UIN Sunan Kalijaga Yogyakarka semakin mengokohkan namanya di panggul global. Berdasarkan data benchmarking SciVal dan Scopus per Mei 2026, UIN Sunan Kalijaga berhasil meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah internasional sekaligus memperkuat dampak akademiknya melalui kenaikan jumlah sitasi. Capaian tersebut menjadi indikator penting dalam mengukur kualitas riset, daya saing akademik, serta reputasi global perguruan tinggi Islam di dunia.
Ketua LPPM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Abdul Qoyum, menegaskan bahwa produktivitas publikasi internasional UIN Sunan Kalijaga terus menunjukkan tren positif dan semakin menguatkan posisi kampus dalam jejaring akademik global. Peningkatan tersebut mencerminkan semakin kokohnya budaya riset di lingkungan kampus, meluasnya kolaborasi ilmiah lintas negara, serta meningkatnya pengakuan komunitas akademik internasional terhadap kualitas penelitian yang dihasilkan oleh sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga, yang kini semakin aktif berkontribusi dalam percakapan ilmiah global.
Hal ini terlihat jelas pada indikator Scholarly Output atau jumlah dokumen publikasi internasional, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berhasil menempati posisi teratas di lingkungan PTKIN dengan total 426 dokumen selama periode 2025–2026.
“UIN Sunan Kalijaga semakin mengokohkan eksistensinya di panggung akademik global. Sepanjang tahun 2026 hingga periode pengambilan data, UIN Sunan Kalijag berhasil menghasilkan 118 dokumen internasional bereputasi, tertinggi di lingkungan PTKIN,” ujarnya.
Dr. Qoyum menambahkan, kualitas riset dan publikasi ilmiah sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga kini semakin diakui dalam lanskap akademik global. Publikasi yang dihasilkan tidak hanya kompetitif pada level internasional, tetapi juga memiliki dampak akademik tinggi dan banyak menjadi rujukan peneliti dunia. Pengakuan global tersebut tercermin dari capaian UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang kembali menempati posisi tertinggi PTKIN dengan total 898 sitasi internasional.
Menanggapi hal tersebut, Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi Hasan, menegaskan bahwa capaian publikasi dan sitasi internasional tersebut menjadi bukti semakin kokohnya posisi UIN Sunan Kalijaga dalam jejaring akademik global. Menurutnya, penguatan riset dan publikasi internasional merupakan bagian penting dari strategi besar transformasi UIN Sunan Kalijaga menuju perguruan tinggi bereputasi dunia.
“Peningkatan produktivitas publikasi internasional tidak hanya mencerminkan kinerja akademik, tetapi juga menjadi indikator kuat semakin kokohnya reputasi global UIN Sunan Kalijaga. Capaian ini menegaskan bahwa transformasi riset yang sedang dibangun berjalan pada arah yang tepat, yakni memperkuat daya saing internasional, memperluas pengakuan akademik global, serta menempatkan UIN Sunan Kalijaga semakin diperhitungkan dalam peta keilmuan dunia,” ujarnya.
Ia menambahkan, capaian tersebut tidak hanya mencerminkan keberhasilan akademik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya strategis UIN Sunan Kalijaga dalam memperluas jejaring kerja sama internasional, meningkatkan kolaborasi riset global, serta memperkokoh eksistensi kampus pada panggung keilmuan dunia.
Keberhasilan menjadi PTKIN dengan publikasi dan sitasi internasional tertinggi tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga mencerminkan kontribusi nyata UIN Sunan Kalijaga yang melibatkan dosen, peneliti, maupun mahasiswa dalam menghadirkan riset yang relevan, berdampak, dan diakui oleh komunitas akademik global. Capaian ini sekaligus menjadi momentum penguatan bagi UIN Sunan Kalijaga untuk terus memperluas jejaring internasional serta mempertegas kiprahnya sebagai perguruan tinggi bereputasi dunia.
Penguatan tersebut tidak hanya tercermin dari peningkatan produktivitas publikasi dan sitasi internasional, tetapi juga dari semakin kuatnya rekognisi pada level pemeringkatan global yang telah diraih sebelumnya. Dalam bidang Religious Studies, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berhasil menempati peringkat 37 dalam QS World University Rankings by Subject: serta peringkat 7 dalam Scimago Institutions Rankings pada subject yang sama, yang menunjukkan posisi kompetitif institusi dalam lanskap akademik dunia.
Capaian ini semakin diperkuat oleh keberadaan 5 jurnal bereputasi yang terindeks Scopus sebagai bagian dari ekosistem riset institusi dalam memperluas diseminasi pengetahuan di tingkat internasional. Dengan demikian, berbagai capaian tersebut menegaskan semakin kuatnya integrasi UIN Sunan Kalijaga dalam jejaring keilmuan global serta meningkatnya daya saing akademik di tingkat internasional.(humassk)