YOGYAKARTA — Menjaga Yogyakarta sebagai kota pelajar membutuhkan sinergi berbagai elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi. Melalui kekuatan keilmuan, pengembangan nilai-nilai sosial, dan budaya dialog, kampus memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang aman, harmonis, dan kondusif.
Gagasan tersebut mengemuka dalam kunjungan silaturahmi Kepala Kepolisian
Daerah Istimewa Yogyakarta (Kapolda DIY) beserta jajaran ke UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta, Rabu (21/10/2026). Pertemuan yang berlangsung hangat di Ruang
Rektor itu diterima langsung oleh Rektor Prof. Noorhaidi Hasan, didampingi Wakil
Rektor I Prof. Istiningsih, Wakil Rektor II Prof. Mochamad Sodik, Wakil Rektor
III Prof. Abdur Rozaki, serta sejumlah pimpinan universitas.
Dalam perbincangan tersebut, Rektor memaparkan perkembangan UIN Sunan
Kalijaga, mulai dari penguatan sumber daya akademik, capaian nasional dan
internasional, hingga perluasan bidang keilmuan melalui pembukaan sejumlah
program studi baru, termasuk Fakultas Kedokteran. Salah satu capaian terbaru
ialah posisi UIN Sunan Kalijaga pada peringkat 801–1000 dunia dalam Times
Higher Education (THE) World University Rankings 2027.
Kapolda DIY mengapresiasi perkembangan tersebut dan memandang UIN Sunan
Kalijaga sebagai salah satu model pengelolaan perguruan tinggi, baik dari aspek
kelembagaan maupun pengembangan keilmuan. Menurutnya, kapasitas akademik dan
nilai-nilai yang dikembangkan kampus merupakan modal penting dalam mendukung
keamanan, ketertiban, dan kondusivitas masyarakat.
Sejalan dengan pesan Kapolri mengenai pentingnya kepolisian hadir bersama masyarakat, Kapolda menekankan perlunya membangun komunikasi dengan berbagai elemen, termasuk perguruan tinggi, sebagai mitra dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis.
Kepemimpinan Berbasis Kearifan Lokal
Diskusi kemudian berkembang pada prinsip-prinsip kepemimpinan yang berpijak
pada nilai budaya dan spiritualitas. Kapolda mengangkat filosofi Jawa hamemayu
hayuning bawana, yang mengandung pesan tentang tanggung jawab manusia
dalam menjaga keselarasan dan merawat kehidupan.
Filosofi tersebut dipandang relevan sebagai landasan kepemimpinan yang
mengedepankan kebijaksanaan, harmoni sosial, dan kepentingan bersama. Dalam
konteks Yogyakarta, nilai-nilai kearifan lokal menjadi kekuatan penting untuk
mempertemukan pendekatan kelembagaan modern dengan akar budaya masyarakat.
Pertemuan itu sekaligus membuka penjajakan kerja sama akademik maupun
nonakademik antara UIN Sunan Kalijaga dan Polda DIY. Kapolda berharap
komunikasi yang terbangun dapat berkontribusi dalam menjaga Yogyakarta sebagai
kota pelajar yang aman dan kondusif.
Harapan tersebut disambut Rektor Prof. Noorhaidi Hasan yang menginginkan
agar silaturahmi ini berlanjut melalui kerja sama konkret dan produktif bagi
masyarakat DIY.
Melalui dialog dan penjajakan kolaborasi ini, UIN Sunan Kalijaga memperkuat
perannya sebagai mitra strategis dalam pembangunan sosial. Kapasitas keilmuan
dan nilai-nilai kearifan lokal menjadi pijakan untuk menghadirkan kontribusi
akademik yang relevan bagi keamanan, keharmonisan, dan keberlanjutan Yogyakarta
sebagai kota pendidikan.