WhatsApp Image 2026-06-08 at 14.38.34.jpeg

Senin, 08 Juni 2026 13:11:00 WIB

0

UIN Sunan Kalijaga Jadi Titik Lokasi SSE UM-PTKIN 2026, Siapkan Layanan Ujian yang Responsif dan Humanis

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi salah satu titik lokasi pelaksanaan Sistem Seleksi Elektronik Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SSE UM-PTKIN) 2026. Pelaksanaan ujian tersebut menjadi bagian penting dari proses seleksi nasional calon mahasiswa baru PTKIN yang berlangsung serentak di berbagai titik lokasi di Indonesia.

Pembukaan pelaksanaan SSE UM-PTKIN 2026 dipusatkan di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dan diikuti secara daring oleh sejumlah PTKIN, termasuk UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin (8/6/2026). Di kampus ini, pimpinan universitas mengikuti pembukaan melalui Zoom Meeting dari ruang admisi.


Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Mochamad Sodik, dalam laporannya kepada Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama melalui Zoom menyampaikan bahwa animo calon mahasiswa terhadap UIN Sunan Kalijaga pada UM-PTKIN tahun ini tetap tinggi.

Ia menyampaikan, jumlah peminat UM-PTKIN UIN Sunan Kalijaga pada 2026 mencapai 10.544 orang, dengan jumlah pendaftar 6.936 orang. Adapun kuota penerimaan melalui jalur UM-PTKIN di UIN Sunan Kalijaga sebanyak 1.458 mahasiswa.

Sementara itu. jumlah peserta yang memilih UIN Sunan Kalijaga sebagai titik lokasi ujian tercatat sebanyak 1.648 orang. Prof. Sodik menegaskan bahwa angka ini perlu dipahami dalam konteks Yogyakarta sebagai kawasan pendidikan tinggi Islam yang memiliki beberapa titik lokasi ujian dengan jarak yang relatif berdekatan. Karena itu, jumlah peserta di titik lokasi UIN Sunan Kalijaga tetap menunjukkan posisi penting kampus ini sebagai salah satu simpul pelaksanaan SSE UM-PTKIN 2026 di Yogyakarta, didukung oleh akses yang strategis serta kesiapan fasilitas dan layanan ujian yang memadai.


Adapun dalam arahannya, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Amin Suyitno, menekankan pentingnya kesiapan PTKIN dalam menghadirkan layanan seleksi yang responsif, ramah, dan berpihak pada kenyamanan calon mahasiswa baru, seiring meningkatnya jumlah peminat dan peserta registrasi UM-PTKIN.

Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan langsung pimpinan kampus dalam menyapa serta mengawal proses seleksi calon mahasiswa merupakan bentuk komitmen PTKIN untuk menghadirkan layanan yang humanis. Dalam konteks ini, UM-PTKIN bukan hanya menjadi ruang untuk menyeleksi calon mahasiswa, tetapi juga momentum bagi perguruan tinggi untuk menunjukkan kualitas pelayanan, kesiapan sistem, dan budaya akademik yang ramah bagi peserta.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN Sunan Kalijaga Prof. Dr. Istiningsih, menyampaikan bahwa pelaksanaan SSE UM-PTKIN di UIN Sunan Kalijaga dilakukan sesuai regulasi Kementerian Agama. Seluruh kebutuhan teknis, mulai dari komputer, jaringan, pengawas, hingga kesiapan ruang ujian, telah dipersiapkan secara matang.

Ia menambahkan, UIN Sunan Kalijaga juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung untuk memastikan peserta dapat mengikuti ujian dengan lebih nyaman. Fasilitas tersebut mencakup layanan kesehatan, kantin, keamanan, transportasi, serta berbagai kebutuhan lain yang dapat membantu peserta selama berada di lingkungan kampus untuk melaksanakan SSE.


“Segala sesuatu yang dapat meringankan peserta sudah disiapkan oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kami berkomitmen memastikan pelaksanaan tes ini berjalan lancar, tertib, adil, dan tidak ada pihak yang mengalami kesulitan,” katanya.

Sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pelaksanaan ujian, UIN Sunan Kalijaga juga telah menggelar briefing bersama para pengawas. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi berbagai isu yang berkembang secara nasional, termasuk potensi perjokian dan penyalahgunaan teknologi informasi yang dapat mengganggu integritas seleksi.

Untuk mendukung pelaksanaan SSE UM-PTKIN 2026, UIN Sunan Kalijaga menyediakan lima titik lokasi ujian. Titik tersebut tersebar di Laboratorium Fakultas Adab dan Ilmu Budaya sebanyak tiga ruang, Laboratorium Terpadu sebanyak empat ruang, Laboratorium Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora sebanyak satu ruang, Laboratorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam sebanyak dua ruang, serta Gedung Rektorat Lama sebanyak enam ruang.

Melalui kesiapan teknis, penguatan pengawasan, dan layanan pendukung bagi peserta, UIN Sunan Kalijaga menegaskan komitmennya untuk menghadirkan proses seleksi yang profesional, transparan, dan humanis. Pelaksanaan SSE UM-PTKIN 2026 menjadi bagian dari ikhtiar universitas dalam menyambut calon mahasiswa baru dengan layanan yang bermartabat sejak tahap awal perjalanan akademik mereka.

Bagi peserta yang belum berhasil melalui jalur UM-PTKIN, UIN Sunan Kalijaga masih membuka kesempatan melalui jalur Mandiri hingga 19 Juni 2026. Jalur ini juga dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang berminat mendaftar pada Program Studi Kedokteran, dengan kuota penerimaan sebanyak 50 orang. Kesempatan tersebut menjadi bagian dari komitmen UIN Sunan Kalijaga untuk terus membuka akses pendidikan tinggi yang luas, kompetitif, dan berkualitas bagi calon mahasiswa baru.(humassk)