IMG_20261023_093954.jpg

Kamis, 22 Oktober 2026 17:24:00 WIB

0

Kalijaga Job Fair 2026 Hadirkan 28 Perusahaan, Perkuat Jembatan Kampus dan Dunia Kerja

Menyiapkan lulusan agar tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu beradaptasi dan menciptakan peluang di tengah perubahan industri menjadi salah satu komitmen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Melalui Cendi UIN Sunan Kalijaga, komitmen tersebut diwujudkan melalui Kalijaga Job Fair 2026 yang mempertemukan mahasiswa, alumni, pencari kerja, dan 28 mitra perusahaan dari berbagai bidang selama dua hari, 22–23 Oktober 2026, di Gedung Multi Purpose Prof. Dr. Amin Abdullah UIN Sunan Kalijaga.


Lebih dari sekadar ruang informasi lowongan pekerjaan, Kalijaga Job Fair menjadi wadah untuk membangun jejaring profesional, mengenali kebutuhan industri, dan memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan dunia usaha. Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran UIN Sunan Kalijaga dalam menjembatani kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.

Pembukaan Kalijaga Job Fair 2026 pada Kamis (22/10/2026) dihadiri Rektor UIN Sunan Kalijaga, Wakil Rektor II dan Wakil Rektor III, Ketua dan pengurus Cendi UIN Sunan Kalijaga, para dekan dan wakil dekan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sleman, perwakilan perusahaan, serta mahasiswa, alumni, dan pencari kerja.


Ketua Cendi UIN Sunan Kalijaga, Noor Saif Muhammad Mussafi, Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada pimpinan universitas atas dukungan penyelenggaraan Kalijaga Job Fair 2026. Ia juga mengapresiasi partisipasi 28 perusahaan yang telah membangun kemitraan dengan UIN Sunan Kalijaga.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Cendi untuk menghadirkan manfaat nyata bagi mahasiswa dan alumni, terutama dalam mengakses informasi pekerjaan, menemukan peluang rekrutmen, dan mengembangkan karier.

“Harapannya, kemitraan yang telah dibangun dapat terus berjalan dengan baik sehingga semakin banyak alumni UIN Sunan Kalijaga yang mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.

Keterlibatan perusahaan dari berbagai bidang diharapkan dapat memperluas pilihan karier bagi lulusan sekaligus membuka ruang komunikasi antara pencari kerja dan calon pemberi kerja. Dengan demikian, hubungan yang terbangun melalui job fair tidak berhenti pada proses rekrutmen, tetapi dapat berlanjut menjadi kemitraan profesional yang berkelanjutan.

Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga, Prof. Abdur Rozaki, turut mengapresiasi seluruh perusahaan yang berpartisipasi dalam Kalijaga Job Fair 2026. Menurutnya, kehadiran perusahaan memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan alumni untuk mengenali kebutuhan dunia kerja sekaligus membangun koneksi profesional.

Ia berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat dalam urusan dunia, tetapi juga menjadi ikhtiar yang membawa keberkahan.

“Kalijaga Job Fair ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam urusan dunia, tetapi juga menjadi ikhtiar yang membawa keberkahan,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sleman, Dra. Epiphana Kristiyani, M.M. Ia menegaskan bahwa perluasan kesempatan kerja membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha.


Perguruan tinggi berperan menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, kompetensi, dan keterampilan. Dunia usaha memberikan gambaran mengenai kebutuhan tenaga kerja sekaligus membuka peluang rekrutmen, sedangkan pemerintah memfasilitasi perluasan kesempatan kerja, peningkatan kompetensi, dan penyediaan informasi pasar kerja.

“Penyelenggaraan Kalijaga Job Fair 2026 menjadi jembatan yang menghubungkan kompetensi peserta dengan kebutuhan dunia kerja,” tuturnya.

Epiphana juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, otomatisasi, dan perubahan kebutuhan industri menuntut calon tenaga kerja untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Gelar akademik perlu diimbangi dengan kemampuan komunikasi, kreativitas, kedisiplinan, integritas, kerja sama, serta kemauan untuk terus belajar.

“Para mahasiswa dan alumni perlu mempersiapkan diri bukan hanya untuk mencari pekerjaan, tetapi juga agar mampu bersaing, beradaptasi, dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan maupun masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan informasi mengenai Program Magang Nasional yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan. Program yang direncanakan berlangsung selama enam bulan ini menjadi salah satu alternatif bagi mahasiswa, alumni, dan pencari kerja untuk memperoleh pengalaman serta meningkatkan kompetensi. Fasilitas yang disebutkan meliputi uang saku sesuai ketentuan, sertifikat magang, serta peluang untuk direkrut oleh perusahaan tempat magang.

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, secara resmi membuka Kalijaga Job Fair 2026. Rektor mengapresiasi Cendi UIN Sunan Kalijaga yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut dan membangun kerja sama dengan berbagai perusahaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterserapan lulusan di dunia kerja.


Menurutnya, perubahan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan otomatisasi telah mengubah karakter pekerjaan sekaligus menghadirkan kebutuhan baru terhadap kompetensi tenaga kerja. Karena itu, perguruan tinggi perlu terus membekali mahasiswa agar mampu menghadapi dinamika tersebut.

“Pada akhirnya kita harus tetap bersemangat, terutama dalam membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir yang baik, kemampuan berkomunikasi, akhlak mulia, integritas, kejujuran, dan kedisiplinan. Saya meyakini itu menjadi modal dasar,” ungkapnya.

Rektor menekankan bahwa meskipun jenis keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja dapat berubah seiring perkembangan zaman, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, integritas, kedisiplinan, dan adaptasi tetap menjadi bekal penting bagi lulusan.

Oleh karena itu, UIN Sunan Kalijaga terus berupaya mempersiapkan mahasiswa melalui penguatan kompetensi akademik dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Lulusan juga diharapkan tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi mampu mengembangkan kewirausahaan dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Rektor berharap kemitraan antara UIN Sunan Kalijaga, pemerintah daerah, dan dunia usaha terus berkembang. Sinergi tersebut diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi, penyerapan tenaga kerja, dan penguatan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Dukungan terhadap penyelenggaraan Kalijaga Job Fair 2026 juga disampaikan perwakilan Teleperformance (TP) Indonesia, Ardhiles Rizky Ardhy. Ia mengapresiasi inisiatif UIN Sunan Kalijaga dan berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan lebih rutin agar interaksi antara perguruan tinggi, alumni, dan perusahaan semakin erat.


Ia mengajak mahasiswa dan alumni untuk memandang perusahaan bukan semata-mata sebagai tempat mencari lowongan pekerjaan, melainkan juga sebagai mitra untuk membangun koneksi dan mengembangkan karier secara berkelanjutan.

“Perusahaan tidak hanya sekadar membuka lowongan, tetapi juga mencari mitra tumbuh untuk bersama,” ujarnya.

Menurutnya, kesempatan bertemu langsung dengan perusahaan perlu dimanfaatkan untuk membangun komunikasi, memperluas jejaring, serta memahami peluang dan kebutuhan dunia kerja.

Melalui Kalijaga Job Fair 2026, UIN Sunan Kalijaga memperkuat perannya sebagai penghubung antara pendidikan tinggi dan kebutuhan industri. Kehadiran 28 mitra perusahaan selama dua hari penyelenggaraan diharapkan membuka akses yang lebih luas terhadap informasi pekerjaan, peluang rekrutmen, dan jejaring profesional bagi mahasiswa, alumni, serta pencari kerja.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen UIN Sunan Kalijaga untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesiapan karier lulusan dan pembangunan sumber daya manusia. (humassk)