UIN SUKA

Rabu, 09 September 2026 17:02:00 WIB

0

UIN Sunan Kalijaga Luncurkan Sarjana Terapan Teknologi Produksi Halal, Siapkan SDM untuk Industri Halal Masa Depan

Ketika industri halal terus berkembang dan kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memiliki kompetensi teknis makin besar, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengambil langkah strategis dengan menghadirkan pendidikan vokasi di bidang teknologi produksi halal.

Langkah tersebut ditandai dengan launching Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Produksi Halal, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Kalijaga, yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertajuk “Peran Vokasi Halal dalam Mendukung Ekosistem Halal Nasional Menuju Indonesia sebagai Pusat Industri Halal Dunia” di Convention Hall Lantai 1 UIN Sunan Kalijaga, Rabu (9/9/2026).

Peluncuran ini menjadi momentum penting dalam pengembangan pendidikan terapan di UIN Sunan Kalijaga. Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Produksi Halal merupakan program sarjana terapan pertama di lingkungan UIN Sunan Kalijaga, sekaligus dirancang untuk menjawab kebutuhan industri halal yang makin kompleks dan lintas sektor.

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, mengatakan hadirnya program studi tersebut merupakan bagian dari komitmen UIN Sunan Kalijaga untuk terus beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Menurutnya, pendidikan tinggi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan teoritis, tetapi juga perlu memberikan kompetensi praktis yang dapat diterapkan secara langsung di tengah masyarakat dan dunia industri.

“Pendidikan vokasi memberikan ruang bagi kita untuk menghadirkan pendidikan yang lebih aplikatif sehingga lulusan memiliki kompetensi yang relevan dan siap berkontribusi di dunia kerja,” ujar Noorhaidi.

Ia mencontohkan sistem pendidikan di sejumlah negara yang memberikan porsi besar pada jalur pendidikan vokasi sebagai salah satu strategi menyiapkan tenaga profesional dan praktisi. Karena itu, UIN Sunan Kalijaga membuka peluang untuk terus mengembangkan pendidikan terapan pada bidang-bidang strategis lainnya.

“Ini bisa menjadi awal untuk pengembangan program-program studi terapan lainnya. Ke depan, bukan tidak mungkin kita mengembangkan fakultas vokasi,” tambahnya.

Noorhaidi mengapresiasi Fakultas Sains dan Teknologi serta Halal Center UIN Sunan Kalijaga yang telah menginisiasi lahirnya program studi tersebut. Menurutnya, pengembangan pendidikan vokasi halal merupakan langkah penting untuk memperkuat posisi UIN Sunan Kalijaga dalam menjawab kebutuhan ekosistem halal nasional.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Khurul Wardati, mengatakan Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Produksi Halal dirancang bukan sekadar untuk menghasilkan lulusan dengan pengetahuan tentang halal, tetapi untuk membangun kompetensi yang menghubungkan aspek sains, teknologi, produksi, sertifikasi, hingga kebutuhan industri.

Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pusat industri halal dunia. Selain didukung oleh populasi Muslim yang besar, Indonesia juga memiliki kerangka regulasi melalui Undang-Undang Jaminan Produk Halal serta ekosistem industri dan pendidikan yang terus berkembang.

“Program studi ini diharapkan menjadi wadah integrasi antara riset, sertifikasi, industri, dan pengembangan sumber daya manusia vokasi halal,” jelas Khurul.

Dari sisi hulu, mahasiswa akan diarahkan untuk memahami berbagai persoalan produksi halal, mulai dari riset bahan dan alternatif bahan yang memenuhi standar halal, proses pemeriksaan dan audit, hingga pengembangan serta inkubasi usaha mikro, kecil, dan menengah.

Sementara dari sisi hilir, kompetensi diarahkan pada pengembangan bisnis, business matching, akses pasar dan ekspor, serta penerapan teknologi untuk memastikan keterlacakan atau traceability produk halal.

Dengan pendekatan tersebut, pendidikan vokasi halal diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami prinsip halal secara normatif, tetapi juga memiliki kemampuan teknis untuk mengimplementasikannya dalam proses produksi dan industri.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Dr. H. Ahmad Haikal Hasan, yang hadir secara daring, menekankan bahwa perkembangan industri halal membuka peluang yang jauh lebih luas daripada sekadar sektor makanan dan minuman.

Menurutnya, sertifikasi halal kini berkembang ke berbagai sektor, termasuk barang gunaan, tekstil, fesyen, dan produk nonpangan lainnya. Perkembangan tersebut menghadirkan peluang sekaligus kebutuhan terhadap tenaga profesional yang memahami proses pemeriksaan, sertifikasi, dan pengembangan produk halal.

Ia juga mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat riset dan pengembangan halal secara lebih serius. Keberadaan pusat halal di lingkungan kampus, menurutnya, dapat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem halal yang menghubungkan pendidikan, penelitian, sertifikasi, dan industri.

Dalam paparannya, Haikal juga mengingatkan agar pemahaman mengenai halalan tayyiban tidak dipersempit hanya pada persoalan ada atau tidaknya unsur babi, lemak babi, maupun alkohol. Prinsip tayyib juga berkaitan dengan aspek kebaikan, kesehatan, keamanan, transparansi, dan proses produksi yang bertanggung jawab.

Perspektif tersebut menunjukkan bahwa industri halal merupakan bidang yang makin luas dan membutuhkan pendekatan multidisipliner, mulai dari sains dan teknologi, regulasi, manajemen, ekonomi, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Launching Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Produksi Halal tersebut turut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem halal nasional. Hadir secara langsung maupun daring jajaran pimpinan UIN Sunan Kalijaga, BPJPH, Bank Indonesia Perwakilan DIY, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), BRIN, akademisi, praktisi, serta mitra industri.

Sebanyak sekitar 150 Pendamping Proses Produk Halal (P3H) dari berbagai daerah juga mengikuti kegiatan tersebut.

Ketua Halal Center UIN Sunan Kalijaga, Dr. Imelda Fajriati, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem halal. Menurutnya, pengembangan pendidikan vokasi halal tidak dapat berjalan sendiri, tetapi membutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, lembaga sertifikasi, industri, lembaga keuangan, dan masyarakat.

Kolaborasi tersebut sekaligus melanjutkan sinergi Halal Center UIN Sunan Kalijaga dengan berbagai mitra strategis, termasuk Bank Indonesia Perwakilan DIY, yang telah dibangun selama sekitar empat tahun dalam penguatan ekosistem halal.

Seminar nasional yang menjadi rangkaian launching menghadirkan tiga narasumber, yakni Dr. Ferdiana Santy Direktur Kemitraan dan Kerja Sama BPJPH; Satriyo Krido Wahono, Ph.D. Kepala Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan BRIN; serta Ir. H. Putu Rahdhawiyasa, MBA., CIPM, Direktur Industri Produk Halal KNEKS.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan vokasi halal membutuhkan perspektif yang utuh, dari hulu hingga hilir. Perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai tempat pembelajaran, tetapi juga dapat menjadi ruang lahirnya inovasi, riset, talenta, dan kolaborasi baru bagi industri halal.

Hadirnya Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Produksi Halal menjadi bagian dari langkah lebih besar untuk memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan zaman.

Melalui perpaduan sains halal, teknologi halal, dan sumber daya manusia yang kompeten, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berupaya menyiapkan generasi profesional yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu ikut membangun dan memperkuat ekosistem industri halal Indonesia.

Langkah tersebut sekaligus menegaskan komitmen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk terus menghadirkan pendidikan yang relevan, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat serta perkembangan industri nasional.

Rangkaian launching Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Produksi Halal kemudian ditutup dengan penandatanganan kerja sama pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi antara Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga dengan sejumlah mitra strategis. Penandatanganan ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi, riset, pengabdian masyarakat, dan kebutuhan dunia industri halal.

Kerja sama dilakukan dengan LSP Halal Indonesia, LSP Wirausaha Mandiri Indonesia, PT Food Quality Certification, Balai Besar Laboratorium Kesehatan Yogyakarta, CV Agro Lestari Merapi (Suki Agro), CV Progress Jogja, PT Jogja Kulina Utama, CV Yumeda Pangan Sejahtera, PT Menida Food Industries, serta PT Boni Kuslan Kopi.

Penandatanganan dilakukan oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga, didampingi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, bersama para pimpinan dan perwakilan mitra. Kolaborasi tersebut mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus membuka ruang penguatan pengalaman praktis mahasiswa serta pengembangan riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri.

Bagi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, penguatan kemitraan tersebut menjadi bagian penting dari pengembangan pendidikan vokasi yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu, tetapi juga pada kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja dan kemampuan memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekosistem halal nasional. (humassk)