Rakornas Warek 3 Bersinergi untuk Tetap Kreatif di Masa Pandemi

Masa pandemi Covid-19 tentu menjadi tantangan baru bagi setiap orang. Banyak hal yang harus diadaptasi untuk menyesuaikan diri dengan situasi. Tak dapat dipungkiri, pandemi ini telah mempengaruhi aktivitas banyak orang. Ada yang mendapatkan pengaruh positif maupun sebaliknya. Salah satu rintangan yang seringkali dihadapi adalah mencari cara agar tetap produktif dan kreatif di masa pandemi. Perguruan tinggi pun dituntut untuk bisa beradaptasi menghadapi masa pandemi ini. Berbagai upaya harus dilakukan oleh perguruan tinggi agar bisa beradaptasi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dalam menghadapi pandemi.

“Hal penting yang ingin saya sampaikan adalah sebagai pimpinan khususnya di bidang kemahasiswaan harus berpikir kreatif meskipun di tengah pandemi Covid-19. Mengelola kegiatan yang kreatif itu harus bisa membaca peluang, bagaimana kemudian kegiatan kemahasiswaan dibangun tanpa mengenal situasi kedaruratan seperti Covid-19 ini,” ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan & Kerjasama UIN Sunan Kalijaga, Dr. Abdur Rozaki, S.Ag., M.Si. saat ditemui tim Humas di sela-sela kegiatan Rakornas Wakil Rektor/Wakil Ketua 3 di Swiss Bell Hotel Maleosan, Manado, Sulawesi Utara yang dilaksanakan dari tanggal 10 sampai dengan 13 Desember 2020.

Pada saat pembukaan Forum Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Kerjasama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia, Kamis (10/12/20) tampak hadir Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Prof. Dr. Suyitno, M.Ag, Direktur Pendidikan Dhiniyah dan Pondok Pesantren (PD-Pontren) Kementerian Agama RI, Dr. H. Waryono, M.Ag., Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat PTKI Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Ruchman Basori, S.Ag., M.Ag.

Ketua Forum Wakil Rektor 3 PTKIN se-Indonesia, Dr. H. Israqunnajah, M.Ag. berharap adanya sinergitas antara Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dengan Pendidikan Dhiniyah dan Pondok Pesantren (PD-Pontren) Kemenag. Menurutnya, hal tersebut sangat penting untuk dijalin di lingkungan PTKIN sehingga adanya klasifikasi kelas khusus bagi mahasiswa yang asalnya dari pondok pesantren. Dengan demikian, akan mempermudah dalam proses pembelajaran khususnya dalam penguasaan kitab kuning di lingkungan PTKIN. Dirinya juga mengajak kepada para Wakil Rektor/Wakil Ketua 3 bidang kemahasiswaan agar menggandeng para alumni madrasah dan pesantren aliyah ketika penerimaan mahasiswa baru.

Diketahui, setidaknya beberapa poin yang bakal dibahas dalam rakor tersebut antaranya mereview juknis bantuan KIP, pelaksanaan Perkemahan Wirakarya Nasional, Evaluasi Program Kemahasiswaan tahun 2020 dan Proyeksi tahun 2021. (Nurul)