WhatsApp Image 2026-07-01 at 12.38.09.jpeg

Rabu, 01 Juli 2026 12:40:00 WIB

0

Seleksi Perdana CBT Kedokteran Dimulai, UIN Sunan Kalijaga Tegaskan Kesiapan Mencetak Dokter Profesional Berintegritas

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta resmi menggelar Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Program Studi Kedokteran Jalur Mandiri Gelombang I pada Rabu (1/7/2026). Seleksi perdana ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga sekaligus menandai dimulainya proses penjaringan calon mahasiswa angkatan pertama yang akan menempuh pendidikan dokter di kampus tersebut.

Antusiasme masyarakat terhadap Program Studi Kedokteran UIN Sunan Kalijaga terlihat dari tingginya jumlah pendaftar. Sebanyak 285 calon mahasiswa mendaftarkan diri pada gelombang pertama, melampaui prediksi awal panitia sekitar 200 pendaftar. Dari jumlah tersebut, 269 peserta dinyatakan terverifikasi dan berhak mengikuti seleksi.


Pelaksanaan Computer Based Test (CBT) berlangsung pada 1–2 Juli 2026 di dua lokasi, yakni Laboratorium Komputer Lantai 4 Gedung Fakultas Kedokteran dan Ruang Training 1 Lantai 1 Gedung Rektorat Lama. Pada hari pertama, sekitar 200 peserta mengikuti ujian dalam dua sesi, sedangkan 69 peserta dijadwalkan mengikuti ujian pada hari berikutnya (Kamis, 2/7/2026).

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Norhaidi Hasan, saat meninjau pelaksanaan ujian, menegaskan bahwa proses penerimaan mahasiswa baru Program Studi Kedokteran dilaksanakan melalui sistem seleksi yang terstandarisasi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Hari ini kita memasuki proses seleksi calon mahasiswa Program Studi Kedokteran UIN Sunan Kalijaga melalui seleksi yang terstandar dan dipersyaratkan oleh lembaga yang berwenang. Kami akan memastikan seluruh proses berjalan sebaik-baiknya sesuai aturan yang berlaku agar memperoleh calon mahasiswa yang benar-benar memenuhi kualifikasi," ujarnya.

Menurut Rektor, seleksi tidak hanya mengukur kompetensi akademik, tetapi juga memperhatikan kesiapan psikologis calon mahasiswa. Setelah mengikuti tes kemampuan akademik melalui CBT, peserta yang lolos akan menjalani tes psikologi, tes kesehatan, serta wawancara bersama orang tua atau wali sebagai bagian dari proses seleksi yang komprehensif.

"Di balik seleksi yang ketat dan terstandarisasi ini, kami ingin memastikan mahasiswa yang bergabung benar-benar mampu menyelesaikan pendidikan sebagai Sarjana Kedokteran hingga profesi dokter. Kami ingin menunjukkan bahwa Program Studi Kedokteran UIN Sunan Kalijaga siap mengawal seluruh proses sesuai regulasi untuk memberikan sumbangan nyata dalam mencetak tenaga kesehatan profesional yang unggul, sekaligus memiliki kepekaan keislaman dan kemanusiaan," tegasnya.


Ketua Admisi UIN Sunan Kalijaga sekaligus Ketua Pelaksanaan PMB Prodi Kedokteran, Handini, M.I.Kom., menjelaskan bahwa tingginya minat masyarakat terhadap Program Studi Kedokteran menunjukkan besarnya kepercayaan publik terhadap kualitas UIN Sunan Kalijaga.

"Jumlah pendaftar melampaui ekspektasi kami. Target awal sekitar 200 orang, namun hingga penutupan tercatat 285 pendaftar dan 269 peserta telah terverifikasi. Hal ini didorong oleh reputasi UIN Sunan Kalijaga, kualitas dosen, kesiapan sarana dan prasarana, serta kepercayaan masyarakat terhadap program studi baru yang kami hadirkan," jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh persiapan seleksi dilakukan hanya dalam waktu sekitar dua bulan setelah izin operasional Program Studi Kedokteran diterbitkan pada Mei 2026. Dalam waktu yang relatif singkat tersebut, panitia menyiapkan sistem CBT, perangkat ujian, aplikasi, regulasi, hingga mekanisme pengamanan untuk menjamin integritas seleksi.

"Ini merupakan pengalaman pertama kami menyelenggarakan seleksi masuk Program Studi Kedokteran. Tantangannya adalah menyiapkan aplikasi, perangkat, dan instrumen seleksi yang benar-benar baru serta memastikan seluruh proses berlangsung aman. Alhamdulillah, pelaksanaan hari pertama berjalan kondusif dengan pengawasan ketat untuk mengantisipasi berbagai bentuk kecurangan maupun praktik joki," ungkapnya.

Menurut Handini, kualitas instrumen seleksi juga menjadi perhatian utama. Seluruh soal disusun secara orisinal oleh tim penulis yang kompeten dan telah melalui proses verifikasi sehingga mampu menjadi indikator yang valid dalam menjaring calon mahasiswa kedokteran terbaik.

Lebih dari sekadar menghadirkan program studi baru, Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga menawarkan kekhasan yang membedakannya dari program kedokteran lainnya. Kurikulum dirancang dengan menekankan pendekatan promotif dan preventif, khususnya pada penanganan penyakit muskuloskeletal dan kesehatan lansia melalui community based aging program. Pendekatan ini memperkuat orientasi pendidikan kedokteran yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada upaya menjaga kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Selain itu, proses pendidikan dikembangkan melalui kolaborasi interprofesi kesehatan dengan memperkuat integrasi ilmu kedokteran, nilai-nilai keislaman, profesionalisme, dan kemanusiaan. Dengan pendekatan tersebut, lulusan diharapkan mampu menjadi dokter yang kompeten secara klinis, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, sekaligus memiliki empati dan komitmen dalam melayani masyarakat.

Pada tahun akademik 2026, penerimaan mahasiswa baru Program Studi Kedokteran melalui Jalur Mandiri dilaksanakan dalam tiga gelombang. Ujian masuk gelombang pertama tengah berlangsung pada 1–2 Juli 2026. Selanjutnya, pendaftaran gelombang kedua dijadwalkan pada 9–31 Agustus 2026, sedangkan gelombang ketiga akan dibuka pada 7–18 Agustus 2026.

Keberhasilan penyelenggaraan seleksi perdana ini makin memperkuat posisi UIN Sunan Kalijaga sebagai perguruan tinggi yang memiliki kapasitas dalam mengelola sistem penerimaan mahasiswa berbasis teknologi secara profesional. Pengalaman panjang menyelenggarakan berbagai seleksi nasional dipadukan dengan kesiapan Fakultas Kedokteran menjadi modal penting dalam membangun pendidikan kedokteran yang unggul.(humassk)

Kehadiran Fakultas Kedokteran menjadi bagian dari kontribusi strategis UIN Sunan Kalijaga dalam mencetak dokter yang profesional, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan kesehatan masyarakat Indonesia melalui perpaduan keilmuan, nilai keislaman, dan pengabdian kepada kemanusiaan. (humassk)