Perguruan tinggi adalah ruang lahirnya gagasan, tempat para akademisi dan praktisi masa depan ditempa untuk menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat. Semangat itu tercermin dari capaian mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Ahmad Murtaji Rohmatillah yang berhasil menembus panggung global.
Azier, sapaan akrabnya, berhasil lolos dalam seleksi kompetitif untuk mengikuti International Youth Excursion Network (IYEN), program kepemudaan internasional yang mempertemukan delegasi dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya itu, ia juga mendapatkan predikat Juara 3 Best Presentation Project dalam ajang yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia (3-6/3/2026). Penghargaan tersebut diberikan atas relevansi isu yang diangkat, kejelasan solusi yang ditawarkan, serta inovasi, kreativitas, dan daya adaptif yang ditampilkan dalam presentasinya.
“Saya ingin memperluas wawasan internasional sekaligus menguji kemampuan diri dalam forum yang kompetitif. Selain sebagai ajang pertukaran budaya, forum ini juga menjadi ruang bagi saya untuk menyampaikan gagasan, berdiskusi, dan berkompetisi melalui presentasi ide,” ujarnya.
Dalam kompetisi tersebut, Azier mempresentasikan proyek inovasi pendidikan berjudul Edvanta, sebuah konsep aplikasi pendidikan digital yang dirancang untuk membantu meningkatkan kualitas pembelajaran siswa di Indonesia.
Gagasan ini, kata Azier, berangkat dari realitas yang masih dihadapi dunia pendidikan nasional, yakni ketimpangan fasilitas pendidikan, kurikulum yang belum optimal, serta rendahnya capaian akademik pada beberapa mata pelajaran utama. Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan adanya learning gap yang masih cukup besar.
Melalui Edvanta, Azier menawarkan pendekatan pembelajaran yang lebih personal dan adaptif dengan memanfaatkan teknologi digital serta kecerdasan buatan. Aplikasi ini dirancang untuk membantu siswa belajar secara lebih efektif melalui berbagai fitur seperti latihan soal adaptif, analisis kemampuan akademik, hingga fitur pemindaian soal yang dapat memberikan tipe soal serupa untuk memperkuat pemahaman.
Selain itu, media yang ia susun juga dilengkapi dengan flashcard untuk memperkuat daya ingat, latihan bahasa dan esai seperti TOEFL dan IELTS, hingga game mode serta video pembelajaran agar proses belajar menjadi lebih interaktif dan menarik bagi pengguna.
“Kami mengangkat persoalan pendidikan yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia, kemudian menghadirkan solusi melalui aplikasi Edvanta yang dirancang untuk membantu proses pembelajaran secara lebih personal, adaptif, dan interaktif,” jelasnya.
Azier mengakui, perjalanan hingga meraih prestasi tersebut tidak terlepas dari peran lingkungan akademik di UIN Sunan Kalijaga. Sebagai mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam, Azier memperoleh bekal pemahaman tentang sistem pendidikan, manajemen pengelolaan pendidikan, serta analisis berbagai persoalan pendidikan yang berkembang di masyarakat.
“Pengetahuan tersebut menjadi fondasi penting dalam merumuskan gagasan yang saya presentasikan di forum internasional,” katanya.
Namun, menurutnya, perjalanan itu tidak hanya dibentuk oleh pengalaman akademik. Lingkungan organisasi di kampus juga turut menjadi ruang pembelajaran penting bagi pengembangan dirinya.
Azier aktif di berbagai organisasi mahasiswa, di antaranya HMPS MPI, Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Gita Savana, serta Paguyuban Duta Kampus UIN Sunan Kalijaga 2025. Dari pengalaman tersebut, ia mengasah berbagai keterampilan penting seperti komunikasi, kerja sama tim, kepemimpinan, hingga kemampuan menyampaikan ide secara efektif.
“Kombinasi antara pengalaman akademik dan non-akademik tersebut menjadi bekal penting yang mengantarkan saya hingga mampu berpartisipasi dan berkompetisi di tingkat internasional,” tegasnya.
Di tengah tantangan pendidikan yang terus berkembang, langkah mahasiswa UIN Jogja ini menjadi contoh bahwa mahasiswa tidak hanya belajar memahami persoalan, tetapi juga berani menawarkan solusi, membawa semangat keilmuan kampus untuk memberi dampak yang lebih luas bagi masyarakat.(humassk)