1002572474.jpg

Jumat, 23 Oktober 2026 08:06:00 WIB

0

Duta Kampus UIN Sunan Kalijaga 2026: Merawat Keberagaman, Menumbuhkan Kolaborasi

Setiap mahasiswa memiliki cara tersendiri untuk mengenali potensinya, menyampaikan gagasan, dan mengambil peran dalam kehidupan kampus. Ketika potensi-potensi itu dipertemukan dalam satu ruang, keberagaman tidak hanya menjadi gambaran kehidupan akademik, tetapi juga membuka peluang untuk saling belajar, berkolaborasi, dan melahirkan inovasi.


Semangat tersebut mewarnai Grand Final Pemilihan Duta Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2026 yang digelar di Convention Hall lantai 1 kampus setempat, Kamis (22/10/2026). Mengusung tema “Otentik dalam Harmoni, Berdaya untuk Inovasi”, ajang ini menjadi ruang bagi mahasiswa lintas fakultas untuk menunjukkan kapasitas diri sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membawa nilai-nilai kampus ke tengah masyarakat.

Sebanyak 20 finalis terpilih dari lebih dari 100 pendaftar setelah melewati rangkaian seleksi berjenjang, mulai dari seleksi berkas, tes tulis, wawancara, hingga semifinal. Sejak September, mereka menjalani karantina dan pembinaan yang mencakup pengembangan kapasitas, penampilan bakat (talent show), serta berbagai persiapan menjelang malam puncak. Penilaian telah berlangsung sejak masa karantina dan menjadi bagian dari proses yang mengantarkan para finalis ke tahap grand final.

Ketua Pelaksana, Agustin Simamora, mengatakan bahwa tema yang diangkat tahun ini membawa harapan agar para finalis mampu menunjukkan jati diri, menghargai perbedaan, membangun kolaborasi, dan menghadirkan inovasi yang bermanfaat.

Grand final menjadi puncak dari proses panjang yang telah dijalani para finalis. Hasil penilaian selama rangkaian kegiatan, termasuk masa karantina dan pembinaan, menjadi dasar untuk menentukan lima besar putra dan lima besar putri yang melanjutkan kompetisi.

Memasuki babak lima besar, para finalis menghadapi tantangan menyampaikan pidato selama satu menit. Dalam waktu yang terbatas, mereka harus mampu merumuskan gagasan secara padat, menyampaikan pesan dengan jelas, dan menunjukkan kemampuan komunikasi di hadapan dewan juri.

Penampilan dalam menyampaikan speech omo kemudian menjadi dasar penilaian untuk mengerucutkan persaingan menjadi tiga besar putra dan tiga besar putri. Keenam finalis tersebut melanjutkan kompetisi ke tahap berikutnya, yakni menjawab pertanyaan dewan juri melalui mekanisme undian.

Pada tahap ini, finalis dituntut memahami pertanyaan, menyusun pemikiran, dan menyampaikan jawaban secara terarah. Kemampuan merespons pertanyaan secara langsung menjadi bagian penting dalam menentukan hasil akhir kompetisi.

Dewan juri terdiri atas Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan; Sekretaris Satuan Pengawas Internal sekaligus bagian dari tim Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) UIN Sunan Kalijaga, Syafullahi Maslul; Duta Genre Indonesia 2023 Yosefita Ramadhani; serta Dimas Terpilih DIY 2025 Akbar Bayu Laksono.

Rangkaian penilaian tersebut mengantarkan Rafa Wahdana Arrais dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam sebagai winner putra serta Salsabila Aldafuadiyah dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi sebagai winner putri Duta Kampus UIN Sunan Kalijaga 2026.

Adapun Predikat Runner-up 1 diraih Muhammad Fatkhi Hidayatillah dari Fakultas Adab dan Ilmu Budaya serta Fayza Atmaja Putri dari Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora. Posisi Runner-up 2 ditempati Aby Anchecha dari Fakultas Sains dan Teknologi serta Qotrunnada Salsabila dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Sementara itu, Damar Haizani Nafis dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi bersama Najma Ulya Izzatunnisa’ dari Fakultas Syariah dan Hukum meraih Runner-up 3. Posisi lainnya adalah Runner-up 4 diraih Ibnu Haqqy dari Fakultas Adab dan Ilmu Budaya serta Nisma Tandayu dari Fakultas Sains dan Teknologi.

Sejumlah finalis juga mendapatkn penghargaan lainnya. Farrel Tri Hanura dari Fakultas Syariah dan Hukum serta Tazkiatul Luthfiah Al Andawy dari Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam menerima penghargaan Duta Berbakat. Penghargaan Duta Keterbukaan Informasi Publik diberikan kepada Muh. Nur. Fathir dari Fakultas Adab dan Ilmu Budaya serta Heviana Dhita Novtalia Putri dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Penghargaan Duta Sosial diraih Muhammad Irsyad Qolbie dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam serta Aqsha Fallaqbe Nindar Kusworo dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Ahmad Fahmi Saddad dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan bersama Bunga Syafa Kamila dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi memperoleh penghargaan Duta Intelegensia. Adapun Duta Favorit diberikan kepada Muhammad Nasrun Syahputra dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi serta Rania Rahma Humaira dari Fakultas Sains dan Teknologi.

Di balik hasil akhir kompetisi, terdapat perjalanan 20 finalis yang telah melewati proses seleksi, karantina, dan pembinaan. Predikat winner, runner-up, serta penghargaan atribut menjadi bentuk apresiasi atas pencapaian tertentu, tetapi tidak mengubah kedudukan seluruh finalis sebagai Duta Kampus yang memiliki tanggung jawab bersama.

Mereka berasal dari berbagai fakultas dengan latar belakang keilmuan, pengalaman, dan potensi yang berbeda. Keragaman tersebut menjadi modal untuk membangun kolaborasi dan memperluas kontribusi mahasiswa, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.

Tema “Otentik dalam Harmoni, Berdaya untuk Inovasi” mengajak mahasiswa mengenali jati diri sekaligus terbuka terhadap perspektif orang lain. Menjadi autentik berarti memahami potensi yang dimiliki, sedangkan membangun harmoni berarti menghargai perbedaan dan menjadikannya ruang untuk saling melengkapi.

Tanggung jawab itu tidak berhenti pada penampilan di panggung atau predikat yang diperoleh. Lebih dari itu, menjadi Duta Kampus menuntut konsistensi dalam menjaga integritas, menghargai keberagaman, dan menerjemahkan gagasan menjadi kontribusi nyata.

Grand Final Pemilihan Duta Kampus UIN Sunan Kalijaga 2026 menjadi penutup rangkaian kompetisi sekaligus awal perjalanan baru bagi seluruh finalis. Pengalaman selama seleksi, karantina, pembinaan, dan penilaian diharapkan menjadi bekal untuk terus bertumbuh dan berkolaborasi.

Pada akhirnya, keberagaman bukan sekadar tentang hadirnya mahasiswa dengan potensi yang berbeda. Keberagaman menjadi kekuatan ketika setiap potensi memperoleh ruang untuk berkembang dan setiap individu bersedia mengambil bagian dalam tujuan bersama. Dari 20 finalis inilah semangat tersebut diharapkan terus tumbuh, merawat identitas kampus, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.