Memasuki tahun akademik baru, Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta membekali mahasiswa program magister dan doktor dengan pemahaman mengenai budaya akademik, integritas penelitian, hingga strategi menyelesaikan studi. Bekal tersebut diberikan melalui kegiatan Sosialisasi Pembelajaran (SOSPEM) yang berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (4–5 September 2026), di Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga.
Kegiatan yang diikuti 96 mahasiswa secara luring dan daring ini menjadi ruang awal bagi mahasiswa pascasarjana untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik FSH sekaligus memahami berbagai aspek yang akan mendukung perjalanan studi mereka. Pembukaan SOSPEM mahasiswa Magister Ilmu Syari’ah (MIS) dan program doktor dilaksanakan bersama, sebelum peserta mengikuti materi sesuai jenjang masing-masing.
Dekan FSH UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. H. Ali Sodiqin memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan hari itu. Selain itu, Ketua Program Studi Magister Ilmu Syari’ah, Dr. Siti Jahroh juga menyampaikan sambutan pembuka kegiatan.
Salah satu perhatian utama dalam SOSPEM adalah membangun kesadaran mahasiswa terhadap integritas akademik sebagai fondasi kehidupan akademik dan penelitian. Dalam materi Academic Integrity, Prof. Ali Sodiqin menekankan pentingnya kejujuran, keadilan, tanggung jawab, penghormatan, dan konsistensi etis dalam menjalankan aktivitas akademik.
Mahasiswa juga diperkenalkan pada prinsip-prinsip etika penelitian, penulisan ilmiah yang berintegritas, informed consent, kerahasiaan data, hingga ethical clearance. Berbagai bentuk pelanggaran akademik seperti plagiarisme, self-plagiarism, fabrikasi dan falsifikasi data, ghost authorship, serta publikasi duplikat turut dibahas sebagai bagian dari upaya membangun budaya akademik yang sehat.
Penguatan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan dan mempublikasikan karya ilmiah dilanjutkan melalui materi Publikasi Ilmiah: Tips-Tips Terbit di Jurnal Bereputasi Nasional dan Internasional yang disampaikan Dr. Hijrian Angga Prihantoro, Mahasiswa mendapatkan pemahaman praktis mengenai cara memilih jurnal, mencermati focus and scope, memanfaatkan SINTA sebagai rujukan, serta memahami Article Processing Charge (APC) dalam publikasi ilmiah.
Selain kompetensi akademik, mahasiswa juga dibekali kemampuan mengelola proses studi secara mandiri. Dr. Khoirul Anam melalui materi Regulasi Diri: Adaptasi, Manajemen Waktu, Goal Setting dan Resiliensi mengajak mahasiswa membangun strategi belajar yang terarah.
Ia menekankan pentingnya niat, kesabaran, konsistensi, kemampuan mengenali potensi diri, serta keberanian untuk terus berkembang. Mahasiswa didorong memahami panduan akademik, mempersiapkan proposal sejak awal, konsisten menulis, aktif berdiskusi, membangun komunikasi positif, serta terbuka terhadap arahan dosen pembimbing.
Sementara itu, Dr. Saifudin, selaku Wakil Dekan III FSH, memperkenalkan ekosistem akademik dan kemahasiswaan yang tersedia di fakultas. FSH saat ini menaungi delapan program studi dari jenjang sarjana hingga doktor dengan jumlah mahasiswa mencapai 3.865 orang.
Pengembangan mahasiswa di FSH dilakukan melalui berbagai program, mulai dari sertifikasi kompetensi, magang, kajian dan riset, hingga organisasi dan pengembangan bakat. Pada 2025–2026, sebanyak 151 mahasiswa FSH tercatat menerima beasiswa dari 16 lembaga. FSH juga terus mendorong mahasiswa untuk aktif dalam berbagai forum dan kompetisi akademik maupun nonakademik, termasuk melalui program career planning, job fair, student mobility, dan kompetisi hukum internasional.
Memasuki hari kedua, SOSPEM diarahkan pada penguatan perspektif keilmuan dan keterampilan sosial mahasiswa. Dr. Ocktiberrinsyah melalui materi Mewujudkan Research University: Paradigma Keilmuan Integrasi-Interkoneksi, menjelaskan pentingnya pendekatan integrasi-interkoneksi dalam pengembangan ilmu Syari’ah.
Menurutnya, persoalan hukum dan sosial yang semakin kompleks membutuhkan cara pandang yang tidak berhenti pada satu disiplin ilmu. Mahasiswa perlu mampu mempertemukan berbagai perspektif untuk menghasilkan penelitian yang kritis, relevan, dan memberikan kontribusi terhadap penyelesaian persoalan masyarakat.
Paradigma tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya research university, melalui penguatan tradisi riset, kolaborasi lintas disiplin, produksi pengetahuan, dan pengembangan solusi atas berbagai persoalan kontemporer.
Kemampuan membangun relasi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik. Dr. Mansur melalui materi Relasi Sosial: Membangun Interpersonal Skills mengajak mahasiswa mengembangkan komunikasi efektif, empati, kemampuan mendengarkan, dan komunikasi asertif.
Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi dan permainan peran. Mahasiswa diajak memahami beragam pola komunikasi serta membangun relasi yang sehat dengan teman sebaya, dosen, tenaga kependidikan, pimpinan, maupun lingkungan sosial lainnya.
Khusus mahasiswa Magister Ilmu Syari’ah, sesi keprodian menjadi bagian penting untuk memastikan mahasiswa memahami perjalanan akademiknya sejak awal. Dr. Diky Faqih Maulana selaku Sekretaris Program Studi MIS, bersama Dr. Siti Jahroh memberikan penguatan mengenai sistem akademik dan berbagai tahapan yang perlu dipersiapkan mahasiswa.
Mahasiswa diperkenalkan dengan tiga pilihan konsentrasi, yakni Hukum Ekonomi Syari’ah, Hukum Keluarga Islam, dan Hukum Tata Negara. Selain itu, disampaikan pula informasi mengenai tahapan tugas akhir, persyaratan sidang, publikasi artikel ilmiah minimal SINTA 3, ketentuan tes bahasa, aturan cuti, hingga tahapan akhir studi menuju yudisium dan wisuda.
Dengan pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan dapat merancang perjalanan studinya secara lebih terarah dan mengantisipasi berbagai persyaratan akademik sejak awal.
SOSPEM juga menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal komunitas akademik mereka. Pada sesi akhir, mahasiswa diperkenalkan dengan Forum Mahasiswa Magister Ilmu Syari’ah (Formaster) sebagai wadah untuk menyampaikan aspirasi, berdiskusi mengenai keilmuan, serta merespons berbagai isu aktual di masyarakat.
Kegiatan kemudian ditutup dengan room tour untuk mengenalkan mahasiswa pada ruang-ruang pembelajaran dan fasilitas akademik FSH.
Salah satu peserta SOSPEM adalah Maryam, mahasiswa baru Magister Ilmu Syari’ah asal Pakistan yang mengambil konsentrasi Hukum Keluarga Islam. Kehadiran mahasiswa internasional tersebut turut menunjukkan semakin terbukanya lingkungan akademik FSH bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang.
Dari ruang kelas hingga ruang diskusi, SOSPEM menjadi langkah awal bagi mahasiswa pascasarjana FSH UIN Sunan Kalijaga untuk mengenal budaya akademik yang akan mereka jalani. Lebih dari sekadar orientasi, kegiatan ini diarahkan untuk membangun mahasiswa yang berintegritas, mandiri, kritis, adaptif, dan memiliki tradisi riset.
Melalui bekal tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan studi dengan baik, tetapi juga tumbuh sebagai insan akademik yang mampu mengembangkan keilmuan Syari’ah dan hukum serta memberikan kontribusi bagi penyelesaian berbagai persoalan masyarakat. (humassk)