1002113870.jpg

Minggu, 24 Mei 2026 17:53:00 WIB

0

UIN Sunan Kalijaga Perkuat Moderasi Islam Global melalui Seminar Internasional di Imam Bukhari International Scientific Research

Delegasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melakukan kunjungan akademik ke Imam Bukhari International Scientific Research Center dalam rangka penyelenggaraan Seminar Ilmiah Internasional bertajuk “Toleransi dan Kerukunan Beragama dalam Perspektif Imam Bukhari” di Samarkand, Uzbekistan, pada tanggal 24-25 Mei 2026.


Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tashkent,  Kalijaga Institute for Justice ( KIJ) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Imam Bukhari International Scientific Research Center sebagai bagian dari upaya memperkuat dialog keislaman moderat, toleransi, serta kerja sama akademik dan budaya antara Indonesia dan Uzbekistan.

Delegasi UIN Sunan Kalijaga yang dipimpin oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, disambut langsung oleh  Wakil Gubernur Samarkand, Dr. Rustam Qobilov, serta Wakil Direktur Imam Bukhari International Scientific Research Center, Dr. Otabek Muhammad, yang kemudian  menjelaskan   perkembangan center  dan museum yang menjadi kunjungan  umat  Islam dan akademisi dari berbagai negara. Seminar juga dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Uzbekistan, Prof. Siti Ruhaini Dzuhayatin, pimpinan Imam Bukhari Center, akademisi, serta perwakilan pemerintah daerah Samarkand.


Dalam paparannya, Prof. Noorhaidi Hasan menegaskan bahwa warisan intelektual Imam al-Bukhari tidak hanya penting dalam kajian hadis klasik, tetapi juga memiliki relevansi besar bagi pembangunan masyarakat modern yang damai dan inklusif. Menurutnya, hadis-hadis yang dihimpun Imam al-Bukhari mengandung dimensi etika sosial yang kuat, terutama terkait penghormatan terhadap martabat manusia, solidaritas sosial, perlindungan kelompok rentan, dan pentingnya hidup harmonis di tengah keberagaman.

Prof. Noorhaidi juga menyampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi tantangan berupa polarisasi identitas, ekstremisme, dan meningkatnya intoleransi berbasis agama. Karena itu, pembacaan terhadap tradisi hadis perlu diarahkan pada penguatan nilai-nilai rahmah, anti-kekerasan, dan kemanusiaan universal. Ia menegaskan bahwa Islam, sebagaimana tercermin dalam perspektif Imam al-Bukhari, merupakan agama yang menempatkan keselamatan sosial, kasih sayang, dan keadilan sebagai fondasi utama kehidupan bersama. 

Sementara itu, Prof. Ema Marhumah dalam presentasinya bertajuk “Imam Bukhari, Toleransi, Kepedulian Sosial, dan Cinta Tanah Air Indonesia” menekankan bahwa nilai-nilai dalam Shahih Bukhari sangat relevan bagi kehidupan masyarakat Indonesia yang plural dan multikultural. Ia menjelaskan bahwa ajaran toleransi dalam hadis bukan berarti menghilangkan identitas keagamaan, tetapi membangun sikap lapang, menghormati martabat manusia, dan menciptakan kehidupan sosial yang damai. 

Prof. Ema juga menyoroti pentingnya kepedulian sosial sebagai manifestasi keberagamaan. Menurutnya, agama tidak cukup dipahami sebatas ritual individual, tetapi harus melahirkan akhlak sosial berupa solidaritas, perlindungan terhadap kelompok lemah, serta komitmen menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas. Dalam konteks Indonesia, nilai-nilai tersebut tercermin dalam tradisi gotong royong, filantropi Islam, moderasi beragama, dan semangat menjaga persatuan bangsa. 

Selain membahas toleransi dan kepedulian sosial, Prof. Ema juga mengangkat relevansi hadis-hadis Imam al-Bukhari dalam mendukung partisipasi perempuan dalam pendidikan, dakwah, dan ruang publik keagamaan. Ia menunjukkan bahwa tradisi hadis dapat menjadi landasan bagi penguatan gerakan perempuan Muslim progresif yang berkontribusi dalam pendidikan, pelayanan sosial, advokasi, dan pembangunan masyarakat yang berkeadaban. 

Sebagai tindak lanjut dari seminar internasional tersebut,  pada hari berikutnya, juga  diselenggarakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UIN Sunan   Kalijaga dengan Imam Bukhari International Scientific Research Center di KBRI Tashkent. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur  Imam Bukhari International Scientific Research Center Prof. Shovosil Ziyodov,  bersama Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan,  dan disaksikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Uzbekistan. Prof. Dr. Ruhaini Dzuhayatin, M.A.

MoU tersebut menjadi payung kerja sama strategis antara kedua institusi dalam pengembangan riset bersama, pertukaran akademik, publikasi ilmiah, pengembangan studi hadis dan peradaban Islam, serta berbagai program kolaboratif lainnya di masa mendatang. Melalui kerja sama ini, UIN Sunan Kalijaga menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jejaring internasional dan memperkuat kontribusi perguruan tinggi Islam Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan, moderasi beragama, dan diplomasi budaya di tingkat global ( iouinsuka)