Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam pengelolaan keuangan yang akuntabel melalui penyerahan laporan hasil audit BLU dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Abdul Hamid pada Selasa (2/6/2026) di Ruang Rapat Lantai 3, Gedung Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (PAU) UIN Sunan Kalijaga.
Kegiatan Penyerahan Dokumen Final Audit Laporan Keuangan BLU tersebut dihadiri oleh pimpinan universitas, di antaranya Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi Hasan, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Prof. Mochamad Sodik, jajaran pimpinan unit, para ketua tim di lingkungan UIN Sunan Kalijaga, serta tim auditor dari KAP Abdul Hamid. Dalam kesempatan ini, Audit Manager KAP Abdul Hamid, Dr. Wilda Farah, SE., Ak., M.Si., CA., CPA., BKP., CSRS., CSRA., CSP, memaparkan pokok-pokok hasil audit atas laporan keuangan universitas.
Sebelum paparan pokok-pokok hasil audit, dalam sambutannya, Drs. Abdul Hamid Cebba, Ak.,. MBA., CA., CPA dari KAP Abdul Hamid menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan UIN Sunan Kalijaga kepada KAP Abdul Hamid dalam melaksanakan audit. Ia menegaskan bahwa laporan keuangan audit tidak hanya menjadi bentuk pertanggungjawaban, tetapi juga kekuatan strategis bagi institusi dalam mengembangkan tata kelola yang lebih baik.
Hasil audit menunjukkan bahwa UIN Sunan Kalijaga kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Capaian ini mencerminkan tata kelola keuangan yang baik, didukung oleh peran kuat Satuan Pengawasan Internal (SPI) serta sistem penjaminan mutu akademik yang berjalan.
Rektor UIN Sunan Kalijaga dalam arahannya menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. “Alhamdulillah hasilnya WTP, namun tentu tetap perlu ditingkatkan, khususnya dalam digitalisasi pengelolaan keuangan agar dapat dipantau secara harian melalui sistem yang andal,” ujarnya.
Lebih lanjut, hasil audit juga memberikan sejumlah catatan strategis. Di antaranya, pentingnya diversifikasi sumber pendanaan agar tidak bergantung pada satu sumber, serta perlunya inovasi berkelanjutan dalam pengembangan program studi dan unit usaha universitas. Hal ini menjadi penting mengingat dinamika global pendidikan tinggi, termasuk contoh kasus universitas di luar negeri yang mengalami krisis akibat ketergantungan pada mahasiswa internasional.
Selain itu, penguatan tata kelola juga perlu didukung oleh penyusunan rencana strategis (RENSTRA) yang terukur dan diturunkan dalam indikator kinerja utama (KPI), serta pembangunan superteam di tingkat fakultas dan program studi.
Dari sisi keuangan, UIN Sunan Kalijaga yang telah berstatus Badan Layanan Umum (BLU) sejak 2007—sebagai PTKIN pertama dengan status tersebut—memiliki total aset mencapai sekitar Rp2 triliun. Meskipun demikian, masih terdapat aset mangkrak (idle) yang perlu dioptimalkan. Di sisi lain, capaian positif ditunjukkan melalui surplus dari pelepasan aset serta komposisi pendanaan yang didominasi oleh Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar 53%, lebih tinggi dibandingkan APBN sebesar 47%.
Paparan audit juga mencatat tingkat maturitas BLU berada pada angka 2,7 (54% dengan kategori B), 9 Box Compliance dengan kategori Box 4 Moderate dengan capaian nilai 25, dan angka maturitas aspek sebesar 2,25 yang masih perlu ditingkatkan. Digitalisasi sistem keuangan juga menjadi perhatian utama untuk mendukung transparansi dan efisiensi pengelolaan.
Kepala Satuan Pengawasan Internal, Dr. Shaleh, menambahkan bahwa pengelolaan kas yang masih mangkrak (idle) yang diinvestasikan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat maturitas keuangan.
Kegiatan ini ditutup dengan apresiasi Rektor UIN Sunan Kalijaga kepada seluruh tim yang telah bekerja keras dalam proses penyusunan laporan keuangan dan audit. Ke depan, hasil audit diharapkan tidak hanya menjadi laporan administratif, tetapi juga pijakan dalam mendorong inovasi, penguatan sistem, serta peningkatan kualitas tata kelola UIN Sunan Kalijaga secara berkelanjutan. (humassk)