e38dc465-dcfa-4454-bb61-f85bc95d4857.jpg

Kamis, 22 Januari 2026 11:44:00 WIB

0

Didukung NCHR Oslo, ISLaMS Luncurkan Buku Laporan Penelitian Tahun Kedua soal Hak Nafkah Anak dalam Konteks Perceraian dan Poligami

Institute for the Study of Law and Muslim Society (ISLaMS) bekerja sama dengan Norwegian Centre for Human Rights (NCHR) University of Oslo menggelar peluncuran dan diskusi buku hasil penelitian bertajuk “Pemenuhan Hak Anak dalam Norma dan Praktik di Pengadilan Agama: Upaya Memperkuat Perlindungan dalam Perspektif Kesejahteraan Finansial”, di Hotel Grand Rohan Yogyakarta, Rabu (21/1/2025). Buku laporan tersebut mengkaji praktik pemenuhan hak anak di lingkungan Pengadilan Agama sekaligus menawarkan analisis kritis dan rekomendasi strategis untuk memperkuat perlindungan anak dari perspektif kesejahteraan finansial.

Peluncuran buku ditandai dengan pemutaran video riset dan profil peneliti, sekaligus penyerahan buku secara simbolis kepada para hakim, mediator, akademisi, serta pimpinan UIN Sunan Kalijaga dan Kementerian Agama DIY, sebagai bentuk komitmen mendorong pemanfaatan hasil penelitian dalam praktik hukum keluarga. Peluncuran buku ini menegaskan komitmen kolaborasi  untuk menguatkan perlindungan hak nafkah anak berbasis riset.

Kegiatan ini semakin spesial dengan kehadiran Hakim Agung Kamar Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia, Dr. Lailatul Arofah, sebagai narasumber. Kehadirannya memperkuat bobot akademik dan relevansi praktis peluncuran buku, khususnya karena peserta didominasi para hakim Pengadilan Agama yang terlibat langsung sebagai narasumber penelitian.

Dr. Lailatul Arofah menilai buku yang dihasilakan mampu menjembatani norma hukum dengan realitas sosial, sekaligus menjadi rujukan penting dalam pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan.

“Buku ini sangat menarik dan komprehensif. Ia menjadi jembatan antara masyarakat dengan norma yang diberlakukan, sehingga mendekatkan fakta di lapangan dengan aturan-aturan yang menjadi acuan hakim di Pengadilan Agama. Dengan demikian, buku ini dapat menjadi tambahan referensi bagi hakim maupun para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan pemenuhan hak-hak anak,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada ISLaMS atas peluncuran buku tersebut serta berharap riset serupa terus dikembangkan agar pemenuhan hak anak semakin optimal.

Adapun Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Noorhaidi menilai penelitian yang dilakukan ISLaMS sebagai penelitian yang penting. “ISLaMS melakukan kajian yang penting dengan menekankan pada pemenuhan hak anak yang dikemas dengan menelisik realitas dalam praktik melalui pintu pengadilan agama. Pandangan hakim, mediator, maupun advokat yang diteliti menghadirkan temuan menarik, terlebih ketika dikaitkan dengan perspektif kesejahteraan finansial,” ujarnya

“Akan sangat menarik jika analisa dikaitkan dengan ketentuan hukum dan praktiknya di negara-negara Eropa, seperti Belanda yang lebih maju dalam menerapkan pemenuhan hak anak dan perempuan pascaperceraian,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Yogyakarta Drs. Achmad Hanifah menyebut kegiatan ISLaMS ini sangat inspiratif bagi kalangan hakim dan praktisi peradilan.

“Kegiatan ini sangat strategis, khususnya bagi para hakim, mengingat isu pemenuhan hak anak dan perempuan dalam proses peradilan masih relatif terbatas dikaji secara komprehensif. Kehadiran narasumber yang berasal dari kalangan hakim agung serta akademisi terkemuka turut memperkaya perspektif teoritis dan praktis yang disajikan,” ungkapnya.

“Saya berharap forum semacam ini dapat diselenggarakan secara berkelanjutan dengan mengangkat tema-tema kontekstual, sehingga mampu menjadi rujukan substantif bagi para hakim dalam memahami perkara maupun  menyusun putusan.” tambahnya.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Prof. Mochamad Sodik menyampaikan pandangan dengan menekankan dimensi moral dan kemanusiaan dari penelitian tersebut.

“Buku ini sangat menarik, berbicara tentang hak-hak anak dan perempuan. Ini merupakan wujud komitmen, tidak hanya dalam konteks Islam dan kemanusiaan, tetapi lebih dari itu,” katanya.

Adapun Direktur ISLaMS Prof. Euis Nurlaelawati menjelaskan bahwa penelitian tersebut merupakan proyek jangka panjang yang dirancang selama tiga tahun. “Peluncuran buku ini merupakan hasil penelitian tahun kedua. Fokusnya pada perspektif kesejahteraan finansial dengan topik yang sama, yakni pemenuhan hak anak dalam norma dan praktik di Pengadilan Agama.” ujar Prof. Euis.

Ia menambahkan bahwa riset tahun kedua terkait isu yang kerap luput dalam konteks pemenuhan nafkah anak, yaitu isu poligami. “Padahal anak menjadi bagian penting dalam keluarga dan terdampak ketika poligami terjadi. Ketika dua keluarga terbentuk, anak berpotensi terlupakan hak-haknya. Selain itu, dalam perkara perceraian di pengadilan, anak juga sering diabaikan,” tegasnya.

Sebagai informasi, ISLaMS merupakan lembaga kajian hukum yang didirikan oleh para dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yakni Prof. Dr. Euis Nurlaelawati, Prof. Ali Sodiqin, Prof. Lindra Darnela, dan Dr. Abdul Mujib. Dalam menjalankan berbagai program riset dan kegiatannya, ISLaMS didukung oleh tim peneliti serta staf profesional yang berperan aktif dalam setiap penelitian yang dilakukan.

Melalui ISLaMS, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terus menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan riset yang berpijak pada realitas sosial sekaligus berorientasi pada penguatan keadilan dalam praktik hukum keluarga. Kolaborasi dengan Norwegian Centre for Human Rights University of Oslo tidak hanya memperluas jejaring akademik internasional, tetapi juga memperkuat kontribusi UIN Sunan Kalijaga dalam mendorong perlindungan hak anak dan perempuan berbasis temuan ilmiah yang relevan, aplikatif, dan berdampak. (humassk)