Robotika, nanoteknologi, dan riset kesehatan akan menjadi daya tarik Expo Inovasi OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sebanyak 34 perguruan tinggi keagamaan Islam negeri dijadwalkan memperkenalkan karya mahasiswa dalam agenda yang direncanakan dibuka pada 4 November mendatang.
Berlokasi di Halaman Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, ekspo ini menawarkan kesempatan melihat langsung perkembangan teknologi dari kampus Islam. Di balik identitas keagamaannya, PTKIN memiliki mahasiswa yang mengembangkan penelitian tentang material, kesehatan, pangan, hingga keberlanjutan lingkungan.
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, menjelaskan bahwa ekspo memberi ruang bagi kampus peserta untuk memperkenalkan karya sekaligus bertukar pengetahuan.
“Ekspo menjadi kesempatan bagi mahasiswa menjelaskan proses penelitian dan menerima masukan. Pertemuan antarkampus juga membuka kemungkinan mempertemukan gagasan dengan keahlian serta fasilitas yang diperlukan untuk pengembangan berikutnya,” ujarnya.
Selain membuka peluang kolaborasi, karya-karya yang ditampilkan dalam ekspo juga menjadi sarana memperkenalkan kapasitas akademik PTKIN kepada publik. Sejalan dengan itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Amien Suyitno, menekankan bahwa karya mahasiswa perlu menjadi bagian utama dalam memperkenalkan kualitas PTKIN kepada masyarakat.
“Publik perlu melihat apa yang dikerjakan mahasiswa PTKIN di laboratorium dan ruang riset. Ada robotika, nanoteknologi, kesehatan, serta teknologi pangan. Karya-karya inilah yang harus berbicara tentang kemampuan kampus Islam,” ujarnya.
Ia menilai penguasaan teknologi memperluas kontribusi PTKIN dalam pembangunan. Bekal keagamaan dapat memperkuat tanggung jawab mahasiswa ketika mengembangkan dan menggunakan ilmu pengetahuan.
“Mahasiswa perlu memahami cara kerja teknologi sekaligus akibat penggunaannya bagi manusia dan lingkungan. Di situlah pendidikan keagamaan dan penguasaan sains saling memperkuat,” lanjutnya.
Tradisi inovasi tersebut telah berkembang sejak penyelenggaraan OASE sebelumnya. Pada OASE I di Banda Aceh tahun 2021, mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga meraih juara pertama bidang Nanoteknologi dan Produk Kesehatan melalui penelitian formulasi mikrokapsul ekstrak anggur laut berbasis nanokitosan.
Direktur Diktis, Prof. Sahiron, menilai rekam jejak tersebut menunjukkan bahwa pengembangan sains di PTKIN memiliki kesinambungan. Tantangannya adalah memperkuat mutu penelitian di balik setiap karya.
“Kecanggihan tampilan harus disertai penjelasan ilmiah. Mahasiswa perlu mampu menjawab masalah apa yang diteliti, bagaimana metodenya, apa hasil pengujiannya, dan di mana keterbatasannya. Itu yang membuat inovasi memiliki bobot akademik,” katanya.
Pada OASE III 2026 yang akan digelar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, cabang Robotik diikuti 39 mahasiswa, sementara Nanoteknologi dan Kesehatan diikuti 32 mahasiswa. Keduanya menjadi bagian dari kompetisi yang mempertemukan 497 finalis dari 54 PTKIN setelah seleksi daring yang diikuti 1.592 mahasiswa.
Melalui AOSE III ini, pengunjung akan mendapat gambaran tentang luasnya bidang yang dikembangkan mahasiswa PTKIN. Selain robotika dan kesehatan, rangkaian OASE mencakup teknologi produk halal, ketahanan pangan, pengelolaan limbah, serta konservasi energi.
Melalui karya-karya tersebut, mahasiswa kampus Islam membawa pertanyaan yang relevan bagi masa depan, yakni bagaimana ilmu yang dipelajari dapat membantu manusia hidup lebih sehat, memenuhi kebutuhan pangan, dan menjaga lingkungan.
UIN Sunan Kalijaga bangga menjadi tuan rumah pertemuan yang memperlihatkan keluasan potensi mahasiswa PTKIN. Kebanggaan ini sekaligus menjadi komitmen untuk menghadirkan suasana akademik yang terbuka, tempat setiap karya memperoleh apresiasi, masukan, dan kesempatan untuk dikembangkan.
Informasi rangkaian OASE III PTKIN 2026 tersedia melalui oase.uin-suka.ac.id dan Instagram @oaseptkin.2026.(humassk)