Jumat, 28 Juli 2017 16:36:49 WIB Dilihat : 215 kali

Mahasiswa baru akan mengalami proses transisi psikologis, intelektual, dan sosial. Pelaksanaan orientasi mahasiswa baru di UIN Sunan Kalijaga yang selama ini dengan menyelenggarakan kegiatan Orientasi Pengenalan Kampus (OPAK) dan Sosialisasi pembelajaran (Sospem). Tahun akademik 2017/2018 kali ini kegiatan Opak disempurnakan menjadi kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) dan pelaksanaannya akan terintegrasi dengan kegiatan Sospem. Jadi kegiatan Sospem menjadi salah satu rangkaian dari kegiatan PBAK. Sementara OPAK yang dulu dimotori sendiri oleh mahasiswa senior (Pengurus Orwama), sekarang disempurnakan kepanitiaannya menjadi kolaboratif melibatkan pimpinan universitas, para Dosen, tenaga kependidikan dan pengurus organisasi mahasiswa. Penyempurnaan pelaksanaan kegiatan ini dimaksudkan agar keberhasilannya lebih optimal dalam membantu mahasiswa baru memahami proses transisi sehingga bisa mempersiapkan diri sebaik-baiknya dalam memasuki dunia perguruan tinggi, agar bisa meraih kesuksesan.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor III (Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama), Dr. Waryono, M. Ag., yang ditemui di sela sela pelaksanaanTraining of Trainer(TOT), bertempat di ruang pertemuan, gedung PAU kampus setempat, Kamis, 27/7/17. Menurut Waryono, Kegiatan selama 2 hari (27-28/7) untuk mempersiapkan pelaksanaan PBAK bagi mahasiswa baru tahun akademik 2017/2018 ini dimotori oleh Lembaga Penjaminan Mutu dan Bagian Kemahasiswaan UIN Sunan Kalijaga.Training of Trainer(TOT) yang diikuti 228 orang Dosen ini, menghadirkan narasumber R. Gagak Donny Satrio dari Subdirektorat Pengembangan Karakter Mahasiswa, Direktorat Kemahasiswaan UGM.

Lebih lanjut Dr. KH. Waryono, M. Ag. menjelaskan ; Materi pelaksanaan PBAK lebih luas dibanding kegiatan OPAK, dengan penekanan pada pembekalan Bela Negara dan penguatan pemahaman NKRI. Hal ini mengacu pada SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 4962/2016. Kepanitiaan dari unsur mahasiswa dipilih melalui seleksi dengan persyaratan adminitrasi antara lain : mahasiswa aktif semester IV s/d VIII, IPK minimal 3,00, dedikasi dan loyalitas yang tinggi kepada almamater, jujur-amanah dan bertanggungjawab, tidak pernah menerima sangsi pelanggaran kode etik mahasiswa, telah mengikuti kegiatan orientasi kampus dan bersedia mentaati peraturan PTKI. Hal ini untuk memastikan tidak akan ada perpeloncoan, indoktrinasi dan kegiatan yang tidak transparan, melenceng dari tujuan yang ditetapkan dalam SK. Dirjen. Dan SK. Rektor.

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu UIN Sunan Kalijaga selaku penyelenggara TOT, Dr. Muhammad Fakhri Husein, S.E.,M.M., menyampaikan, draft buku panduan pelaksanaan PBAK UIN Sunan Kalijaga telah tersusun dan telah melalui proses penyempurnaan dari tahun sebelumnya, sehingga semakin sistematis dan komprehensif. Di dalamnya antara lain berisi paradigma perguruan tinggi, pendidikan berperspektif gender, pengenalan kegiatan akademik, nilai budaya, tatakrama dan etika keilmuan, organisasi dan kegiatan kemahasiswaan, pendidikan karekter menuju tata kehidupan dan etika kehidupan, prospek peluang kerja, motivasi dan kiat sukses belajar dan berprestasi, core valuesUIN Sunan Kalijaga, pembelajaran berbasis kurikulum kualifikasi nasional Indonesia, antisipasi gerakan radikalisasi Islam, pengembangansoft-skillmahasiswa, pengenalanteaching dan research,praktik integrasi dan interkoneksi keilmuan dalam pembelajaran, gerakan deradikalisasi dan peran mahasiswa, pilar dan nilai-nilai kebangsaan. Sementara itu TOT kali ini dimaksudkan untuk lebih menyempurnakan draft buku panduan, sharing bagaimana pelaksanaan pembinaan mahasiswa baru pola UGM, dan pembekalan agar semua fasilitator benar-benar menguasai format yang ideal dalam melaksanakan PBAK.

R. Gagak dalam presentasinya menyampaikan, orientasi kampus memiliki peran strategis dalam mengantarkan bahasiswa baru memasuki pintu gerbang pembelajaran PT, pembentukan karakter dan jati diri, menjadi penentu keberhasilan menjalani kehidupan kampus, membangun kecintaan dan korsa pada Prodi yang dipilih. Bagi institusi keberhasilan orientasi kampus bisa diukur dari banyak sedikitnya mahasiswa yang pindah Prodi di tahun berikutnya. “Kalau di tahun berikutnya masih banyak yang mendaftar menjadi mahasiswa baru lagi, itu artinya orientasi kampus belum berhasil,”kata Gagak. Di UGM pelaksanaan orientasi kampustrial and error, dari tahun ke tahun dicoba berbagai strategi, tetapi saat ini sudah ditemukan bentuknya yang ideal, yakni seperti pelatihan.

Menurut Gagak, model pelaksanaan orientasi kampus yang berhasil dianalisis antara lain: Model perpeloncoan; berefek negatif terhadap kejiwaan, menimbulkan dendam berkepanjangan pada setiap pelaksanaan orientasi atau berlanjut pada masa perkuliahan, menyenangkan hanya untuk panitia, sebagus apapun dimunculkan karya tidak akan berarti, jika metode yang diterapkan salah dalam pelaksanaan orientasi kampus. Sementara dengan model diklat ; bagus untuk melatih karakter, kerjasama, mengasah pemikiran inovatif.

Model pelaksanaan orientasi kampus yang sampai saat ini masih banyak diterapkan di banyak perguruan tinggi; masih sarat denganbullying,belum sistematis, tidak transparan, tidak akuntabel, tujuan kegiatan abstrak/tak terukur, beban kegiatan berlebih yang menimbulkan efek jera bagi peserta, rawan indoktrinasi paham yang tidak sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan dan universitas. Maka perlu perubahan orientasi paradigma dalam pelaksaaan orientasi kampus ke arah pengembangan budaya, kegiatan keuniversitasan, pelatihan kegiatan akademik, pengembangan aspek dasar kemahasiswaan dengan metodeaktif learning(display, game, presentasi, menyajikan tayangan dengan media yang menarik dan sebagainya). Oleh karenanya model perpeloncoan, orasi dan ceramah harusnya sudah ditinggalkan karena tidak produktif dan tidak mendukung proses pembelajaran berikutnya bagi peserta orientasi kampus, kata Gagak.

Agar paradigma baru orientasi kampus bisa berjalan baik, perlu didukung kebijakan yang explisit berupa SK. Rektor yang dikeluarkan pada awal tahun akademik, tim pengelola terdiri dari pimpinan, dosen, tendik, mahasiswa panitia dengan persyaratan (psikotes dan IPK di atas 3.00), hal ikwal pelaksanaan orientasi kampus dipublisonlinesehingga panitia tidak dimungkinkan membuat peraturan dan data sendiri diluar yang ditentukanwebsiteuniversitas yang bisa merugikan peserta.

Fakhri menambahkan, presentasi narasumber menjadi masukan yang sangat berharga dalam diskusi-diskusi para fasilitator, sehingga dihasilkan format yang sempurna pelaksanaan PBAK UIN Sunan Kalijaga nanti (Weni Hidayati-Humas UIN Sunan Kalijaga)

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Liputan
Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom