1002589907.jpg

Rabu, 28 Oktober 2026 09:42:00 WIB

0

Peringati Sumpah Pemuda, UIN Sunan Kalijaga Teguhkan Semangat Pengabdian dan Kepedulian

Semangat persatuan dalam keberagaman mewarnai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (28/10/2026). Mengenakan busana bernuansa wastra Nusantara, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga petugas keamanan mengikuti upacara di Lobi Lantai 1 Gedung Pusat Administrasi Universitas (PAU).


Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, bertindak sebagai pembina upacara. Dalam kesempatan tersebut, Rektor membacakan pidato Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, tentang “Patriotik, Gigih, Berempati, Pemuda untuk Indonesia”.

Pidato itu mengingatkan kembali pada ikrar para pemuda 98 tahun silam yang menyatukan perbedaan dan menguatkan tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa. Semangat tersebut perlu terus dihidupkan dalam karakter generasi penerus, melampaui peringatan yang bersifat seremonial.


Dalam pidato Rektor menekankan bahwa kemajuan Indonesia tidak cukup diukur dari pembangunan gedung, kecanggihan teknologi, ataupun kelimpahan kekayaan. Kemajuan berawal dari kualitas manusia, karakter, kecintaan kepada tanah air, kegigihan, dan kepedulian terhadap sesama.


Tiga karakter, yakni patriotik, gigih, dan berempati, menjadi pesan utama peringatan tahun ini. Patriotisme diwujudkan melalui pengabdian dan tindakan nyata. Kegigihan ditunjukkan dengan keteguhan menghadapi kesulitan dan kegagalan, sementara empati tumbuh dari kesediaan memahami serta membantu sesama.


“Sebab patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” lanjut Rektor saat membacakan pidato tersebut.

Bagi lingkungan perguruan tinggi, pesan itu memiliki kedekatan dengan tanggung jawab pendidikan: mengembangkan ilmu sekaligus membentuk manusia yang mampu menggunakan pengetahuannya untuk kepentingan masyarakat. Kampus menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar memimpin, bekerja sama di tengah perbedaan, serta menumbuhkan kepedulian sosial.

Kehadiran berbagai unsur warga UIN Sunan Kalijaga dalam balutan wastra Nusantara turut memberi makna pada peringatan tersebut. Keragaman busana menghadirkan kekayaan budaya Indonesia di ruang kampus, sejalan dengan semangat persatuan yang diwariskan Sumpah Pemuda.

Melalui pidatonya, Rektor juga mengajak generasi muda untuk berani bermimpi dan bekerja keras tanpa kehilangan kelembutan hati. Keberanian memimpin perlu berjalan bersama kesediaan melayani, sementara ilmu dan karya diarahkan menjadi bentuk pengabdian kepada bangsa.

“Jadikanlah setiap ilmu, setiap karya, dan setiap pengorbanan sebagai bukti cinta kita kepada Indonesia,” pesannya.

Peringatan Sumpah Pemuda di UIN Sunan Kalijaga menjadi momentum untuk menghubungkan kembali semangat persatuan dengan kehidupan kampus sehari-hari mellaui belajar dengan tekun, berkarya dengan tanggung jawab, dan hadir bagi masyarakat yang membutuhkan.(humassk)