WhatsApp Image 2026-04-23 at 15.45.17.jpeg

Kamis, 23 April 2026 14:00:00 WIB

0

Perkuat Jejaring Global, UIN Sunan Kalijaga Jajaki Kerja Sama dengan Australian Catholic University

Upaya membangun jejaring akademik global kembali ditegaskan UIN Sunan Kalijaga melalui kunjungan delegasi Australian Catholic University (ACU), Rabu (22/4/2026). Pertemuan yang berlangsung di Gedung PAU lantai 2 ini menjadi ruang dialog strategis untuk menyelaraskan arah kolaborasi pendidikan dan riset lintas negara.

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, menegaskan bahwa kolaborasi internasional harus berangkat dari identitas dan kekuatan institusi. UIN, menurutnya, hadir sebagai kampus inklusif yang membuka akses pendidikan bagi semua kalangan, termasuk mahasiswa lintas agama dan penyandang disabilitas.


“Kerja sama ini bukan sekadar jejaring, tetapi upaya bersama menghadirkan pendidikan yang relevan dan berdampak. UIN Sunan Kalijaga siap menjadi mitra terbuka, termasuk dalam pengembangan riset kolaboratif,” ujarnya.

Komitmen tersebut diperkuat oleh Ketua Center for Developing Cooperation and International Affairs (CDCIA), Witriani, yang menekankan bahwa internasionalisasi harus diarahkan pada peningkatan kualitas akademik secara nyata.

Menurutnya, kolaborasi global perlu diterjemahkan dalam bentuk konkret, seperti riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga pengembangan program akademik yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.

Gayung bersambut, Presiden Australian Catholic University, Zlatko Skrbis, menegaskan kesiapan institusinya untuk membangun kolaborasi berkelanjutan dengan UIN Sunan Kalijaga, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi. Ia menyampaikan bahwa kekuatan ACU pada riset bertaraf global serta pengembangan bidang strategis seperti kesehatan, pendidikan inklusif, hingga isu keadilan sosial dapat menjadi titik temu dengan arah pengembangan keilmuan UIN yang integratif-interkonektif.

Kunjungan ini juga membuka peluang pengembangan riset yang lebih aplikatif dan berdampak, termasuk melalui kolaborasi dengan industri dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Arah ini dinilai penting untuk memastikan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Bagi UIN Sunan Kalijaga, penguatan kerja sama internasional bukan sekadar simbol globalisasi, melainkan bagian dari strategi membangun ekosistem akademik yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing global.

Di titik ini, kolaborasi menjadi lebih dari sekadar pertukaran, ia adalah pertemuan nilai. Ketika dua institusi dengan latar berbeda berbagi visi tentang pendidikan yang manusiawi dan berkelanjutan, di situlah masa depan keilmuan menemukan relevansinya.(humassk)