1001994725.jpg

Jumat, 10 April 2026 14:09:00 WIB

0

Perkokoh Akreditasi Internasional, UIN Sunan Kalijaga Dorong Penyusunan SER ACQUIN

Di tengah tuntutan peningkatan mutu pendidikan tinggi, pertanyaan mendasarnya bukan lagi sekadar bagaimana kampus diakui, tetapi sejauh mana proses pembelajaran benar-benar berkualitas dan terukur. Dalam konteks itulah, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mempercepat penyusunan Self Evaluation Report (SER) ACQUIN, sebagai instrumen untuk membedah secara kritis praktik akademik, mulai dari kurikulum, proses pembelajaran, hingga capaian lulusan agar selaras dengan standar internasional dan kebutuhan nyata masyarakat.

Komitmen itu diwujudkan melalui Workshop Penyusunan SER ACQUIN International Accreditation yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) pada Kamis (9/4/2026) di Hotel Platinum Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sistematis universitas dalam memperkuat mutu akademik sekaligus memastikan standar internasional terintegrasi dalam tata kelola pendidikan.
Workshop tersebut dihadiri oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, bersama jajaran pimpinan universitas, di antaranya Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Prof. Istiningsih, serta Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Prof. Mochamad Sodik. Hadir pula Kepala Biro AAKK, para wakil dekan bidang akademik, serta ketua dan sekretaris dari 24 program studi yang menjadi peserta akreditasi ACQUIN, bersama tim penyusun borang di tingkat program studi, fakultas, dan universitas.

Dalam arahannya, Rektor menegaskan bahwa mempertahankan predikat unggul di tengah dinamika sistem Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) terbaru merupakan tantangan yang tidak sederhana. Menurutnya, strategi penguatan mutu tidak hanya bertumpu pada peningkatan kuantitas publikasi ilmiah, tetapi juga pada penguatan pengakuan internasional.

“Strategi kita selain memperkuat publikasi mahasiswa dan dosen, juga mendorong akreditasi internasional program studi agar kualitas pembelajaran dan lulusan benar-benar terukur serta relevan di tingkat global. Dengan demikian, penguatan mutu ini akan berkontribusi langsung dalam sistem penjaminan mutu nasional,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa penyusunan SER ACQUIN bukan sekadar pemenuhan dokumen, melainkan tahap krusial untuk memastikan kesiapan akademik program studi. Karena itu, seluruh tim diminta menjaga konsistensi kerja dan menuntaskan dokumen sesuai target, agar dapat diajukan pada Juli sebagai bagian dari penguatan mutu akademik yang terukur.

Workshop ini tidak sekadar menjadi ruang teknis penyusunan dokumen, tetapi juga forum konsolidasi akademik lintas unit. Melalui proses ini, setiap program studi didorong untuk merefleksikan capaian, mengidentifikasi kekuatan, sekaligus memetakan ruang perbaikan berbasis standar internasional.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua LPM, Prof. Dwi Agustina Kurniawati, menegaskan bahwa penyusunan SER ACQUIN dikawal melalui tahapan yang terstruktur dan terukur. Setelah workshop ini, tim akan fokus pada penyusunan appendix pada April dan Mei, sebelum seluruh dokumen dikonsolidasikan pada akhir Mei dan dikirimkan kepada external reviewer pada awal Juli sebagai bagian dari proses penjaminan mutu dalam Upaya memantapkan reputasi global.

Ia menambahkan, proses ini merupakan bagian dari tahapan penting dalam memastikan kualitas dokumen yang tidak hanya memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga mencerminkan praktik baik (best practices) akademik yang telah dijalankan universitas.

Langkah UIN Sunan Kalijaga ini menandai keseriusan institusi dalam menempatkan mutu sebagai fondasi utama pengembangan. Lebih dari sekadar memenuhi standar, akreditasi internasional menjadi instrumen strategis untuk memperluas jejaring global, meningkatkan daya saing lulusan, serta memperkuat posisi kampus dalam peta pendidikan tinggi dunia.

Di tengah tuntutan globalisasi dan transformasi pendidikan, upaya ini menjadi penegasan bahwa kualitas tidak dibangun secara instan, melainkan melalui proses reflektif, kolaboratif, dan berkelanjutan. UIN Sunan Kalijaga pun menapaki jalur tersebut dengan kesadaran bahwa reputasi global berawal dari konsistensi menjaga mutu di setiap lini.(humassk)