UIN Sunan Kalijaga tidak hanya menghadirkan ruang diskusi dalam Lokakarya UI GreenMetric, tetapi juga menunjukkan praktik nyata keberlanjutan di lingkungan kampus. Rangkaian kegiatan yang diikuti puluhan perguruan tinggi keagamaan Islam dan diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga pada Rabu (29/4/2026) itu dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke sejumlah fasilitas kampus.
Melalui kunjungan tersebut, Koordinator Pusat Pemeringkatan dan SDGs, Dr. Ir. Trio Jonathan bersama tim memandu para delegasi untuk meninjau secara langsung implementasi prinsip keberlanjutan yang dikembangkan UIN Sunan Kalijaga.
Salah satu titik kunjungan adalah laboratorium yang menjadi ruang hilirisasi praktik keberlanjutan di tingkat kampus. Di lokasi ini, UIN Sunan Kalijaga menampilkan berbagai inovasi melalui expo industri yang memperlihatkan keterhubungan antara riset, edukasi, dan pemanfaatan teknologi sederhana yang aplikatif. Sistem pengolahan sampah organik dan anorganik yang ditunjukkan tidak hanya berorientasi pada pengurangan limbah, tetapi juga pada pengelolaan berkelanjutan yang bernilai guna.
Selain itu, para delegasi juga mengunjungi Pusat Layanan Difabel dan Perpustakaan, khususnya ruang Difabel Corner, sebagai representasi komitmen UIN Sunan Kalijaga dalam membangun kampus inklusif. Fasilitas ini dirancang untuk memastikan akses setara terhadap sumber belajar, dengan dukungan sarana yang ramah difabel serta layanan pendampingan yang adaptif terhadap kebutuhan pengguna.
Kehadiran Difabel Corner menunjukkan bahwa keberlanjutan di UIN Sunan Kalijaga tidak hanya dimaknai dalam konteks lingkungan, tetapi juga mencakup dimensi sosial, yakni keadilan akses dan penghormatan terhadap keberagaman.
Sejalan dengan hal tersebut, Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof, Noorhaidi Hasan menegaskan dalam seremonial penutupan, bahwa isu keberlanjutan kini menjadi tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan dalam langkah nyata di lingkungan perguruan tinggi. Komitmen tersebut, menurutnya, terus diperkuat salah satunya melalui partisipasi UIN Sunan Kalijaga dalam jejaring UI GreenMetric yang membuka ruang kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antar kampus.
Ia juga mengapresiasi peran Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga yang dinilai berhasil menghadirkan forum yang tidak hanya kaya gagasan, tetapi juga memuat nilai inklusivitas, kepedulian lingkungan, serta dorongan terhadap inovasi.
“Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir. Kami berharap pertemuan ini menjadi awal yang baik untuk memperkuat kolaborasi dan bersama-sama mewujudkan misi keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen kampus dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan tantangan zaman, serta berkontribusi nyata bagi keberlanjutan peradaban. Sejalan dengan gagasan ekoteologi yang digaungkan Menteri Agama, UIN Sunan Kalijaga sebagai PTKIN mendorong pemaknaan agama tidak hanya pada dimensi spiritual, tetapi juga sebagai landasan etis untuk menghadirkan aksi nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Hari keduanya semua peserta Lokakarya diajak langsung ke lokasi Bendosari, Sleman yang merupakan Desa Binaan LPPM UIN Sunan Kalijaga, yaitu kebun jambu kristal, mangga, pepaya serta peternakan kambing dan ayam. (humassk)