WhatsApp Image 2026-07-08 at 11.31.36.jpeg

Rabu, 08 Juli 2026 15:16:00 WIB

0

Di Balik Pengabdian 3.725 Mahasiswa KKN, Kolaborasi Banyak Pihak Menguatkan Langkah UIN Sunan Kalijaga

Denting gamelan mengalun pelan di halaman Gedung Pusat Administrasi Umum (PAU) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa (7/7/2026). Di belakang alunan musik tradisional itu, pasukan bergodo dari Padukuhan Sambilegi Lor berjalan beriringan mengawal koordinator lapangan KKN Angkatan 120, para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta ratusan ketua kelompok menuju lokasi pelepasan.

Pilihan menghadirkan bergodo bukan sekadar pembuka seremoni. Ia menjadi simbol bahwa setiap perjalanan pengabdian selalu diawali dengan penghormatan terhadap budaya dan kearifan lokal. Sebab, ke mana pun mahasiswa melangkah selama KKN, mereka akan bertemu dengan masyarakat yang memiliki nilai, tradisi, dan cara hidup yang beragam. Pengabdian tidak dimulai dari membawa jawaban, melainkan dari kesediaan untuk mendengar, memahami, dan bertumbuh bersama masyarakat.


Semangat itu mengiringi keberangkatan 3.725 mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yang tahun ini melaksanakan KKN di berbagai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, sejumlah daerah di luar DIY, kawasan luar Jawa, hingga Malaysia, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan. Mereka membawa ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah untuk dikembangkan bersama masyarakat melalui berbagai program pengabdian yang berorientasi pada pemberdayaan dan keberlanjutan.

baca juga : Bergodo Kawal Pelepasan KKN UIN Sunan Kalijaga, Menegaskan Pengabdian Berbasis Budaya dan Kolaborasi

Namun, di balik langkah ribuan mahasiswa tersebut, terdapat kerja kolektif yang melibatkan banyak pihak. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga, Dr. Abdul Qoyum, menegaskan bahwa penyelenggaraan KKN Angkatan 120 merupakan hasil sinergi yang dibangun bersama berbagai pemangku kepentingan.

"Pengabdian kepada masyarakat tidak mungkin dijalankan oleh kampus seorang diri. KKN menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai mitra strategis dalam tujuan yang sama, yaitu menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi ruang belajar dan pengabdian bagi mahasiswa," ujarnya.

Dr. Qoyum menyampaikan, kolaborasi tersebut dimulai dari lingkungan internal universitas. LPPM mengoordinasikan keseluruhan penyelenggaraan KKN bersama pimpinan universitas, didukung oleh tenaga kependidikan dari berbagai unit yang mengawal proses administrasi, pendataan, penempatan mahasiswa, logistik, hingga berbagai kebutuhan teknis lainnya. Sementara itu, ratusan dosen yang bertugas sebagai Dosen Pembimbing Lapangan memastikan setiap program pengabdian memiliki pijakan akademik yang kuat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya KKN Angkatan 120.

"Atas nama LPPM UIN Sunan Kalijaga, kami menyampaikan terima kasih kepada pimpinan universitas, para dosen pembimbing lapangan, tenaga kependidikan yang bekerja di balik layar, pemerintah daerah hingga pemerintah desa dan kalurahan yang membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar dan mengabdi, serta seluruh mitra strategis yang telah membersamai pelaksanaan KKN ini," katanya.

Salah satu mitra yang terlibat sejak tahap pembekalan adalah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Darmadi Sudibyo, hadir memberikan pembekalan mengenai potensi pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan literasi keuangan, digitalisasi ekonomi, dan optimalisasi potensi lokal yang dapat dikembangkan mahasiswa selama KKN.

Dukungan juga diberikan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) yang turut memperkuat penyelenggaraan KKN sebagai bagian dari kemitraan dengan UIN Sunan Kalijaga. Sementara itu, melalui sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan, mahasiswa peserta KKN memperoleh perlindungan jaminan sosial selama menjalankan pengabdian di berbagai daerah.

Keterlibatan berbagai mitra tersebut mencerminkan kuatnya ekosistem kolaborasi yang terus dibangun UIN Sunan Kalijaga, khususnya melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), dalam memperkaya pengalaman belajar sekaligus pengabdian mahasiswa.

"LPPM berupaya menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan kampus dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga negara, dan masyarakat. Melalui kemitraan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pendampingan akademik, tetapi juga perspektif, jejaring, dan pengalaman yang lebih luas dalam merancang serta melaksanakan program-program pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Semangat itulah yang kemudian dirumuskan dalam tema KKN Angkatan 120, "Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Inovasi Pengabdian untuk Pembangunan Berkelanjutan." Menurutnya, tema tersebut menegaskan bahwa ilmu pengetahuan yang dimiliki mahasiswa akan memberikan dampak yang lebih luas ketika dipadukan dengan inovasi, kemitraan, dan penghormatan terhadap potensi serta kearifan lokal masyarakat.

Karena itu, pelepasan ribuan mahasiswa pada pagi itu sesungguhnya hanyalah awal dari sebuah perjalanan yang lebih besar. Di balik setiap rompi KKN yang dikenakan mahasiswa, terdapat gotong royong banyak pihak yang bersama-sama memastikan pengabdian berjalan dengan baik. Dari kampus, dosen, tenaga kependidikan, pemerintah, masyarakat, hingga para mitra strategis, seluruhnya menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan pengabdian yang berdampak bagi masyarakat dan berkontribusi terhadap pembangunan yang berkelanjutan.(humassk)