1002146069.jpg

Rabu, 10 Juni 2026 15:56:00 WIB

0

Hadiri Pelepasan RA DWP UIN Sunan Kalijaga, Rektor Tegaskan RA sebagai Fondasi Penting Pembentukan Karakter Anak

Anak-anak punya cara sendiri untuk belajar tentang kehidupan. Mereka menari, bergerak, tertawa, dan bermain. Di usia dini, bermain bukan sekadar hiburan, melainkan bahasa utama mereka untuk mengenal dunia.

Karena itu, tugas orang dewasa bukan membatasi dunia bermain anak, tetapi mengemasnya menjadi ruang pendidikan yang bermakna. Di dalam permainan, anak-anak dapat belajar disiplin, keberanian, tanggung jawab, nilai keagamaan, serta karakter yang kelak menjadi bekal penting dalam perjalanan hidup mereka. 

Suasana itulah yang terasa dalam kegiatan Pentas Seni dan Pelepasan peserta didik RA (Raudhatul Athfal) Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang digelar di Aula Convention Hall Lt. 1 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (10/6/2026). 


Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi Hasan, dalam pidatonya menegaskan bahwa RA merupakan jenjang paling dasar dalam perjalanan pendidikan anak. Namun, justru pada fase inilah fondasi penting kehidupan dibentuk, sehingga menjadi salah satu jenjang yang paling penting dan menentukan. 

Menurutnya, pendidikan anak usia dini tidak hanya berkaitan dengan pengenalan huruf, angka, atau keterampilan dasar. Lebih dari itu, RA menjadi ruang awal penanaman karakter, mental, budaya, wawasan kebangsaan, dan nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak. 

“Insyaallah, dengan bekal pengalaman di sekolah ini, anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi hebat yang siap menempuh jenjang pendidikan pada tahap selanjutnya, dan suatu hari bertransformasi menjadi putra-putri bangsa terbaik yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan terbaik di negeri ini,” ungkapnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyinggung, bahwa lebih dari dua dekade, RA DWP UIN Sunan Kalijaga tumbuh bersama perjalanan besar kampus ini. Ia menjadi bagian dari saksi perubahan dari masa ketika UIN Sunan Kalijaga masih bernama IAIN hingga berkembang menjadi Universitas Islam Negeri yang terus memperkuat reputasi akademiknya. 

“Momentum ini menjadi penting untuk melihat ulang model pengelolaan, kurikulum, dan mengikuti perkembangan terbaru,” katanya. 

Meski demikian, ia menekankan bahwa kekuatan utama pendidikan anak usia dini tetap terletak pada keteladanan. Anak-anak belajar melalui contoh, suasana, kebiasaan, dan pengalaman yang mereka rasakan setiap hari. 

Karena itu, bermain tidak boleh dipandang sebagai aktivitas kosong. “Lebih banyak bermain, tetapi dalam bermain itu ada penanaman karakter yang disisipkan melalui contoh dan keteladanan,” ungkapnya. 

Bagi UIN Sunan Kalijaga, keberadaan RA DWP bukan hanya bagian dari layanan pendidikan anak usia dini, tetapi juga bagian dari ikhtiar membangun ekosistem pendidikan yang utuh.  

Memasuki usia yang semakin matang, RA DWP UIN Sunan Kalijaga diharapkan dapat terus berkembang menjadi lembaga pendidikan anak usia dini yang lebih profesional, adaptif, dan berkarakter. (humassk)