WhatsApp Image 2026-10-09 at 10.03.36.jpeg

Jumat, 09 Oktober 2026 09:42:00 WIB

0

Perkuat Internasionalisasi, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Ajarkan Tafsir Maqāṣidī di Tunisia

Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta terus memperkuat internasionalisasi melalui pengembangan jejaring akademik dengan perguruan tinggi Islam terkemuka di luar negeri. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Visiting Professor yang dilaksanakan oleh Prof. Dr. H. Abdul Mustaqim, Guru Besar Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Sunan Kalijaga, di Universitas Zaitunah, Tunis, Tunisia, pada awal Oktober 2026.

Program ini tidak hanya menjadi sarana pertukaran pengetahuan melalui perkuliahan dan diskusi akademik, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset, publikasi internasional, pertukaran profesor, serta penguatan kerja sama kelembagaan antara kedua perguruan tinggi.


Salah satu fokus utama kegiatan Prof. Abdul Mustaqim adalah pengembangan kajian Tafsir Maqāṣidī, Maqāṣid al-Sharī‘ah, dan isu-isu keislaman kontemporer. Melalui pendekatan tersebut, ia mengangkat tema “Islam and Followers of Other Religions in the Perspective of Maqāṣidī Exegesis: Religious Plurality in the Contemporary World.”

yang dalam bahasa Arab dirumuskan sebagai:

الإسلام وأتباع الأديان الأخرى في منظور التفسير المقاصدي: من التوتر الديني إلى التعايش السلمي في سياق التعددية الدينية المعاصرة

Kajian ini membahas perspektif Al-Qur’an terhadap keberagaman agama, pentingnya membedakan perbedaan teologis dari permusuhan sosial, serta kontribusi pendekatan Tafsir Maqāṣidī dalam membangun hubungan antaragama yang adil, damai, dan bermartabat di tengah masyarakat plural.

Mengajar Tafsir Maqāṣidī di Universitas Zaitunah

Salah satu agenda utama program Visiting Professor adalah perkuliahan bertajuk “Tafsir Maqāṣidī: Teori dan Aplikasi dalam Riset” bagi mahasiswa Universitas Zaitunah. Kegiatan ini didukung oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Tunisia, dan Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCI Muhammadiyah) Tunisia.

Kuliah perdana diselenggarakan pada 7 Oktober 2026, pukul 19.30–22.00 waktu Tunis, dan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi serta diskusi akademik.

Dalam perkuliahan tersebut, Prof. Abdul Mustaqim menjelaskan paradigma Tafsir Maqāṣidī, landasan pemikiran maqāṣidī dalam penafsiran Al-Qur’an, serta penerapannya sebagai pendekatan penelitian untuk menjawab berbagai persoalan kontemporer.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang perjumpaan intelektual antara tradisi studi Al-Qur’an di Indonesia dan tradisi keilmuan Islam di Tunisia. Dukungan komunitas pelajar Indonesia menunjukkan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi dapat diperkuat melalui keterlibatan mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, dan jejaring akademik Indonesia di luar negeri.

Membuka Peluang Riset Kolaboratif dan Publikasi Internasional

Selain kegiatan pengajaran, program ini diarahkan untuk memperluas kolaborasi penelitian lintas negara. Prof. Abdul Mustaqim melakukan diskusi akademik dengan Prof. Dr. Ilyas Quwaisim mengenai peluang penelitian bersama dan publikasi pada jurnal internasional bereputasi, khususnya jurnal yang terindeks Scopus Q1.

Pembahasan berfokus pada isu Islam dan pemeluk agama lain, pluralitas keagamaan, serta penggunaan pendekatan Tafsir Maqāṣidī dalam memahami persoalan kontemporer.

Gagasan penelitian tersebut mendapat respons positif dari Prof. Ilyas Quwaisim. Draf awal penelitian juga telah disampaikan untuk memperoleh mulāḥaẓāt atau catatan kritis sebagai bahan penyempurnaan sebelum dipersiapkan untuk publikasi internasional.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi bersama, tetapi juga memperkuat kualitas penelitian, memperluas pertukaran gagasan, dan meningkatkan reputasi akademik kedua perguruan tinggi di tingkat global.

Rektor Universitas Zaitunah Dorong Pertukaran Profesor

Penguatan kerja sama kelembagaan menjadi salah satu agenda penting dalam kunjungan akademik tersebut. Pada 8 Oktober 2026, Prof. Abdul Mustaqim bertemu dengan Rektor Universitas Zaitunah, Prof. Dr. Muhammed Rizqi, untuk membahas tujuan program Visiting Professor serta peluang kerja sama dalam bidang studi Al-Qur’an, Tafsir Maqāṣidī, penelitian, publikasi, dan pertukaran akademik.

Dalam pertemuan tersebut, Rektor Universitas Zaitunah menyambut baik program yang dilaksanakan UIN Sunan Kalijaga dan membuka peluang pengembangan kerja sama melalui tabādul al-asātidhah, yaitu pertukaran profesor atau dosen ant perguruan tinggi.

Skema ini memungkinkan akademisi Indonesia dan Tunisia untuk mengajar di perguruan tinggi mitra, termasuk mengampu mata kuliah tertentu dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Peluang tersebut menjadi langkah strategis untuk mengembangkan mobilitas akademik yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Dengan demikian, program Visiting Professor tidak berhenti sebagai kunjungan individual, tetapi dapat menjadi pintu masuk bagi kerja sama akademik yang lebih luas.

Dari MoU Menuju Kolaborasi Akademik yang Nyata

Pengalaman di Universitas Zaitunah menegaskan pentingnya menindaklanjuti nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan program yang memberikan manfaat langsung bagi sivitas akademika.

Kerja sama internasional perlu diterjemahkan ke dalam kegiatan konkret, seperti pertukaran profesor, visiting scholar, dosen tamu, guest lecture, penelitian kolaboratif, publikasi bersama, dan berbagai bentuk academic mobility lainnya.

Melalui program-program tersebut, dosen dan profesor UIN Sunan Kalijaga berkesempatan mengajar serta melakukan penelitian di perguruan tinggi mitra luar negeri. Sebaliknya, akademisi dari universitas mitra juga dapat diundang ke Yogyakarta untuk berbagi pengetahuan, mengembangkan riset, dan memperkuat proses pembelajaran.

Pendekatan ini diharapkan menjadikan kerja sama internasional lebih produktif, terukur, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi UIN Sunan Kalijaga sebagai perguruan tinggi Islam yang aktif dalam jejaring akademik global.

Memperkaya Riset melalui Diplomasi Akademik dan Studi Literatur

Rangkaian kegiatan Prof. Abdul Mustaqim di Tunisia juga mencakup pertemuan dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, pada 2 Oktober 2026. Pertemuan tersebut membahas perkembangan studi Islam di Tunisia, khususnya kajian keislaman di Universitas Zaitunah, serta sejumlah isu keislaman dan politik global.

Selain itu, kunjungan ke perpustakaan Universitas Zaitunah pada 3–6 Oktober 2026 dimanfaatkan untuk memperkaya literatur dan data penelitian. Bahan yang ditelusuri meliputi studi Al-Qur’an dan tafsir, Maqāṣid al-Sharī‘ah, pemikiran Islam kontemporer, serta hubungan antaragama.

Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa program Visiting Professor memiliki dimensi yang lebih luas daripada pengajaran. Program ini juga menjadi sarana penguatan basis penelitian, pengembangan diplomasi akademik, dan pendalaman khazanah keilmuan Islam melalui interaksi langsung dengan lingkungan akademik internasional.

Apresiasi atas Dukungan Berbagai Pihak

Prof. Abdul Mustaqim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Agama RI Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A.; Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A.; Direktur Jenderal Pendidikan Islam Prof. Dr. H. Amin Suyitno, M.Ag.; serta Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, atas dukungan terhadap program Visiting Professor.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. H. Noorhaidi Hasan, M.A., Ph.D., Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, beserta seluruh jajaran dan pihak yang telah mendukung persiapan serta pelaksanaan program tersebut.

Apresiasi khusus turut diberikan kepada PPI Tunisia, PCI NU Tunisia, PCI Muhammadiyah Tunisia, serta para mahasiswa dan pihak terkait yang membantu memfasilitasi rangkaian kegiatan akademik selama berada di Tunis.

Dukungan tersebut menunjukkan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi merupakan upaya bersama yang melibatkan pimpinan universitas, fakultas, dosen, mahasiswa, perguruan tinggi mitra, serta jejaring masyarakat Indonesia di luar negeri.

Memperkuat Peran UIN Sunan Kalijaga di Tingkat Global

Program Visiting Professor di Universitas Zaitunah diharapkan menjadi salah satu model pengembangan kerja sama internasional UIN Sunan Kalijaga dengan berbagai perguruan tinggi mitra yang telah memiliki MoU.

Melalui tindak lanjut yang konkret, kerja sama tersebut dapat semakin berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa, penguatan penelitian, publikasi internasional, serta pertukaran akademisi lintas negara.

Kolaborasi antara UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Zaitunah juga memiliki nilai strategis karena mempertemukan dua tradisi pendidikan Islam dengan akar sejarah dan intelektual yang kuat, yakni tradisi akademik Islam Indonesia dan tradisi keilmuan Islam Tunisia.

Dengan semangat “From MoU to Meaningful Academic Collaboration”, program ini menegaskan bahwa internasionalisasi tidak cukup diukur dari jumlah kerja sama formal, tetapi juga dari kualitas interaksi akademik dan keberlanjutan hasil yang dihasilkan.

Visiting Professor menjadi jembatan untuk membawa gagasan, jejaring, dan reputasi akademik UIN Sunan Kalijaga ke ruang global, sekaligus membuka peluang bagi para profesor dan akademisi internasional untuk berkontribusi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan keilmuan Islam di Yogyakarta. (humassk)