WhatsApp Image 2026-09-29 at 15.18.37(1).jpeg

Selasa, 29 September 2026 15:18:00 WIB

0

BPKH Gandeng UIN Sunan Kalijaga melalui Program “Dai Sejuta Mimbar”, Perkuat Literasi Haji dan Dakwah Digital

Menyiapkan masa depan bagi generasi muda tidak hanya tentang menyelesaikan pendidikan dan membangun karier, tetapi juga tentang merancang kehidupan yang sejalan dengan nilai dan tujuan keagamaan. Perspektif tersebut hadir dalam Sosialisasi Haji Muda dan Program Dai Sejuta Mimbar yang digelar di Interactive Center Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa (29/9/2026).


Mengusung tema “Program Sejuta Mimbar: Generasi Muda sebagai Penerus Dakwah Berbasis Platform Digital”, kegiatan ini diikuti sekitar 200 mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yayasan Harika untuk Kemanusiaan, dan Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini mempertemukan dua kebutuhan penting generasi digital: kemampuan merencanakan masa depan secara finansial dan kemampuan memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


Dekan FISHUM UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Erika Setyanti Kusumaputri, S.Psi., M.Si., dalam sambutannya mengajak mahasiswa mulai membangun kebiasaan menabung dan melakukan perencanaan keuangan sejak usia muda. Menurutnya, perencanaan yang dilakukan sejak dini dapat membantu mahasiswa mempersiapkan cita-cita menunaikan ibadah haji secara lebih matang.

Pesan tersebut kemudian diperdalam melalui edukasi Program Haji Muda yang disampaikan Deputi Bidang Penghimpunan BPKH, Dr. Juni Supriyanto, S.Kom., M.Si., Ak., M.Ak., CMA, SAS, CertDA. Ia menekankan bahwa perencanaan haji merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan kesadaran, literasi, dan perencanaan keuangan.


“Perencanaan haji perlu dipandang sebagai proses jangka panjang yang membutuhkan kesadaran, literasi, dan perencanaan keuangan. Karena itu, generasi muda perlu memperoleh informasi yang memadai sejak dini agar dapat mengambil langkah sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing,” ujarnya.

Tidak berhenti pada literasi haji, kegiatan juga menghubungkan isu tersebut dengan kompetensi mahasiswa Ilmu Komunikasi. Talkshow dan diskusi menghadirkan Dr. Banu Muhammad, S.E., M.S.E., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia; Syuhelmaidi Syukur, Ak. CA., Direktur Harika Foundation; Rizky Prayogo Ramadhan, S.E., M.Si., peneliti BRIN; serta Tito Ikhsan Rozak dari Sosplan Creative.


Para narasumber membahas berbagai perspektif mengenai generasi muda, perencanaan haji, literasi keuangan, kreativitas, hingga pemanfaatan platform digital untuk membangun dakwah yang relevan dengan karakter generasi muda. Mahasiswa juga memperoleh kiat membuat konten menarik yang relevan dengan bidang keilmuan yang mereka pelajari di Program Studi Ilmu Komunikasi.

Ruang digital dalam kegiatan ini tidak dipandang hanya sebagai media penyebaran informasi, tetapi sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam menyampaikan pesan keislaman. Melalui Program Dai Sejuta Mimbar, mahasiswa didorong untuk terlibat dalam produksi dan distribusi konten keagamaan yang edukatif, inspiratif, relevan, dan bertanggung jawab.

Keterlibatan mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam program tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana kompetensi akademik dapat diterapkan pada persoalan dan kebutuhan masyarakat. Kemampuan memahami audiens, mengolah pesan, serta memanfaatkan platform digital menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam memperluas pesan-pesan positif di ruang publik.

Bagi UIN Sunan Kalijaga, perjumpaan antara literasi keislaman, perencanaan finansial, ilmu komunikasi, dan teknologi digital menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Kampus tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas dan menghubungkan keilmuan dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, generasi muda diajak mengambil peran sesuai kapasitasnya: mempersiapkan haji sejak dini, meningkatkan literasi haji dan keuangan, memanfaatkan teknologi digital, serta menyebarkan pesan kebaikan melalui karya. Semangat tersebut menempatkan mahasiswa bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi sebagai generasi yang belajar, berkarya, dan berkontribusi di tengah masyarakat. (humassk)