IMG-20261029-WA0055.jpg

Kamis, 29 Oktober 2026 21:13:00 WIB

0

UIN Sunan Kalijaga Jadi Tuan Rumah OASE III PTKIN 2026, Satukan Iman, Sains, dan Riset untuk Kemajuan Bangsa

Integrasi nilai-nilai keagamaan dengan pengembangan sains dan riset menjadi salah satu langkah strategis perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi unggul yang mampu menjawab tantangan zaman. Semangat tersebut akan mewarnai penyelenggaraan Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia Tahun 2026 yang digelar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 3–7 November 2026.

Sebagai tuan rumah, UIN Sunan Kalijaga akan mempertemukan 497 mahasiswa dari 54 PTKIN di seluruh Indonesia dalam kompetisi yang mencakup 18 cabang lomba di bidang agama, sains, dan riset. Selain kompetisi, 34 PTKIN juga akan berpartisipasi dalam expo yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan OASE III PTKIN 2026. Keterlibatan puluhan perguruan tinggi ini memperkuat peran OASE sebagai ruang kolaborasi nasional untuk mengembangkan talenta mahasiswa, memperluas jejaring akademik, serta mendorong lahirnya inovasi berbasis integrasi keilmuan dan nilai-nilai keislaman.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi Hasan, menyampaikan bahwa menjadi tuan rumah OASE III merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi UIN Sunan Kalijaga. Pihaknya siap menyambut dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta, pimpinan, serta delegasi PTKIN yang hadir dari berbagai penjuru Indonesia.

“Prestasi bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi juga tentang proses, pengalaman, persahabatan, dan inspirasi yang kita bawa pulang,” ungkapnya dalam pesan penyambutan peserta OASE III PTKIN 2026.

Menurut Rektor, OASE bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang untuk mempertemukan semangat keagamaan, sains, dan riset dalam satu panggung. Melalui ajang ini, mahasiswa PTKIN diharapkan dapat menunjukkan potensi dan prestasinya dalam berbagai bidang keilmuan sekaligus memperkuat integrasi nilai-nilai keislaman dengan pengembangan ilmu pengetahuan.

Ia mengajak seluruh peserta untuk bertanding dengan penuh semangat, memberikan kemampuan terbaik, serta menjunjung tinggi integritas, sportivitas, dan fair play. Kemenangan, lanjutnya, tidak seharusnya menjadi satu-satunya tujuan. OASE juga perlu dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk memperluas silaturahmi, bertukar pengalaman, membangun jejaring, dan tumbuh bersama.

“Jadikan OASE sebagai kesempatan untuk memperluas silaturahmi, bertukar pengalaman, membangun jejaring, dan tumbuh bersama,” pesannya.

Senada dengan itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Abdur Rozaki, mengajak seluruh mahasiswa PTKIN menjadikan OASE sebagai panggung untuk membuktikan bahwa iman dapat menuntun ilmu, sains mampu menjawab tantangan zaman, dan riset dapat menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

“Dari event OASE ini akan lahir generasi unggul yang bukan hanya siap bersaing, tetapi juga mendorong kemajuan bangsa dan memberi arti bagi masa depan,” ungkapnya.

Ia berharap mahasiswa terus mengembangkan talenta, tekun berkarya, dan berani melampaui batas kemampuan diri. Kompetisi ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan sportivitas, mempererat persahabatan, serta membangun jejaring dan kolaborasi antarmahasiswa PTKIN di seluruh Indonesia.

Sebanyak 497 mahasiswa yang telah terpilih melalui seleksi online (daring) dari 1592 peserta, akan berkompetisi dalam 18 cabang lomba yang terbagi ke dalam tiga bidang utama. Bidang agama diikuti 221 peserta, bidang sains 109 peserta, dan bidang riset 167 peserta. Pembagian ini mencerminkan luasnya ruang pengembangan keilmuan di PTKIN, mulai dari penguatan tradisi intelektual keislaman hingga penguasaan sains dan pengembangan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Bidang agama mencakup enam cabang, yaitu Sosial Kemasyarakatan dengan 31 peserta, Astronomi Islam/Ilmu Falak dengan 35 peserta, Karya Tulis Al-Qur’an dengan 39 peserta, Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) dengan 40 peserta, Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ) dengan 36 peserta, serta Da’i dengan 40 peserta. Cabang-cabang ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman keagamaan sekaligus mengaktualisasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial.

Sementara itu, bidang sains mempertandingkan Matematika, Fisika, Biologi, dan Kimia, masing-masing diikuti 10 peserta. Dua cabang lainnya, yakni Robotik dengan 39 peserta dan Desain Arsitektur Islam dengan 30 peserta, melibatkan peserta yang berkompetisi dalam tim. Bidang ini mendorong mahasiswa mengasah kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Adapun bidang riset diikuti 167 peserta dalam enam cabang, yaitu Literasi Inovasi dan Teknologi dengan 37 peserta, Nanoteknologi dan Kesehatan dengan 32 peserta, Produk Halal dan Ketahanan Pangan Halal dengan 27 peserta, Ekoteologi (Tata Kelola Limbah dan Lingkungan Hidup) dengan 29 peserta, Teknologi Konservasi Energi untuk Kampus Hijau dengan 30 peserta, serta Virtual Trading dengan 12 peserta.

Keragaman cabang tersebut menunjukkan bahwa pengembangan keilmuan di lingkungan PTKIN tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga pada upaya menghadirkan solusi inovatif dalam bidang kesehatan, teknologi, pangan halal, pelestarian lingkungan, energi, dan ekonomi.

Selain kompetisi, OASE III PTKIN 2026 menghadirkan expo yang diikuti 34 PTKIN dan berlokasi di Halaman Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi ruang bagi perguruan tinggi untuk memperkenalkan potensi, karya, dan inovasi sekaligus memperluas interaksi di luar arena perlombaan.

Melalui expo, perguruan tinggi peserta memiliki kesempatan untuk membangun komunikasi, memperkuat jejaring, serta membuka peluang kerja sama. Penyelenggaraan OASE juga melibatkan akademisi dan pakar sebagai dewan juri pada berbagai cabang lomba untuk mendukung proses penilaian sesuai bidang keilmuan masing-masing serta menjaga kualitas kompetisi.

Sebagai ajang dua tahunan, OASE sebelumnya diselenggarakan di UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada 2021 dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2023. Penyelenggaraan edisi ketiga di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi kelanjutan upaya memperkuat ekosistem kompetisi akademik dan pengembangan talenta mahasiswa PTKIN secara nasional.

Bagi UIN Sunan Kalijaga, penyelenggaraan OASE III PTKIN 2026 menjadi momentum untuk memperkuat peran perguruan tinggi Islam dalam membangun pendidikan tinggi yang integratif, inovatif, dan berdampak. Integrasi keilmuan dan keislaman diharapkan tidak berhenti pada wacana akademik, tetapi diwujudkan melalui karya, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Melalui semangat “Tumbuh & Berkembang Bersama Prestasi”, UIN Sunan Kalijaga mengajak seluruh kontingen menjadikan OASE III PTKIN 2026 sebagai ruang untuk bertumbuh dan berkembang bersama. Lebih dari sekadar persaingan meraih prestasi, ajang ini diharapkan melahirkan generasi unggul yang menjunjung sportivitas, memperkuat kolaborasi, serta mampu membawa ilmu, iman, dan riset menjadi kekuatan untuk memajukan bangsa dan memberikan manfaat bagi masa depan.

Informasi lebih lanjut mengenai rangkaian kegiatan OASE III PTKIN 2026 dapat diakses melalui laman resmi oase.uin-suka.ac.id dan akun Instagram @oaseptkin.2026. (humassk)