Yogyakarta — Muhammad Ainul Yaqin, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, menorehkan prestasi gemilang di tahun 2025. Mahasiswa angkatan 2023 asal Cilacap ini terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi UIN Sunan Kalijaga 2025 pada level kompetisi internasional, mewakili Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jamaah Cinema Mahasiswa (JCM). Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Anugerah Kalijaga Prestasi Mahasiswa 2025, Jumat (28/11/2025).
Tidak hanya satu, nama Ainul tercatat 16 kali dalam daftar penerima penghargaan Kalijaga Prestasi 2025. UKM JCM tempatnya bernaung juga meraih predikat “UKM dengan Prestasi Terbaik Tahun Ini”, menegaskan konsistensi mereka dalam dunia film mahasiswa.
Awal Ketertarikan pada Film
Kecintaan Ainul pada dunia film bermula sejak ia duduk di bangku SMA. Memasuki UIN Sunan Kalijaga, ia memilih Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam serta langsung bergabung dengan UKM JCM untuk memperdalam kritik film. Namun dalam perjalanannya, ia justru menemukan passion baru: proses produksi di balik layar.
“Dulu saya hanya menikmati film. Setelah masuk JCM, saya jadi tahu bagaimana serunya film itu dibuat,” ungkapnya saat ditemui di Student Center, Sabtu (29/11/2025).
Di JCM, Ainul kemudian dipercaya sebagai Ketua Divisi Distribusi Film, sebuah bidang yang menurutnya sering terlupakan dalam proses produksi. “Tahap distribusi adalah jembatan agar karya bisa bertemu penontonnya,” jelasnya. Baginya, film yang hebat bukan hanya selesai diproduksi, tetapi juga sampai kepada penonton.
Deretan Film dan Prestasi
Sejak aktif di JCM pada 2023, Ainul telah terlibat dalam berbagai produksi film pendek yang meraih penghargaan nasional dan internasional. Beberapa di antaranya:
DOWET (2023) – Juara 2 Psychofancy Short Movie Competition 2025
Berkembang (2024) – Juara 3 Short Movie HMP Festival UTY 2024; Juara 2 Short Movie FTII UHAMKA 2024
Basmalah (2024) – Juara 3 Psychofancy Short Movie Competition 2025
Menyapa Terang di Ujung Malam (2024) – Film dengan penghargaan terbanyak hingga 2025, termasuk nominasi FFPMB Kementerian Agama RI, Best Actor tingkat internasional, Best Story Telling, Best Cinematography, Best Film Pendek Pilihan Penonton, Platinum Medal Festival Seiba Internasional, hingga screening di JAFF 2025
Kancing (2024) – Juara 2 Festival Film Pendek Tem@n Anak Ecpat Indonesia & Kementerian PPA
NAPEK (2025) – Juara 3 Short Films CHHAYANAT Internasional, Jadavpur University India
The Qwerty Book (2025) – Juara 1 Fiscreation 2025 UNY; Best Cinematography Bulan Komunikasi Internasional
Asa (2024) – Film pertama yang ia sutradarai; meraih 3 penghargaan nasional
Geprek Oppa (2025) – Kolaborasi dengan Jogja Film Academy; meraih 3 juara pertama nasional
serta puluhan karya lainnya yang memperkaya portofolionya.
Dari seluruh film yang dibuat, Ainul menyebut Berkembang (2024) sebagai karya paling berkesan. Film yang awalnya hanya tugas UTS itu justru menjadi pintu masuk prestasinya. “Menurutku, film ini yang membawa saya menjadi mahasiswa berprestasi. Dari sinilah awal semuanya,” ujarnya.
Pesan Inspiratif dan Harapan ke Depan
Pengalamannya mengikuti berbagai kompetisi membuat Ainul banyak belajar tentang dunia film. Ia juga terinspirasi oleh pesan dari Agus Sularto pada sebuah malam Anugerah Film di Bandung: “Setiap karya ada nasibnya, dan setiap nasib ada karyanya.” Kalimat itu membuatnya semakin percaya diri untuk terus berkarya.
“Distribusi adalah awal perjalanan sebuah film menemukan maknanya,” tegas Ainul, menekankan kembali pentingnya memastikan karya dapat bertemu penontonnya.
Ke depan, ia berharap dapat terus berkarya di dunia perfilman serta membawa nama UIN Sunan Kalijaga ke panggung internasional. Prestasinya membuktikan bahwa kreativitas, kerja keras, dan konsistensi dapat membawa mahasiswa pada pencapaian tertinggi.
Muhammad Ainul Yaqin kini menjadi salah satu simbol kebanggaan UIN Sunan Kalijaga—bukan hanya sebagai pembuat film, tetapi sebagai inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berkarya tanpa batas.(humassk)