Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Gita Savana UIN Sunan Kalijaga kembali menggelar konser tahunan bertajuk Concerto XIX – Evarielle pada Sabtu (20/6/2026) di Auditorium Sekolah Menengah Musik (SMM) Yogyakarta. Konser ini menjadi panggung perdana bagi calon anggota baru PSM Gita Savana sekaligus penanda proses regenerasi organisasi yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Mengusung tema Evarielle, konser ini menghadirkan makna perjalanan pulang dan penerimaan diri. Tema tersebut digambarkan sebagai ruang kehangatan tempat seseorang kembali setelah menempuh perjalanan panjang yang penuh cerita. Melalui rangkaian lagu yang dibawakan, penonton diajak menikmati harmoni yang menenangkan sekaligus menyentuh emosi.
Ketua PSM Gita Savana, Ismed Harahap, menjelaskan bahwa Evarielle menjadi simbol perjalanan untuk menemukan dan menerima diri sendiri.
“Evarielle mengajarkan kami bahwa keutuhan diri tidak lahir dari kesempurnaan, melainkan dari keberanian untuk menerima diri apa adanya. Bagi anggota baru, ini adalah momen penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan menemukan rumah musikal mereka di PSM Gita Savana,” ujarnya.
Dalam konser tersebut, para penyanyi membawakan berbagai karya musik internasional maupun nusantara, di antaranya Exultate Justi karya Ludovico da Viadana, As Long As I Have Music aransemen Don Besig dan Nancy Price, Ride the Morning Winds aransemen Grace Hawthorne dan Tom Fettke, Kisah Mawardi Malam Hari karya E. Zainudin yang diaransemen Mochtar Embut, Zikr karya A.R. Rahman yang diaransemen Ethan Sperry, hingga Dies Irae karya Michael John Trotta.
Selain itu, penonton juga disuguhkan penampilan Renungan karya Erros Djarot dan Doddy Sukasah, Time to Say Goodbye (Con Te Partirò) yang dipopulerkan Sarah Brightman dan Andrea Bocelli, A Clare Benediction karya John Rutter, Anging Mamiri aransemen Budi Susanto Yohanes, serta Janger aransemen Agustinus Bambang Jusana dan Avip Priatna.
Konser ini berada di bawah arahan Mochammad Nur Arifin, S.H.I., S.Sn., atau yang akrab disapa Mas Iphink. Seniman dan dosen seni budaya tersebut dikenal memiliki pengalaman panjang sebagai pelatih dan conductor paduan suara.
Concerto XIX melibatkan ratusan mahasiswa dengan formasi lengkap sopran, alto, tenor, dan bass. Kehadiran para anggota baru menjadi simbol regenerasi sekaligus semangat keberlanjutan yang terus dijaga oleh PSM Gita Savana.
Di balik suksesnya konser, tersimpan proses latihan yang panjang dan intensif. Para penampil menjalani latihan rutin di Student Center dan Greenhouse UIN Sunan Kalijaga hampir setiap sore sejak awal tahun 2026 hingga menjelang hari pelaksanaan.
Selain mengasah kemampuan vokal dan musikalitas, para anggota juga memperkuat mental tampil di hadapan publik melalui sejumlah pertunjukan di berbagai titik Kota Yogyakarta. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana penggalangan dana untuk mendukung pelaksanaan konser.
Antusiasme masyarakat terlihat dari penuhnya Auditorium SMM Yogyakarta pada malam pertunjukan. Penonton memberikan apresiasi atas kualitas penampilan serta dedikasi para mahasiswa yang telah berproses selama berbulan-bulan.
Sebagai penutup acara, Prof. Badrun Alaena selaku Pembina PSM Gita Savana menyerahkan penghargaan kepada panitia produksi konser sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka dalam menyukseskan perhelatan tersebut.
Melalui Concerto XIX – Evarielle, PSM Gita Savana kembali menunjukkan konsistensinya dalam menghadirkan karya musikal berkualitas sekaligus membuka ruang bagi lahirnya generasi baru penyanyi paduan suara yang siap melanjutkan tradisi prestasi dan berkesenian di lingkungan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.(humassk)