WhatsApp Image 2026-10-21 at 11.14.14 (1).jpeg

Rabu, 21 Oktober 2026 11:55:00 WIB

0

Merawat Yogyakarta sebagai Kota Pelajar, Kapolda DIY dan UIN Sunan Kalijaga Bahas Kepemimpinan Berbasis Kearifan Lokal

YOGYAKARTA — Menjaga Yogyakarta sebagai kota pelajar membutuhkan sinergi berbagai elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi. Melalui kekuatan keilmuan, pengembangan nilai-nilai sosial, dan budaya dialog, kampus memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang aman, harmonis, dan kondusif.

Gagasan tersebut mengemuka dalam kunjungan silaturahmi Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Kapolda DIY) beserta jajaran ke UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (21/10/2026). Pertemuan yang berlangsung hangat di Ruang Rektor itu diterima langsung oleh Rektor Prof. Noorhaidi Hasan, didampingi Wakil Rektor I Prof. Istiningsih, Wakil Rektor II Prof. Mochamad Sodik, Wakil Rektor III Prof. Abdur Rozaki, serta sejumlah pimpinan universitas.

Dalam perbincangan tersebut, Rektor memaparkan perkembangan UIN Sunan Kalijaga, mulai dari penguatan sumber daya akademik, capaian nasional dan internasional, hingga perluasan bidang keilmuan melalui pembukaan sejumlah program studi baru, termasuk Fakultas Kedokteran. Salah satu capaian terbaru ialah posisi UIN Sunan Kalijaga pada peringkat 801–1000 dunia dalam Times Higher Education (THE) World University Rankings 2027.

Kapolda DIY mengapresiasi perkembangan tersebut dan memandang UIN Sunan Kalijaga sebagai salah satu model pengelolaan perguruan tinggi, baik dari aspek kelembagaan maupun pengembangan keilmuan. Menurutnya, kapasitas akademik dan nilai-nilai yang dikembangkan kampus merupakan modal penting dalam mendukung keamanan, ketertiban, dan kondusivitas masyarakat.

Sejalan dengan pesan Kapolri mengenai pentingnya kepolisian hadir bersama masyarakat, Kapolda menekankan perlunya membangun komunikasi dengan berbagai elemen, termasuk perguruan tinggi, sebagai mitra dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis.



Kepemimpinan Berbasis Kearifan Lokal

Diskusi kemudian berkembang pada prinsip-prinsip kepemimpinan yang berpijak pada nilai budaya dan spiritualitas. Kapolda mengangkat filosofi Jawa hamemayu hayuning bawana, yang mengandung pesan tentang tanggung jawab manusia dalam menjaga keselarasan dan merawat kehidupan.

Filosofi tersebut dipandang relevan sebagai landasan kepemimpinan yang mengedepankan kebijaksanaan, harmoni sosial, dan kepentingan bersama. Dalam konteks Yogyakarta, nilai-nilai kearifan lokal menjadi kekuatan penting untuk mempertemukan pendekatan kelembagaan modern dengan akar budaya masyarakat.

Pertemuan itu sekaligus membuka penjajakan kerja sama akademik maupun nonakademik antara UIN Sunan Kalijaga dan Polda DIY. Kapolda berharap komunikasi yang terbangun dapat berkontribusi dalam menjaga Yogyakarta sebagai kota pelajar yang aman dan kondusif.

Harapan tersebut disambut Rektor Prof. Noorhaidi Hasan yang menginginkan agar silaturahmi ini berlanjut melalui kerja sama konkret dan produktif bagi masyarakat DIY.

Melalui dialog dan penjajakan kolaborasi ini, UIN Sunan Kalijaga memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam pembangunan sosial. Kapasitas keilmuan dan nilai-nilai kearifan lokal menjadi pijakan untuk menghadirkan kontribusi akademik yang relevan bagi keamanan, keharmonisan, dan keberlanjutan Yogyakarta sebagai kota pendidikan.