Perundungan di sekolah bukan lagi persoalan yang dapat dipandang sebagai kenakalan biasa. Dampaknya dapat memengaruhi rasa percaya diri, kesehatan mental, hingga proses belajar anak. Berangkat dari kepedulian tersebut, Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) UIN Sunan Kalijaga bersama Tim Bentang Sintang menyelenggarakan "Stop Bully Movement: Upaya Pencegahan Perundungan Sejak Dini melalui Media Game Kartu" di SDN 5 Sintang sebagai media edukasi yang mengajak siswa memahami pentingnya saling menghargai sejak usia sekolah.
Program ini merupakan salah satu bentuk pengabdian yang diusung oleh Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial dan dibawa sebagai bekal dalam pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Sintang, Kalimantan Barat. Salah satu mahasiswa yang merealisasikan program tersebut adalah Aulia Rasyid, mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial angkatan 2023, melalui kegiatan Stop Bully Movement di SDN 5 Sintang.
Media kartu yang digunakan dalam kegiatan ini terdiri atas empat kategori, yaitu Kartu Situasi, Kartu Perasaan, Kartu Respon, dan Kartu Refleksi. Keempat kategori tersebut dirancang untuk membantu siswa mengenali berbagai bentuk perundungan, memahami perasaan yang muncul dalam situasi tertentu, menentukan respons yang tepat, serta melakukan refleksi terhadap tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah dan memutus rantai perundungan.
“Melalui pendekatan berbasis permainan, siswa tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi juga diajak untuk berdiskusi, berinteraksi, dan memahami isu perundungan melalui berbagai situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Metode ini dapat membuat proses edukasi menjadi lebih menyenangkan sekaligus membantu siswa memahami pentingnya menciptakan lingkungan pertemanan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan,” ungkap Aulia.
Berlangsung Selasa (21/7/2026) dan Rabu (23/7/2026, kegiatan ini diikuti oleh sejumlah siswa yang berasal dari kelas IV dan VI SDN 5 Sintang. Sebanyak tujuh fasilitator turut terlibat dalam mendampingi jalannya kegiatan, mulai dari mengarahkan permainan kartu, memantik interaksi antarsiswa, hingga membantu mereka merefleksikan kembali pemahaman tentang perundungan dan cara mencegahnya.
Melalui kegiatan ini, Stop Bully Movement diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan edukasi semata, tetapi juga dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kesadaran siswa untuk berani mengenali, mencegah, dan menghentikan tindakan perundungan sejak dini.
Sebab, memutus rantai bullying tidak selalu dimulai dari langkah yang besar. Terkadang, perubahan dapat dimulai dari sebuah percakapan sederhana, sebuah pemahaman, dan keberanian untuk memilih tidak menyakiti satu sama lain.
Program ini sekaligus merefleksikan tema KKN Angkatan 120 UIN Sunan Kalijaga, "Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Inovasi Pengabdian untuk Pembangunan Berkelanjutan." Melalui pendekatan edukatif berbasis permainan, mahasiswa mengimplementasikan ilmu pengetahuan sebagai solusi atas persoalan sosial di masyarakat. Inisiatif ini berkontribusi pada pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan lingkungan belajar yang aman dan inklusif serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui pendidikan pencegahan kekerasan sejak usia sekolah.
Lebih dari itu, program ini menegaskan peran perguruan tinggi dalam membangun karakter generasi muda yang berempati, menghargai perbedaan, dan mampu menciptakan ruang sosial yang lebih aman sebagai fondasi pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.