Tadarus Difabel Minggu ke-94
Minggu lalu, kami di PLD melaksanakan pertemuan bersama dengan sekian jumlah calon mahasiswa difabel yang hadir didampingi orang tua atau wali mereka. Kami duduk bersama, berbagi cerita, harapan… Saling mendengarkan satu sama lainnya
Seperti yang sudah-sudah, kami merayakan sekecil apapun pencapaian. Kita jarang mengingat semua percakapan yang pernah terjadi.
Tetapi kita hampir selalu mengingat bagaimana seseorang membuat kita merasa.
Mungkin karena sejatinya manusia tidak hanya hidup oleh kata-kata, tetapi juga oleh suasana yang diciptakan oleh kehadiran sesamanya. Rasa-rasanya, saya melihat di ruang pertemuan itu, inklusi menemukan bentuknya yang paling sederhana. Tidak lagi sebagai sebuah slogan.
Memang tidak semua kehadiran meninggalkan jejak yang sama.
Ada yang datang membawa suara.
Ada yang datang membawa pengetahuan.
Ada pula yang datang *membawa ketenangan.
Yang terakhir ini sering kali tidak banyak terlihat, tetapi *paling lama tinggal dalam ingatan.
Di PLD kami memahami bahwa* memang banyak hal di dunia ini bergerak begitu cepat. Orang berlomba menjadi yang paling didengar, paling dikenal, paling dianggap penting. Di tengah keramaian seperti itu, ketenangan menjadi sesuatu yang langka, sebagai sebuah rasa yang muncul ketika seseorang tidak lagi merasa perlu menyembunyikan dirinya.
Mungkin juga karena ketenangan tidak lahir dari keinginan untuk menonjol, ketenangan datang dari kesediaan untuk hadir sepenuhnya. Dalam ruang-ruang inklusi, hingga terasa begitu dekat.
Bukan hadir hanya bicara tentang akses, teknologi, atau kebijakan. Semua itu penting. Namun, ada sesuatu yang tidak pernah selesai diatur oleh regulasi, yaitu cara manusia saling memandang.
Seseorang bisa memasuki sebuah ruangan tanpa hambatan fisik, tetapi tetap merasa asing.
Sebaliknya, sebuah ruang yang sederhana dapat terasa luas ketika di dalamnya tidak ada lagi kebutuhan untuk berpura-pura menjadi orang lain.
Barangkali itulah sebabnya _mengapa kehangatan tidak pernah bisa diproduksi oleh sistem atau oleh selembar Surat Keputusan. Ia tumbuh perlahan melalui perjumpaan-perjumpaan yang jujur.
_*Pada suatu pertemuan,*_ Juli 2026