UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melalui Tim Kemahasiswaan menyelenggarakan kegiatan Pengarahan dan Penyerahan Buku Tabungan bagi mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) Rekrutmen 2025, Senin (10/11/2025), di Aula Convention Hall Lantai 2 kampus setempat.
Sebanyak 400
mahasiswa resmi menerima buku rekening dan kartu ATM yang diserahkan secara
langsung oleh tim dari Bank Negara Indonesia (BNI) selaku mitra penyalur
beasiswa. Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja
Sama, Dr. Abdur Rozaki, beserta para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja
Sama di lingkungan UIN Sunan Kalijaga.
Dalam
sambutannya, Dr. Abdur Rozaki menyampaikan bahwa alokasi KIP Kuliah yang
diterima kampus pada tahun ini terbatas. Dari ribuan pendaftar, hanya 400
mahasiswa yang dinyatakan lolos dan memenuhi kriteria berdasarkan seleksi
administrasi, wawancara, hingga visitasi lapangan.
“Kami
menyampaikan permohonan maaf karena alokasi kuota KIP Kuliah yang diterima dari
Kementerian Agama pada tahun 2025 hanya berjumlah 400 mahasiswa. Proses seleksi
telah dilakukan secara ketat dan berlapis. Dengan mekanisme ini, kami berupaya memastikan
bahwa bantuan diberikan kepada mahasiswa yang benar-benar berasal dari keluarga
dengan kondisi sosial ekonomi tidak mampu,” ujarnya.
Dr. Rozaki juga
menegaskan komitmen universitas dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas
proses penerimaan KIP Kuliah. Ia meminta para mahasiswa untuk bersikap jujur
mengenai kondisi sosial ekonomi yang sebenarnya serta mengimbau agar
memanfaatkan kanal pengaduan resmi melalui media sosial kemahasiswaan apabila
menemukan indikasi penerima yang tidak memenuhi kriteria. Selain itu, ia juga
mengingatkan agar mahasiswa waspada terhadap segala bentuk pungutan liar dari
pihak mana pun.
“Tidak ada
ruang bagi praktik manipulasi data maupun pungutan liar dalam penyaluran KIP
Kuliah. Jika ditemukan pungutan dalam bentuk apa pun, segera laporkan. Hak
mahasiswa wajib diterima secara penuh tanpa pemotongan,” ujarnya menegaskan.
Lebih lanjut,
ia menekankan bahwa KIP Kuliah adalah amanah negara yang harus dijaga melalui
prestasi. Mahasiswa diminta mempertahankan IPK minimal 3,25 sebagai syarat
keberlanjutan beasiswa.
“Kalau Anda
tidak serius kuliah dan IPK kurang dari 3,25, beasiswa akan dialihkan kepada
mahasiswa lain yang lebih berhak. Jika kondisi ekonomi keluarga membaik, segera
laporkan,” katanya.
Di hadapan
penerima beasiswa, Dr. Rozaki juga memotivasi mahasiswa agar menyiapkan diri
untuk studi lanjut, termasuk meraih beasiswa S2 dan S3 di luar negeri. Ia menyebutkan
bahwa UIN Sunan Kalijaga telah menjalin kerja sama akademik dengan SOAS
University (London) dan University of Edinburgh.
“Belajar bahasa Inggris, belajar academic writing.
Kesempatan akademik sudah terbuka. Anda memasuki gerbang ilmu melalui KIP
Kuliah, jaga amanah ini, lulus tepat waktu, lalu kejar beasiswa berikutnya,”
tuturnya.
Dari pihak BNI, Tim Business Solution BNI Wilayah 17 menghadirkan
edukasi literasi keuangan kepada mahasiswa baru penerima KIP Kuliah. Arifah,
perwakilan BNI, menegaskan agar mahasiswa mengabaikan pesan WhatsApp atau
tautan mencurigakan yang mengatasnamakan BNI.
“Abaikan pesan
yang meminta data pribadi atau mengarahkan ke tautan tertentu. Penerima KIP-K
BNI tidak dikenakan biaya apa pun,” jelasnya.
Sementara itu,
Digital Business Solution Team Leader BNI Wilayah 17, Joko Dwi Harsono,
memberikan materi terkait literasi keuangan sebagai upaya membekali mahasiswa
dengan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang sehat dan bertanggung
jawab.
Program KIP
Kuliah menjadi salah satu instrumen afirmasi untuk membuka akses pendidikan
tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. UIN Sunan Kalijaga menegaskan
bahwa keberhasilan akademik penerima KIP Kuliah tidak hanya menjadi prestasi
individu, tetapi juga wujud pertanggungjawaban terhadap negara dan generasi
berikutnya. (humassk)