk tahun akademik 2017/2018, UIN Sunan Kalijaga menerima sejumlah 3.447 orang mahasiswa baru. Jumlah tersebut terdiri dari 3372 yang diterima dari 5 jalur, yakni : Untuk Prodi Umum 30% (379 orang) dari jalur SNMPTN, 40% (500 orang) dari jalur SBMPTN, Untuk Prodi Keagamaan 50% (1062 orang) dari jalur SPAN-PTKIN, 30% (638 orang) dari jalur UM-PTKIN, sisanya melalui jalur Mandiri Prodi Umum 30%, Prodi Keagamaan 20% (total 793 orang) ditambah 60 orang mahasiswa program kerjasama dan 15 orang difabel, total 3447 orang. Disamping itu UIN Sunan Kalijaga juga menerima mahasiswa baru melalui jalur Prestasi (Juara Qori’ dan Hafidz Qur’an).Untuk calon mahasiswa baru prestasi Qori dan Hafidz Qur’an, terdaftar 66 orang. 66 orang diseleksi lagi. Yang diterima adalah juara I, II dan III lomba Qori’ tingkat nasional dan hafal Qur’an minimal 26 juzz.

Jalur Mandiri-PBT merupakan jalur terakhir penyelenggaraan ujian masuk mahasiswa baru di UIN Sunan Kalijaga. Menurut Ridwan, dari semua jalur penyelenggaraan ujian masuk mahasiswa baru tahun akademik 2017/2018 kali ini berjalan tertib dan lancar. Ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam rangka perbaikan penyelenggaraan penerimaan mahasiswa baru di masa-masa mendatang. Namun secara umum baik, tidak ada masalah yang berarti.

Ketua Pusat Layanan Difabel (PLD) UIN Sunan Kalijaga, Arif Maftukin, MA.,Ph.D menambahkan dalam penyelenggaraan ujian masuk mahasiswa baru di kampus UIN Sunan Kalijaga untuk difabel, PLD melakukan adaptasi soal, modifikasi bentuk ujian, dan pendampingan kelas. Hal ini untuk memastikan bahwa ujian masuk yang diberikan untuk mahasiswa difabel tidak menghambat pemenuhan hak-hak pendidikan mereka.

“Jalan panjang untuk mewujudkan pendidikan tinggi inklusi, telah berproses lama di kampus UIN Sunan Kalijaga ini. Salah satunya dari proses admisi yang aksesibel. PR masih banyak, dukungan semua pihak masih sangat diperlukan. Tetapi tindakan untuk mendukung kuliah difabel berkelanjutan tidak bisa menunggu waktu dan kesiapan. Semua harus berlangsung terus dan harus semakin baik” kata Arif. (Weni Hidayati, Chabib-Humas UIN Sunan Kalijaga).

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Liputan
Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom