Memasuki jenjang pendidikan pascasarjana, mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai bidang keilmuan, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, menulis akademik, melakukan penelitian, dan membangun jejaring keilmuan. Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Sosialisasi Pembelajaran (SOSPEM) dan Matrikulasi mahasiswa baru Program Magister dan Doktor Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Rangkaian
kegiatan tersebut ditutup pada Selasa (8/9/2026) di Taman FUPI UIN Sunan
Kalijaga. Tidak sekadar menjadi agenda penyambutan mahasiswa baru, SOSPEM dan
Matrikulasi dirancang sebagai tahap awal untuk memperkenalkan budaya akademik
sekaligus membangun kesiapan mahasiswa menghadapi karakter pembelajaran di
jenjang magister dan doktor.
Dekan
FUPI UIN Sunan Kalijaga, Prof. H. Robby Habiba Abror, menegaskan bahwa
pembelajaran di jenjang pascasarjana memiliki karakter yang berbeda dengan
pendidikan sarjana. Karena itu, pengenalan budaya akademik perlu disesuaikan
dengan tuntutan keilmuan mahasiswa magister dan doktor.
“Pengenalan
budaya kampus perlu disesuaikan dengan level pascasarjana. Tentunya terdapat
perbedaan antara materi dan pola pembelajaran pada jenjang S-1 dengan S-2
maupun S-3,” jelasnya.
Melalui
matrikulasi, mahasiswa diperkenalkan dengan sejumlah kemampuan fundamental yang
menunjang perjalanan akademiknya, antara lain filsafat ilmu, academic
writing, serta bidang keilmuan sesuai karakteristik masing-masing program
studi. Materi tersebut menjadi bekal awal mahasiswa untuk mengembangkan
kemampuan penelitian sekaligus menghasilkan karya akademik yang berkualitas.
Penguatan
tersebut juga didukung oleh keterlibatan guru besar, ketua dan sekretaris
program studi, serta para dosen yang memiliki pengalaman dalam penelitian dan
publikasi ilmiah, baik pada jurnal nasional maupun internasional. Interaksi
langsung dengan para akademisi diharapkan memberikan gambaran yang lebih nyata
mengenai dinamika penelitian dan dunia akademik.
Menariknya,
proses pembelajaran awal tersebut diwarnai dengan munculnya berbagai pertanyaan
kritis dari mahasiswa. Salah satu isu yang mengemuka adalah strategi menembus
jurnal internasional.
Bagi
Robby, pertanyaan semacam itu justru menjadi indikator positif tumbuhnya
tradisi akademik di kalangan mahasiswa pascasarjana.
“Makin
sulit pertanyaan yang diajukan, artinya mahasiswa makin kritis untuk mencari
tahu. Pertanyaan seperti bagaimana kiat menembus jurnal internasional justru
memberikan semangat kepada para fasilitator untuk berbagi pengalaman dan
pengetahuan,” ujarnya.
Selain
membangun fondasi akademik, FUPI juga mulai memperkenalkan mahasiswa pada
lingkungan akademik global. Penguatan jejaring internasional menjadi salah satu
bagian dari pengembangan pendidikan pascasarjana di lingkungan FUPI UIN Sunan
Kalijaga.
Robby
menjelaskan, FUPI memiliki pengalaman interaksi akademik dengan sejumlah
perguruan tinggi luar negeri, khususnya di Malaysia. Salah satunya ditandai
dengan kunjungan 12 dekan dari fakultas pengkajian Islam sejumlah universitas
di Malaysia yang diterima oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi.
Kerja
sama dengan Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM), termasuk melalui program student
exchange, juga menjadi bagian dari upaya membuka pengalaman akademik
internasional bagi mahasiswa. Pada semester sebelumnya, FUPI turut menerima
kunjungan sekitar 40 mahasiswa dan dosen dari Universitas Malaya, Kuala Lumpur.
Menurut
Robby, berbagai interaksi tersebut menunjukkan makin terbukanya ruang
kolaborasi antara FUPI dengan perguruan tinggi internasional.
“Ini
menjadi magnet khusus bagi fakultas. Karena itu, mahasiswa perlu diperkenalkan
dengan pola kerja sama dan jejaring akademik internasional sejak awal,”
tuturnya.
Jejaring
tersebut menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk melihat bahwa proses
pendidikan pascasarjana tidak berhenti pada ruang kelas. Diskusi ilmiah,
penelitian kolaboratif, publikasi, pertukaran mahasiswa, hingga interaksi
dengan akademisi dari berbagai negara menjadi bagian dari pengalaman akademik
yang perlu dibangun sejak awal.
Penguatan
pendidikan pascasarjana FUPI juga berjalan beriringan dengan pengembangan
program studi. Pada tahun akademik 2026/2027, FUPI menyelenggarakan sejumlah
Program Magister, yaitu Magister Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), Magister
Studi Agama-Agama (MSAA), Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT), Magister
Sosiologi Agama (SA), serta Magister Ilmu Hadis.
Pada
jenjang doktoral, FUPI memiliki Program Doktor Aqidah dan Filsafat Islam (AFI)
dan tengah mempersiapkan pengembangan Program Doktor Ilmu Al-Qur'an dan Hadis
(IAT).
Perkembangan
tersebut menunjukkan upaya FUPI untuk memperluas pilihan pendidikan tinggi
keislaman sekaligus merespons kebutuhan pengembangan keilmuan di tengah
perubahan masyarakat dan tantangan akademik global.
Wakil
Dekan Bidang Akademik FUPI UIN Sunan Kalijaga, Prof. Saifuddin Zuhri,
menyampaikan bahwa pada tahun akademik ini terdapat 111 mahasiswa program
magister dan doktor yang tersebar dalam enam program studi.
Menurut
Saifuddin, matrikulasi tahun ini menjadi penguatan dari agenda SOSPEM yang
sebelumnya telah menjadi bagian dari penyambutan mahasiswa pascasarjana.
“Tujuan
matrikulasi adalah memberikan persamaan persepsi di program studi masing-masing
dan menjadi pondasi awal bagi mahasiswa,” ungkapnya.
Ia
berharap keberadaan mahasiswa pascasarjana makin menghidupkan atmosfer
intelektual di lingkungan FUPI. Aktivitas akademik diharapkan tidak hanya
berlangsung di ruang kuliah, tetapi berkembang melalui diskusi, penelitian,
publikasi, dan pertukaran gagasan.
“Dengan
makin dinamisnya aktivitas mahasiswa, fakultas tidak hanya menjadi ruang
administratif, tetapi juga menjadi ruang intelekStual yang hidup,” ujarnya.
Bagi
FUPI, interaksi dalam SOSPEM dan Matrikulasi juga menjadi proses dua arah.
Mahasiswa membawa perspektif, gagasan, dan pertanyaan baru, sementara dosen
memperoleh masukan untuk terus mengembangkan pembelajaran yang relevan dengan
kebutuhan akademik mahasiswa.
Penutupan
SOSPEM dan Matrikulasi dengan demikian bukan sekadar penanda berakhirnya masa
orientasi. Momentum tersebut menjadi awal perjalanan akademik mahasiswa
magister dan doktor untuk tumbuh dalam lingkungan keilmuan yang kritis,
terbuka, kolaboratif, dan terhubung dengan jejaring akademik yang lebih luas.
Dengan
fondasi akademik yang kuat serta akses pada jejaring nasional dan
internasional, mahasiswa pascasarjana FUPI diharapkan mampu berkembang menjadi
akademisi dan intelektual yang produktif dalam penelitian, publikasi,
pengembangan ilmu pengetahuan, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat,
agama, dan bangsa. (humassk)