Untuk pertama kalinya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta membuka program pendidikan vokasi. Langkah itu ditandai dengan terbitnya Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1026 Tahun 2026 tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi Teknologi Produksi Halal Program Diploma IV. Keputusan tersebut ditandatangani Direktur Jenderal Pendidikan Islam Prof. Suyitno pada 3 Agustus 2026.
Program studi baru itu diperkenalkan melalui Soft Launching dan Sosialisasi Program Studi D4 Teknologi Produksi Halal di Ruang Rapat Dekanat Lantai 2 Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga, Kamis (13/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri kepala madrasah dan kepala SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam kesempatan tersebut, hadir Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Sunan Kalijaga Prof. Dr. Istiningsih, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Prof. Dr. Khurul Wardati beserta jajaran Wakil Dekan, para dekan dari berbagai fakultas, serta ketua dan sekretaris program studi di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi. Hadir pula Dr. Imelda Fajriati selaku Ketua Halal Center UIN Sunan Kalijaga.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Istiningsih, dalam pidatonya, mengatakan pembukaan program studi tersebut menjadi bagian dari perjalanan UIN Sunan Kalijaga dalam memperluas pengembangan ilmu, tanpa meninggalkan basis keilmuan keagamaannya.
“UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tetap berpijak kepada ilmu-ilmu agama, kemudian di dalam perjalanannya mengembangkan ilmu-ilmu STEM,” katanya.
STEM merupakan pendekatan pendidikan yang mencakup Science, Technology, Engineering, dan Mathematics. Di UIN Sunan Kalijaga, pengembangan bidang STEM salah satunya digawangi Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Relatif muda karena lahir seiring transformasi kelembagaan dari IAIN menjadi UIN, FST berkembang menjadi salah satu pilar penguatan keilmuan sains dan teknologi di kampus ini.Penguatan tersebut tercermin antara lain dari capaian akreditasi internasional ASIIN pada sejumlah program studi yang dimilikinya.
Kapasitas tersebut menjadi salah satu pijakan UIN Sunan Kalijaga dalam mengembangkan pendidikan vokasi berbasis sains dan teknologi melalui Program Studi D4 Teknologi Produksi Halal.
Prof Isti mengungkapkan, pengembangan Teknologi Produksi Halal menjadi langkah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Selain berada dalam ekosistem Kementerian Agama, kebutuhan terhadap tenaga yang memiliki kompetensi di bidang produksi halal dinilai semakin penting.
Kesiapan sarana dan prasarana serta jejaring dengan dunia usaha dan dunia industri, lanjut Prof Isti, menjadi bagian penting dalam pengembangan program studi vokasi ini. Jejaring yang telah dibangun Fakultas Sains dan Teknologi dapat mendukung praktik mahasiswa sekaligus memperkuat kesiapan lulusan memasuki dunia kerja.
“Lulusan Diploma IV ini tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi juga kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, mereka memiliki kapasitas untuk menjawab besarnya kebutuhan industri halal saat ini,” ujarnya.
Pembukaan program studi ini bukan proses yang berlangsung dalam waktu singkat. Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Khurul Wardati, mengatakan persiapan program studi telah dilakukan sejak 2021.
Dalam prosesnya, nomenklatur program studi mengalami beberapa kali perubahan. Awalnya dirancang dengan nama Teknologi Halal, kemudian Teknologi Industri, sebelum akhirnya ditetapkan menjadi Teknologi Produksi Halal.
“Setelah izin penyelenggaraan diterbitkan, Fakultas Sains dan Teknologi segera melakukan sosialisasi. Kami mengundang Madrasah Aliyah karena sama-sama berada dalam naungan Kementerian Agama, sementara SMK kami libatkan karena program studi ini merupakan pendidikan vokasi yang memiliki keterkaitan erat dengan pendidikan kejuruan,” ujar Prof. Khurul.
Karena sebagaimana juga disampaikan Wakil Rektor, perguruan tinggi dan sekolah Bagai dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Karena itu, kampus tidak seharusnya dipandang sebagai menara gading yang berdiri terpisah. Kolaborasi dengan madrasah dan SMK menjadi penting untuk membangun kesinambungan pendidikan sekaligus memperluas akses dan peluang bagi lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Pembukaan D4 Teknologi Produksi Halal turut memperluas spektrum pendidikan UIN Sunan Kalijaga. Langkah tersebut hadir pada tahun yang sama ketika UIN Sunan Kalijaga membuka Program Studi Kedokteran, menunjukkan semakin beragamnya bidang keilmuan yang dikembangkan universitas untuk menjawab kebutuhan Masyarakat
Program studi baru tersebut kini mulai membuka kesempatan bagi calon mahasiswa. Pendaftaran resmi dibuka melalui Jalur Seleksi Mandiri Portofolio Skor UTBK-SNBT dengan melampirkan hasil nilai UTBK tahun 2025 atau 2026. Calon mahasiswa yang telah mengikuti Jalur Mandiri CBT IPA 2026 juga dapat mendaftar dengan melampirkan kartu peserta. Pendaftaran dibuka sejak 8 Agustus dan akan ditutup pada 17 Agustus 2026.
Kehadiran Program Studi Teknologi Produksi Halal menandai langkah UIN Sunan Kalijaga memasuki ruang baru pendidikan vokasi dengan memadukan pengembangan STEM dan nilai-nilai keislaman. Dari Yogyakarta, program studi ini diarahkan untuk menyiapkan talenta halal yang kompeten dan siap mengambil bagian dalam pertumbuhan industri halal.(humassk)