UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (AFEBIS) Tahun 2026 yang berlangsung di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Senin (15/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi para pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) se-Indonesia untuk memperkuat kolaborasi sekaligus merumuskan arah pengembangan pendidikan tinggi ekonomi dan bisnis Islam di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Rakernas diawali dengan pengukuhan Dewan Pengurus Nasional AFEBIS masa bakti 2026–2028 oleh Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A. Dalam pengukuhan tersebut, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Misnen Ardiansyah dikukuhkan sebagai Ketua Umum AFEBIS periode 2026–2028.
Turut dikukuhkan dalam kepengurusan nasional AFEBIS antara lain Prof. Dr. Rizal (Dekan FEBI UIN Mahmud Yunus Batu Sangkar) sebagai Wakil Ketua Umum, Dr. Rafida (Dekan FEBI UIN STS Jambi) sebagai Sekretaris Jenderal, Dr. H. Zaki Mubarak (Dekan FEBI UIN Antasari Banjarmasin) sebagai Wakil Sekretaris Jenderal, Dr. Rodliyah Hasan Jan (Dekan FEBI IAIN Manado) sebagai Bendahara Umum, dan Prof. Maya Panorama (Dekan FEBI UIN Raden Fatah Palembang) sebagai Wakil Bendahara Umum. Para pengurus juga mengucapkan sumpah jabatan untuk menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, menjaga nama baik organisasi, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, etika, dan profesionalisme akademik.
Dalam sambutannya, Prof. Misnen Ardiansyah menegaskan bahwa AFEBIS memiliki posisi penting dalam mendukung pengembangan ekonomi dan bisnis Islam di Indonesia. Menurutnya, perkembangan ekonomi dan bisnis Islam saat ini menunjukkan tren yang sangat positif dan makin memperoleh perhatian, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Berbagai program dan kebijakan strategis nasional perlu diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan bisnis Islam sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Prof. Misnen menjelaskan bahwa AFEBIS selama ini aktif memberikan masukan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, terutama terkait pengembangan keilmuan ekonomi dan bisnis Islam serta pembukaan Program Studi Manajemen Haji dan Umrah. Menurutnya, kontribusi tersebut merupakan bentuk komitmen AFEBIS dalam memastikan pendidikan tinggi ekonomi dan bisnis Islam tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri.
Ia juga menyoroti pesatnya perkembangan FEBI di berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Indonesia. Pertumbuhan jumlah program studi, peningkatan kualitas akademik, serta makin luasnya kontribusi FEBI dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat menunjukkan makin kuatnya posisi ekonomi dan bisnis Islam dalam lanskap pendidikan tinggi nasional.
Selain itu, Rakernas AFEBIS turut membahas sejumlah isu strategis, di antaranya penguatan keilmuan ekonomi dan bisnis Islam, penataan nomenklatur program studi, pengembangan ekosistem halal dan ekosistem haji, hingga upaya memperkuat daya saing FEBI dalam merespons perkembangan ekonomi syariah yang makin masif di berbagai perguruan tinggi umum.
Prof. Misnen berharap FEBI di seluruh Indonesia dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya AFEBIS sebagai wadah kolaborasi strategis antarperguruan tinggi untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan mutu akademik.
“AFEBIS harus menjadi ruang kolaborasi yang mampu memperkuat kontribusi ekonomi dan bisnis Islam bagi pembangunan bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi Hasan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UIN Sunan Kalijaga sebagai tuan rumah Rakernas AFEBIS 2026. Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus AFEBIS yang baru dikukuhkan, khususnya kepada Prof. Misnen Ardiansyah yang dipercaya memimpin AFEBIS periode 2026–2028.
Menurut Prof. Noorhaidi, pelantikan pengurus AFEBIS bukan sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen bersama dalam memajukan pendidikan tinggi ekonomi dan bisnis Islam di Indonesia.
“AFEBIS diharapkan mampu menjaga dan menghidupkan kembali semangat para pendiri FEBI yang telah meletakkan fondasi pengembangan ekonomi dan bisnis Islam di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia saat ini, mulai dari dinamika geopolitik global, konflik di kawasan Timur Tengah, hingga percepatan transformasi digital yang mengubah sistem ekonomi dan dunia kerja. Menurutnya, perkembangan teknologi digital memang menghadirkan efisiensi dan kemudahan akses ekonomi, namun pada saat yang sama juga memunculkan fenomena eksklusi ekonomi yang menyebabkan sebagian pelaku usaha dan tenaga kerja konvensional mengalami tekanan akibat perubahan model bisnis dan otomatisasi.
“Kondisi ini menuntut hadirnya solusi yang lebih inklusif dan berkeadilan. Ekonomi dan bisnis Islam memiliki peluang besar untuk menawarkan alternatif solusi terhadap berbagai persoalan kontemporer yang belum sepenuhnya mampu dijawab oleh sistem ekonomi konvensional,” jelasnya.
Karena itu, Prof. Noorhaidi menekankan bahwa FEBI memiliki tanggung jawab strategis dalam membekali generasi muda dengan kompetensi, keterampilan, serta semangat kewirausahaan yang mampu menjawab perubahan zaman. Ia juga mengingatkan pentingnya pembaruan kurikulum secara berkala agar tetap relevan dengan perkembangan ekonomi global dan kebutuhan industri masa depan.
Menutup sambutannya, Prof. Noorhaidi berharap AFEBIS di bawah kepemimpinan Prof. Misnen Ardiansyah dapat terus menghadirkan inovasi dan penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi sehingga FEBI di seluruh Indonesia makin mampu melahirkan lulusan yang unggul, kompetitif, serta berkontribusi dalam menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan ekonomi di tingkat nasional maupun global.
Melalui Rakernas AFEBIS 2026, para peserta diharapkan dapat menghasilkan program kerja dan rekomendasi strategis yang memperkuat peran ekonomi dan bisnis Islam dalam pembangunan nasional sekaligus memperkokoh posisi FEBI sebagai motor penggerak pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. (humassk)