Mahasiswa Fishum, Boniy Taufiqurrahman Laris jadi Narsum Virtual

Mengisi waktu senggangnya, di sela sela perkuliahan, yang sampai saat ini masih berlangsung kuliah daring, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM), Boniy Taufiqurrahman menyibukkan diri dengan mengambil kesempatan menjadi narasumber di beberapa event nasional. Kepada humas Boniy menyampaikan beberapa kegaiatan yang menurutnya mengasyikkan ini. Kegiatan itu diantaranya adalah; Pertemuan Ilmiah Nasional (PIT) yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) DKI Jakarta dan UMJ; Seminar Nasional “Jakarta Geopolitical Forum 2020” yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas RI); dan Konferensi Mahasiswa Psikologi Indonesia (KMPI) 1.0 yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro.

Di Pertemuan Ilmiah Nasional (PIT) ke-IV yang mengusung tema Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat, Boniy menyampaikan hasil risetnya mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai Luk Ulo Kabupaten Kebumen. Menurut Boniy, masyarakat di bantaran sungai Luk Ulo memiliki kesadaran yang tinggi bagaimana menjaga kesehatan fisik, tempat tinggal dan mengkonservasi lingkungan alam di sekitarnya. Di hadapan para peneliti dari Puslitbang Kementerian Kesehatan RI, akademisi-akademisi UMJ, UI, UNPAD, UNHAS, dan lainnya, Boniy memaparkan bahwa, kebiasaan hidup mereka sehari hari bisa menjadi contoh begaimana kita harus berperilaku hidup sehat, menjaga kesehatan fisik dan mental, dan bagaimana kita memperlakukan alam semesta agar lestari. Hal ini penting dipahami lebih lebih untuk mengatasi kejenuhan akibat adanya Pandemi Covid-19 yang mengakibatkan banyaknya PKH, dan juga mengharuskan kita WFH, serta ketidakpastian hidup, karena pandemi yang apabila tidak pandai pandai memanage bisa membuat kita stress dan down.

Sementara di Seminar Nasional yang diselenggarakan Lemhannas RI bertajuk “a Journey to Jakarta Geopolitical Forum 2020; Lanskap Geopolitik di Era Covid-19: Memikirkan Kembali Strategi Ketahanan Nasional”. Boniy menyampaikan gagasannya mengenai Pancasila dan Kesehatan Mental: Tantangan dan Peluang Merawat Ideologi di Tengah Pandemi Covid-19. Gagasan Boniy dikritisi oleh Marsma TNI. Dr. Agus Purwo Wicaksono, S.E., M.M., M.A (TA Pengkaji Madya Bidang Strategi Lemhannas RI) dan Prof. Dr. Anhar Gonggong, M.A (Staf Pengajar Sekolah Tinggi Intelijen Negara). Kegiatan ini dibukan oleh Gubernur Lemhannas RI, Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo, Deputi Bidang Pengkajian, dan diikuti oleh para Perwira Tinggi Mabes TNI, LIPI, Kemlu RI, akademisi UGM, UI, UNHAN, dan lainnya.

Sedangkan pada Konferensi Mahasiswa Psikologi Indonesia (KMPI) 1.0 mengusung tema “Revitalisasi Peran Psikologi dalam Keluarga, Organisasi, dan Komunitas: Tantangan dalam Menyambut Era Society 5.0,” Boniy menyampaikan gagasan mengenai Persepsi Terhadap Budaya Mangan Ora Mangan Kumpul di Tengah Pandemi Covid-19. Dalam kesempatan ini Boniy menyampaikan, adanya kebijakan untuk melakukan social distancing, PSBB, dan WFH tentu berbanding terbalik dengan budaya mangan ora mangan kumpul. Ditambah lagi dengan media-media yang menyuarakan agar budaya ini tidak diberlakukan. Hal ini tentu saja menimbulkan pandangan baru terhadap eksistensi budaya di Indonesia pada umumnya di tengah pandemic Covid-19. Konferensi ini diperuntukkan bagi mahasiswa psikologi, dan dihadiri para mahasiswa UNPAD, UGM, UNBRAW, UNNES, UNDIP, dan lainnya. (Weni/Doni)