WhatsApp Image 2026-09-08 at 14.12.52.jpeg

Minggu, 06 September 2026 14:15:00 WIB

0

Dari Pakistan ke Yogyakarta, Maryam Menemukan Rumah Akademik Baru di UIN Sunan Kalijaga

Di sela-sela kesibukan Sosialisasi Pembelajaran (SOSPEM) mahasiswa baru jenjang magister dan doktoral Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Kalijaga, Jumat (4/9/2026), suasana di Media Center FSH menjadi ruang perjumpaan lain. Di sana, Maryam, mahasiswa asal Pakistan, berbagi cerita tentang perjalanannya memilih Yogyakarta sebagai tempat melanjutkan pendidikan. Namun, pengalaman yang ia temukan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta membuat perjalanan akademiknya terasa lebih dari sekadar mengejar gelar. Bagi perempuan asal Pakistan tersebut, Yogyakarta menghadirkan lingkungan baru untuk belajar, bertukar perspektif, sekaligus mengenal masyarakat dan budaya Indonesia dari dekat.

Maryam Dars merupakan mahasiswa internasional Program Magister Ilmu Syariah di Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Kalijaga. Sebelumnya, ia telah menyelesaikan pendidikan Bachelor of Law (LLB) di Pakistan dan kemudian memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Pilihan terhadap UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bukan tanpa alasan. Sebagai mahasiswa yang memiliki latar belakang hukum, Maryam melihat UIN Sunan Kalijaga sebagai perguruan tinggi yang menawarkan lingkungan akademik yang relevan untuk mengembangkan perspektif keilmuannya.

Ia juga tertarik dengan karakter UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai perguruan tinggi Islam yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan berbagai disiplin ilmu. Keragaman bidang keilmuan tersebut, menurut Maryam, menjadi salah satu kekuatan yang membuat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menarik bagi mahasiswa dari berbagai negara.

Namun, setelah berada di Yogyakarta, ada satu hal yang justru paling berkesan baginya: orang-orang yang ia temui.

Bagi mahasiswa internasional, lingkungan baru tentu membawa tantangan tersendiri. Bahasa, budaya, kebiasaan, hingga sistem pendidikan yang berbeda membutuhkan proses adaptasi.

Maryam justru merasa proses tersebut menjadi lebih mudah karena keramahan masyarakat Indonesia dan dukungan yang ia rasakan selama berada di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

I find the people are so kind. They are nurturing, cooperative and benevolent,” ungkapnya.

Kesan tersebut juga ia rasakan dari para dosen di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Menurut Maryam, para dosen tidak hanya memberikan pengajaran di ruang kelas, tetapi juga terbuka dan suportif terhadap mahasiswa internasional.

They are so cooperative, kind and supportive to international students,” katanya.

Bagi Maryam, dukungan tersebut menjadi pengalaman penting selama menjalani studi di Indonesia. Ia merasa dapat berinteraksi dan belajar dengan nyaman, sekaligus memiliki ruang untuk mengembangkan gagasan akademiknya.

Pengalaman itu pula yang membuat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta baginya bukan sekadar tempat untuk menempuh pendidikan, melainkan lingkungan akademik yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar belakang dalam suasana yang terbuka dan bersahabat.

Pengalaman akademik Maryam di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kemudian diperkaya oleh penelitian yang sedang ia kembangkan.

Sebagai sarjana hukum dan seorang pengacara, ia memilih mengkaji integrasi e-court dalam digitalisasi sistem hukum melalui studi komparatif antara Pakistan dan Indonesia, serta melihat pengalaman sejumlah negara lain seperti Inggris dan Australia.

Menurut Maryam, perkembangan teknologi telah membuka peluang baru dalam menghadirkan sistem peradilan yang lebih cepat dan efisien.

Di Pakistan dan Indonesia, proses penyelesaian perkara, terutama perkara perdata, dapat menghadapi tantangan berupa panjangnya prosedur dan penumpukan perkara. Karena itu, penerapan e-court menurutnya dapat membantu menghemat waktu dan biaya, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan peradilan.

E-court can reduce the time and cost. It also provides speedy justice,” jelasnya.

Melalui sistem elektronik, sejumlah proses dapat dilakukan tanpa selalu mengharuskan pihak yang berperkara datang langsung ke pengadilan. Bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pengadilan atau memiliki keterbatasan untuk hadir secara fisik, digitalisasi dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses keadilan yang lebih inklusif.

Ketertarikan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana pengalaman akademik lintas negara dapat menghasilkan perspektif baru. Maryam datang dari Pakistan dengan pengalaman sistem hukum di negaranya, kemudian mempelajari perkembangan sistem peradilan Indonesia untuk menemukan titik temu, perbedaan, dan kemungkinan pembelajaran antarsistem.

Pengalaman akademik dan personal yang ia rasakan selama berada di Yogyakarta membuat Maryam memiliki pesan khusus bagi mahasiswa internasional yang sedang mempertimbangkan pilihan perguruan tinggi.

Menurutnya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menawarkan lingkungan pendidikan yang luas, dengan beragam fakultas dan program studi. Tidak hanya bidang hukum dan studi keislaman, UIN Sunan Kalijaga juga memiliki bidang ilmu seperti matematika, fisika, kimia, bisnis, ekonomi, kesehatan, hingga kedokteran.

UIN Sunan Kalijaga provides a lot of faculties and majors,” ujarnya.

Ia juga menilai keberadaan berbagai program pendidikan dan kesempatan beasiswa menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan mahasiswa dari berbagai negara.

Karena itu, Maryam secara terbuka merekomendasikan UIN Sunan Kalijaga kepada mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di Indonesia.

I definitely recommend UIN Sunan Kalijaga to international students. It provides a lot of programs and scholarships. I highly recommend international students to avail the opportunity,” tuturnya.

Ajakan Maryam tersebut menjadi refleksi dari pengalaman yang ia rasakan sendiri. Baginya, memilih perguruan tinggi bukan hanya tentang reputasi atau program studi yang tersedia, tetapi juga tentang menemukan lingkungan yang membuat proses belajar terasa nyaman, terbuka, dan mendukung.

Dari Pakistan ia datang membawa latar belakang hukum. Di Yogyakarta, ia memperluas perspektifnya tentang hukum melalui penelitian mengenai digitalisasi peradilan, sekaligus menemukan pengalaman baru tentang kehidupan akademik dan masyarakat Indonesia.

Perjalanan itu memperlihatkan satu hal sederhana: internasionalisasi perguruan tinggi tidak hanya terjadi ketika mahasiswa datang dari berbagai negara, tetapi ketika mereka menemukan ruang untuk saling belajar, berbagi perspektif, dan merasa menjadi bagian dari komunitas akademik.

Dan bagi Maryam, UIN Sunan Kalijaga menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut. (humassk)