WhatsApp Image 2026-05-21 at 16.22.58.jpeg

Kamis, 21 Mei 2026 16:13:00 WIB

0

KPRI UIN Sunan Kalijaga Gelar RAT ke-55, Teguhkan Semangat Gotong Royong dan Kesejahteraan Bersama

Ketika persaingan usaha semakin terbuka dan kapitalisme kian menguat, koperasi kembali dipandang sebagai ruang penting untuk merawat semangat gotong royong dan kesejahteraan bersama. Nilai itulah yang mengemuka dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-55 Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) UIN Sunan Kalijaga Sejahtera yang digelar pada Kamis (21/5/2026) di Gedung Convention Hall Lantai 1 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Di hadapan ratusan anggota koperasi yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan UIN Sunan Kalijaga, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Mochamad Sodik, menegaskan bahwa koperasi pada hakikatnya merupakan milik bersama yang dibangun di atas semangat gotong royong.

Ia mengatakan semangat itu sebagai pengejawantahan nilai Pancasila. Ia mengingatkan kembali bagaimana Bung Karno pernah merumuskan Pancasila menjadi Eka Sila, yakni gotong royong.

“Ketika semangat kekeluargaan terbangun dengan baik, maka kemajuan bersama dapat tercipta,” ujarnya.

Di tengah menguatnya sistem ekonomi yang semakin kompetitif, Prof. Sodik menilai koperasi justru memiliki posisi yang semakin relevan. Karena itu, seluruh anggota diharapkan terus memberikan kontribusi nyata melalui forum-forum partisipatif seperti RAT untuk menjaga keberlangsungan dan pengembangan koperasi.

Lebih jauh, Wakil Rektor II juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat profetik dalam pengelolaan koperasi. Nilai pertama yang ditekankan ialah sidik atau kejujuran. Menurutnya, kejujuran merupakan nilai yang sangat mahal sekaligus menjadi dasar utama dalam seluruh ajaran agama maupun kebudayaan.

Karena itu, lanjut Prof. Sodik, koperasi harus dikelola secara jujur dan bertanggung jawab. Selain itu, nilai amanah juga menjadi prinsip penting karena koperasi merupakan titipan bersama yang harus dijalankan secara maksimal demi kesejahteraan anggota.

Nilai berikutnyam ialah tabligh atau keterbukaan. Ia menilai koperasi harus tumbuh dengan semangat terbuka, siap menerima masukan, melakukan evaluasi, dan terus memperbaiki diri.

“Keterbukaan itu penting. Dimulai dari diri sendiri, keluarga, sampai dalam mengelola organisasi,” katanya.

Bagi Prof. Sodik, yang paling penting bukan sekadar keberadaan lembaga koperasi, melainkan kesungguhan dalam membangun sistem yang baik dan berkelanjutan.

“Semangat ke depan adalah semangat keteladanan. Pengurus, pengawas, dan seluruh anggota harus memiliki visi menjadikan koperasi ini sebagai miniatur koperasi ideal,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KPRI Sunan Kalijaga Sejahtera, Suharyanta, S.E., menyampaikan bahwa RAT ke-55 Tutup Buku Tahun 2025 dilaksanakan sebagai amanah Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2015 dan Permenkop dan UKM Nomor 19 Tahun 2015.

Ia menyebutkan, selama 55 kali pelaksanaan RAT, koperasi terus berupaya menjaga komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan anggota di tengah tantangan persaingan usaha yang semakin kompleks.

“Pengurus dan pengawas berkomitmen menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya demi kemajuan KPRI Sunan Kalijaga Sejahtera,” ujarnya.

Tantangan usaha yang semakin kompetitif, lanjutnya, menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk terus memperkuat koperasi agar tetap mampu memberikan manfaat bagi seluruh anggota.

Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-55 KPRI Sunan Kalijaga Sejahtera tersebut juga menghasilkan sejumlah keputusan penting sebagai arah pengelolaan koperasi ke depan. Mulai dari pengesahan notulen RAT Tahun 2024, laporan pengurus dan pengawas, neraca Tahun 2025, hingga penetapan program kerja serta Anggaran Pendapatan dan Anggaran Belanja (AP dan AB) Tahun 2026.

Selain itu, forum juga menetapkan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) sebagai bagian dari komitmen koperasi dalam menjaga kesejahteraan anggota. Melalui berbagai keputusan tersebut, KPRI UIN Sunan Kalijaga menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh sebagai koperasi kampus yang sehat, terbuka, dan berorientasi pada semangat gotong royong serta kesejahteraan bersama.(humassk)