WhatsApp Image 2026-06-22 at 11.14.14.jpeg

Minggu, 21 Juni 2026 10:30:00 WIB

0

Pentas Gladhi Warga 2026 UKM Kalimasada Usung Tema “Mala-Lingsir: Menuju Ruang yang Hidup”

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kalimasada UIN Sunan Kalijaga kembali menggelar Pentas Gladhi Warga 2026 pada Sabtu (20/6) di Gelanggang Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. Mengusung tema “Mala-Lingsir: Menuju Ruang yang Hidup”, kegiatan tahunan ini menjadi wadah aktualisasi bagi calon warga baru UKM Kalimasada melalui berbagai pertunjukan seni dan budaya Jawa, mulai dari tari, karawitan, hingga pedalangan.

Tema Mala-Lingsir merefleksikan perjalanan waktu yang terus bergerak, melahirkan kehidupan baru sekaligus mengiringi yang telah memasuki fase “lingsir” atau senja. Melalui tema tersebut, Gladhi Warga tidak hanya menjadi panggung pertunjukan seni, tetapi juga ruang refleksi untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang berakar pada tradisi dan spiritualitas.


Dalam narasi yang dibacakan selama pementasan, Gladhi Warga digambarkan sebagai upaya perjuangan kebudayaan untuk merawat dan menumbuhkan kembali ruh budaya di tengah berbagai tantangan zaman.

“Bagaikan proses menanam tumbuh-tumbuhan, yang tidak ditarik paksa untuk tumbuh, fitrahnya adalah dengan sendirinya menjulang menuju cahaya-Nya. Tugas yang ada tidak lain adalah menyiapkan ruang tumbuhnya; menyiangi gulma yang menghambat, menyingkirkan batu yang menghalangi akar, dan mengusir hama yang merusak. Pada saatnya, benih-benih akan tumbuh hidup, mekar-semi, hingga harum mewangi hidup-menghidupi bumi,” demikian penggalan narasi yang disampaikan dalam pertunjukan.


Ketua Panitia Gladhi Warga 2026, Robat Jihan Muammar, menyampaikan bahwa minat mahasiswa terhadap kesenian dan budaya Jawa menunjukkan peningkatan yang sangat menggembirakan. Hal tersebut terlihat dari jumlah pendaftar anggota baru UKM Kalimasada UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang mencapai 98 orang.

“Pada tahun ini kita berhasil membuat para mahasiswa-mahasiswi UIN Sunan Kalijaga memiliki antusiasme yang sangat luar biasa dalam kecintaan terhadap kesenian dan budaya Jawa, di mana pendaftaran anggota baru mencapai 98 orang. Ini bukan sekadar angka, tetapi bukti nyata bahwa masih ada generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap budaya Jawa, dan hal ini patut kita apresiasi,” ujarnya.


Sementara itu, Pembina UKM Kalimasada, Muhammad Bagus Febriyanto, M.Hum., menegaskan bahwa Gladhi Warga merupakan bagian dari proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada keterampilan berkesenian, tetapi juga pembentukan karakter dan pemahaman nilai-nilai budaya Jawa.

“Kepada adik-adik calon warga yang malam ini akan berproses menunjukkan kesungguhannya dalam berlatih menjadi warga UKM Kalimasada, semoga 98 calon warga yang telah bergabung dapat terus bertahan dan berkembang bersama keluarga besar Kalimasada. Harapan kami, mereka yang malam ini tampil akan tetap menjadi bagian dari UKM Kalimasada dan tidak berhenti di tengah jalan,” tuturnya.


Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memahami nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam setiap bentuk kesenian Jawa.

“Silakan dipelajari bukan hanya teknik nabuh, menari, ataupun pedalangannya, tetapi juga nilai-nilai yang terkandung di dalam kesenian budaya Jawa itu. Dengan demikian, warga UKM Kalimasada dapat menjadi teladan yang tidak hanya berkesenian, tetapi juga memiliki moral dan etika Jawa yang baik,” tambahnya.


Pentas Gladhi Warga 2026 menampilkan beragam karya seni tradisional yang memukau penonton. Di antaranya tari klasik Solo Kusuma Asri, Ladrang Wilujeng laras pelog pathet limo, Ketawang Ilir-Ilir laras pelog pathet nem, tari kreasi Rancak Kenes, tari klasik Yogyakarta Puspowarno, Lancaran Gugur Gunung laras pelog pathet barang, tari kreasi Edan-Edanan, hingga pertunjukan wayang dengan lakon Sesaji Raja Surya.

Rangkaian pertunjukan tersebut menjadi bukti komitmen UKM Kalimasada dalam menjaga, mengembangkan, dan mengenalkan kekayaan seni budaya Jawa kepada generasi muda. Selain menjadi sarana ekspresi kreatif, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran yang menanamkan nilai-nilai kearifan lokal kepada mahasiswa.

Dengan dukungan pembina, alumni, dan sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga, Pentas Gladhi Warga 2026 diharapkan mampu memperkuat peran seni sebagai sarana rekreasi, refleksi, dan pendidikan karakter. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam upaya pelestarian seni dan budaya Jawa di lingkungan perguruan tinggi serta di kalangan generasi muda terutama UIN Sunan Kalijaga yang selalu menjaga budaya .(humassk)