IMG_20261023_092653.jpg

Kamis, 22 Oktober 2026 17:54:00 WIB

0

Hampir 120 Peserta Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis Klinik Pratama UIN Sunan Kalijaga

Kepedulian terhadap kesehatan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi produktif menghadapi masa depan. Komitmen tersebut diwujudkan Klinik Pratama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melalui layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dimanfaatkan hampir 120 peserta dalam kegiatan Kalijaga Job Fair 2026, Kamis (22/10/2026), di Gedung Multi Purpose Prof. Dr. Amin Abdullah UIN Sunan Kalijaga.

Layanan yang berlangsung pukul 10.00–16.00 WIB ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa, alumni, sivitas akademika, serta peserta dan perwakilan perusahaan untuk memeriksa kondisi kesehatan tanpa biaya. Menariknya, pemeriksaan tidak hanya berfokus pada deteksi dini, tetapi juga diikuti konsultasi dan upaya tindak lanjut bagi peserta yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.


Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan Klinik Pratama UIN Sunan Kalijaga, mulai dari kepala klinik, perawat, dokter umum, dokter gigi, hingga staf administrasi. Antusiasme peserta terlihat hingga pendaftaran ditutup, bahkan masih ada peserta yang berminat memperoleh layanan tersebut setelah kuota pendaftaran berakhir.

Kepala Klinik Pratama UIN Sunan Kalijaga, dr. Diana Rismajani, menjelaskan bahwa CKG merupakan bagian dari program kesehatan nasional yang perlu didukung oleh berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk klinik perguruan tinggi.

“Cek Kesehatan Gratis ini merupakan program nasional. Semua klinik dan puskesmas melakukan hal tersebut. Klinik Pratama UIN Sunan Kalijaga ikut mencari cara agar mahasiswa maupun siapa pun dapat mengakses program CKG secara gratis,” jelasnya.

Menurut Diana, pelaksanaan CKG di lingkungan UIN Sunan Kalijaga bukan merupakan rangkaian resmi Kalijaga Job Fair. Namun, momentum kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk memperluas akses pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat kampus dan peserta job fair.

Rangkaian pemeriksaan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, lingkar pinggang, tekanan darah, serta kadar gula darah. Peserta juga memperoleh pemeriksaan kesehatan gigi, konsultasi dengan dokter umum, pemeriksaan pernapasan, serta informasi dan pelayanan terkait BPJS Kesehatan.

Diana menyebutkan, Klinik Pratama UIN Sunan Kalijaga sebelumnya telah melaksanakan CKG bagi sekitar 500 mahasiswa baru Fakultas Dakwah melalui kerja sama dengan Puskesmas Depok 3. Dalam kegiatan tersebut, dukungan bahan habis pakai berasal dari Kementerian Kesehatan melalui Puskesmas Depok 3, sedangkan pemeriksaan dilaksanakan dengan dukungan tenaga kesehatan klinik.

Secara keseluruhan, CKG telah dilaksanakan sebanyak tujuh kali di UIN Sunan Kalijaga, dengan mahasiswa sebagai salah satu sasaran utama. Kegiatan akan terus diupayakan selama program nasional berlangsung, dukungan anggaran tersedia, dan pelaksanaannya memungkinkan di sela-sela pelayanan rutin klinik.

“Karena ini program nasional, kami seharusnya mampu untuk berkontribusi di dalam program nasional ini,” ujarnya.

Lebih dari sekadar pemeriksaan, Diana menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat, terutama mahasiswa sebagai kelompok usia produktif, untuk mengenali kondisi kesehatan sejak dini. Pemeriksaan preventif dinilai penting agar potensi gangguan kesehatan dapat diketahui lebih awal dan ditindaklanjuti secara tepat.


“Pencegahan itu harus dilakukan pada tahap sekarang daripada nanti mengetahuinya pada saat sudah sakit. Lebih baik kita melakukan pencegahan sedini mungkin,” tuturnya.

Pentingnya pemeriksaan kesehatan dini juga terlihat dari sejumlah temuan selama kegiatan CKG. Tenaga kesehatan menemukan peserta dengan kadar gula darah tinggi, gangguan irama jantung yang sebelumnya menghentikan pengobatan, serta peserta dengan berat badan sangat rendah.

Temuan tersebut menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk memberikan arahan dan mendorong peserta menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai kebutuhan. Klinik Pratama UIN Sunan Kalijaga juga mencatat hasil pemeriksaan untuk mendukung proses tindak lanjut, termasuk mengarahkan peserta memanfaatkan fasilitas kesehatan yang sesuai dan layanan BPJS Kesehatan apabila telah terdaftar.

Diana menegaskan bahwa upaya pelayanan tidak berhenti setelah pemeriksaan selesai. Klinik berupaya menghubungi peserta yang memerlukan tindak lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan yang diperoleh.

“Jadi kami tidak menunggu mahasiswanya datang. Dari temuan hari ini, data sudah kami dapatkan dan nantinya akan kami tindak lanjuti dengan menghubungi mereka secara langsung,” kata Diana.

Ke depan, Klinik Pratama UIN Sunan Kalijaga berharap pelaksanaan CKG dapat diperkuat melalui keterlibatan seluruh fakultas. Pemeriksaan kesehatan diharapkan tidak hanya menjadi program klinik, tetapi juga bagian dari perhatian universitas terhadap kesejahteraan mahasiswa.

Diana mengusulkan agar mahasiswa baru diarahkan mengikuti pemeriksaan kesehatan pada tahun pertama perkuliahan. Dengan demikian, universitas dapat memiliki data awal kondisi kesehatan mahasiswa sebagai dasar pemantauan pada tahun-tahun berikutnya.

“Harapannya bisa diperkuat oleh seluruh fakultas, jadi bukan lagi kegiatan klinik, tetapi kegiatan universitas. Setiap mahasiswa baru diharapkan dapat diarahkan untuk mengikuti CKG sehingga data awal kesehatan mahasiswa dapat diketahui sejak tahun pertama,” jelasnya.

Manfaat layanan CKG dirasakan langsung oleh peserta Kalijaga Job Fair 2026. Febrina, alumni Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2025 yang saat ini sedang mencari pekerjaan, mengaku tertarik mengikuti pemeriksaan untuk mengetahui kondisi tekanan darah dan kadar gula darahnya.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan di sejumlah fasilitas terkadang membutuhkan biaya. Karena itu, layanan gratis yang tersedia di tengah kegiatan job fair menjadi kesempatan yang bermanfaat.

“Pelaksanaan layanan pemeriksaan kesehatan gratis ini cukup membantu dan bagus karena gratis dan bisa diakses oleh teman-teman yang hadir dalam Kalijaga Job Fair,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan, Febrina memperoleh informasi mengenai kondisi giginya yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Ia juga mendapatkan penjelasan dokter umum mengenai tekanan darahnya yang berada di atas kondisi normal, disertai arahan untuk lebih memperhatikan pola hidup dan menjaga kesehatan.

Pengalaman tersebut membuatnya semakin menyadari pentingnya pemeriksaan kesehatan dan mendorongnya melakukan tindak lanjut, khususnya terkait kesehatan gigi.

Febrina berharap layanan CKG dapat diperluas dan dihadirkan dalam berbagai kegiatan lain yang diselenggarakan UIN Sunan Kalijaga. Dengan demikian, manfaat pemeriksaan kesehatan gratis dapat menjangkau lebih banyak orang, termasuk masyarakat dari luar lingkungan kampus.

Apresiasi serupa disampaikan Khoirunisa, alumni UIN Sunan Kalijaga tahun 2026. Ia memanfaatkan layanan CKG untuk mengetahui kondisi tekanan darah dan gula darah, terutama karena merasa pola hidupnya belum sepenuhnya sehat.

“Saya merasa layanan kesehatan ini sangat membantu dan bermanfaat, terutama bagi mahasiswa. Tenaga kesehatannya juga ramah sehingga peserta tidak tegang ketika diberi pertanyaan,” ujarnya.

Khoirunisa menilai pemeriksaan tersebut memberikan informasi yang jelas sekaligus arahan praktis untuk menjaga kesehatan setelah kegiatan berakhir. Baginya, CKG menjadi kesempatan untuk lebih mengenali kondisi tubuh dan meningkatkan perhatian terhadap kesehatan secara berkala.

Melalui layanan CKG, Klinik Pratama UIN Sunan Kalijaga memperkuat kontribusinya dalam mendukung program kesehatan nasional sekaligus menumbuhkan budaya preventif di lingkungan kampus. Kehadiran layanan kesehatan di tengah Kalijaga Job Fair 2026 menunjukkan bahwa dukungan UIN Sunan Kalijaga terhadap mahasiswa dan alumni tidak hanya berkaitan dengan kesiapan memasuki dunia kerja, tetapi juga kepedulian terhadap kesehatan sebagai modal penting untuk menjalani kehidupan yang produktif dan berkualitas.(humassk)