Menjelang pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 pada 19–21 Agustus mendatang, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mematangkan kesiapan pelaksanaan melalui rapat koordinasi finalisasi panitia, Jumat (14/8/2026). Rapat ini menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh rangkaian PBAK berjalan terkoordinasi, tertib, dan selaras dengan semangat menghadirkan kampus yang humanis dan integratif.
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 1 Gedung Prof. KH. Saifuddin Zuhri PAU tersebut dipimpin Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Abdur Rozaki, bersama Ketua PBAK 2026, Dr. Saifuddin, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dari berbagai fakultas, Presiden Mahasiswa DEMAU, Forum Komunikasi UKM, serta seluruh panitia PBAK 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pengukuhan panitia PBAK tingkat universitas dan fakultas yang telah dilaksanakan pada 6 Agustus 2026.
Dalam rapat, panitia memfinalisasi rundown dan agenda secara detail untuk tiga hari pelaksanaan PBAK. Pembahasan mencakup di antaranya kedatangan dan persiapan panitia, presensi mahasiswa baru di fakultas masing-masing, mobilisasi antarlokasi, pelaksanaan salat Dhuha, tausiyah Rektor, perpindahan mahasiswa menuju Gedung Multi Purpose (MP), hingga penampilan dari berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Detail mobilisasi menjadi salah satu perhatian utama. Panitia memetakan titik pengondisian mahasiswa baru di setiap fakultas, lokasi parkir, jalur perpindahan, serta pengaturan keluar-masuk di sejumlah lokasi kegiatan. Pengaturan ini disiapkan untuk mengantisipasi penumpukan sekaligus memastikan setiap tahapan kegiatan dapat berlangsung sesuai waktu yang telah ditetapkan. Dalam pembahasan, Prof. Abdur Rozaki juga menekankan perlunya koordinasi dengan takmir masjid agar proses mobilisasi dan pelaksanaan ibadah dapat berlangsung kondusif.
“Jangan lisan semua. Harus ada tulisan, supaya alurnya jelas dan semua orang terpandu,” tegas Prof. Abdur Rozaki, menekankan pentingnya panduan tertulis dalam pelaksanaan di lapangan.
Rangkaian PBAK juga memberikan ruang khusus bagi mahasiswa untuk mengenal kehidupan kemahasiswaan melalui sosialisasi dan penampilan berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Dalam rapat, panitia membahas agar pengenalan UKM tidak sekadar disampaikan melalui presentasi, tetapi dikemas secara kreatif melalui penampilan seni dan pertunjukan. Sejumlah UKM akan mendapat kesempatan memperkenalkan aktivitas dan potensinya kepada mahasiswa baru, sekaligus menunjukkan beragam ruang pengembangan minat, bakat, kreativitas, dan prestasi di lingkungan UIN Sunan Kalijaga.
Kehadiran UKM menjadi bagian penting dari PBAK karena kehidupan kemahasiswaan merupakan salah satu kekuatan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. UKM tidak hanya menjadi wadah aktivitas mahasiswa, tetapi juga ruang tumbuhnya kreativitas, prestasi, idealisme, kepedulian, dan komunitas. Karena itu, pengenalan UKM dalam PBAK diarahkan agar mahasiswa baru sejak awal memiliki gambaran mengenai berbagai pilihan ruang untuk mengembangkan potensi dirinya selama menempuh pendidikan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Kesiapan informasi juga menjadi bagian dari finalisasi. Panitia memastikan setiap detail alur kegiatan dapat tersampaikan kepada unsur terkait melalui panduan tertulis sehingga koordinasi di lapangan dapat berjalan efektif dan tidak hanya bergantung pada instruksi lisan. Data pendukung mahasiswa baru, termasuk informasi kesehatan, juga menjadi perhatian untuk mendukung pelaksanaan PBAK yang aman dan responsif.
Finalisasi ini sekaligus meneruskan semangat yang telah diteguhkan dalam pengukuhan panitia PBAK 2026 dengan tema “Humanisasi Profetik dan Kesadaran Kritis di Era Teknopoli.” Tema tersebut menjadi pijakan dalam menyiapkan PBAK sebagai ruang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal tradisi akademik sekaligus membangun kesadaran kritis dan karakter humanis.
Melalui koordinasi lintas unsur universitas, fakultas, panitia mahasiswa, dan UKM, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terus memastikan PBAK 2026 dipersiapkan secara matang hingga aspek teknis. Dengan demikian, PBAK tidak sekadar menjadi agenda penyambutan mahasiswa baru, tetapi menjadi pengalaman awal untuk mengenal kehidupan akademik dan kemahasiswaan sekaligus merasakan nilai-nilai humanis dan integratif yang menjadi karakter UIN Sunan Kalijaga. (humassk)