Penguasaan materi, ketepatan strategi, dan ketangguhan mental menjadi bekal utama Kontingen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk meraih prestasi terbaik pada OASE III PTKIN 2026. Kesiapan tersebut diperkuat agar mahasiswa mampu menghadapi persaingan dalam kompetisi agama, sains, dan riset antar-PTKIN se-Indonesia.
Untuk mematangkan bekal tersebut, UIN Sunan Kalijaga mempertemukan seluruh anggota kontingen dalam kegiatan “Pemantapan Kompetensi dan Strategi Kompetisi Kontingen OASE III PTKIN Se-Indonesia Tahun 2026” di Yogyakarta, Jumat–Sabtu (30–31/10/2026). Selama dua hari, para peserta mendapatkan penguatan materi, strategi kompetisi, serta persiapan fisik dan mental menjelang pertandingan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Abdur Rozaki. Dalam arahannya yang interaktif dan penuh semangat, beliau mengapresiasi kerja keras seluruh tim kemahasiswaan, para dosen pembimbing, hingga kontribusi aktif para mahasiswa yang tak kenal lelah mengawal persiapan kontingen.
Prof. Rozaki menegaskan bahwa keikutsertaan dalam ajang OASE III PTKIN bukan sekadar kompetisi individu, melainkan representasi sebuah tim besar yang membawa nama baik institusi.
"Kalian semua hadir bukan sebagai atlet yang terisolasi secara mandiri, tetapi hadir sebagai satu tim wakil UIN Sunan Kalijaga. Karena itu, penting sekali membangun chemistry, menjaga kekompakan, dan saling mendukung satu sama lain," pesannya di hadapan para peserta.
Sebagai tuan rumah penyelenggaraan OASE III PTKIN tahun ini, ia juga mengingatkan kembali rekam jejak gemilang kontingen pada perhelatan sebelumnya di Aceh (peringkat kedua) dan Jakarta (peringkat pertama), di mana UIN Sunan Kalijaga selalu diperhitungkan di jajaran papan atas nasional.
"Tahun ini kita menjadi tuan rumah. Karena itu, mari kita pasang target terbaik untuk meraih Juara Umum, tentu dengan cara-cara yang penuh integritas dan sportif," tegasnya, sembari menekankan pentingnya disiplin tinggi, etika, serta kepemimpinan yang kuat (strong leadership) dalam mengarungi kompetisi.
Dukungan serupa turut disampaikan oleh Kepala Biro AAKK UIN Sunan Kalijaga, Dr. Muhammad Lutfi Hamid, M.Ag. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa bangga yang mendalam kepada seluruh mahasiswa yang telah berhasil lolos seleksi ketat untuk mewakili universitas di tingkat nasional.
"Saya merasa merinding dan bangga melihat potensi luar biasa teman-teman sekalian. Saat ini kampus menyediakan begitu banyak wadah, mulai dari ajang budaya, olimpiade sains, hingga seni yang mengasah talenta hebat mahasiswa UIN Sunan Kalijaga," ujarnya.
Lebih lanjut, Kepala Biro AAKK menekankan bahwa keikutsertaan dalam OASE III PTKIN adalah sebuah proses penting untuk mempertajam mimpi dan mematangkan langkah masa depan.
"Kompetisi ini adalah wadah untuk menggosok dan menggembleng talenta yang kalian miliki. Soal menjadi juara itu bagian dari proses, tetapi keberanian kalian berdiri di sini sebagai seorang champion sudah sangat luar biasa. Tancapkan mimpi kalian untuk menjadi orang besar di masa depan," tambahnya.
Selama dua hari tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan pemantapan materi dan pembacaan peta persaingan dari para pembimbing cabang lomba, tetapi juga diajak membangun kebersamaan dan kekuatan spiritual. Sebagai wujud ikhtiar batin memohon kelancaran serta keberkahan dari Allah SWT, rangkaian acara disempurnakan dengan kegiatan doa dan istighosah bersama yang dipimpin langsung oleh Wakil Dekan III Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Dr. Muhsin.
Bagi UIN Sunan Kalijaga, OASE III menjadi ruang untuk mempertemukan keunggulan akademik dengan ketangguhan karakter mahasiswa. Penguasaan ilmu, kejernihan strategi, dan kekuatan spiritual menjadi bekal untuk memperjuangkan prestasi sekaligus mematangkan kemampuan menghadapi tantangan. Melalui arena kompetisi ini, UIN Sunan Kalijaga mendorong mahasiswa tumbuh menjadi pribadi yang berani menguji gagasan, mampu bekerja sama, serta menjadikan integritas sebagai landasan dalam meraih prestasi.(humassk)