WhatsApp Image 2026-11-02 at 17.15.11(1).jpeg

Senin, 02 November 2026 13:11:00 WIB

0

Melampaui Medali OASE III, UIN Sunan Kalijaga Dorong Riset Mahasiswa PTKIN Berdampak bagi Masyarakat

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mendorong penyelenggaraan Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III PTKIN 2026 menjadi pijakan bagi pengembangan riset mahasiswa yang bermanfaat bagi masyarakat. Ajang yang berlangsung pada 3–7 November 2026 ini membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk mempertemukan prestasi, pendampingan ilmiah, dan peluang kolaborasi.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi Hasan, menjelaskan bahwa hasil kompetisi dapat menjadi bahan bagi kampus untuk memetakan penelitian mahasiswa yang berpotensi dilanjutkan. Melalui pemetaan tersebut, karya mahasiswa dapat memperoleh dukungan sesuai dengan tahap perkembangan dan kebutuhan penelitiannya.

Pendampingan itu mencakup penguatan data, pengujian lanjutan, penyempurnaan prototipe, hingga penjajakan mitra penelitian. Dengan dukungan yang sesuai, gagasan yang tumbuh di arena kompetisi memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang menjadi pengetahuan maupun teknologi yang berguna.

Perlu diketahui bahwa OASE III 2026 yang digelar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta akan mempertemukan 497 finalis dari 54 perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN).

Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga sebelumnya telah menekankan orientasi tersebut dalam rapat koordinasi persiapan OASE III. Prestasi mahasiswa diharapkan tumbuh seiring dengan kemampuan mereka menghadirkan kontribusi bagi masyarakat.

“Ini bukan sekadar lomba, melainkan bagaimana langkah dan inovasi mahasiswa dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi Indonesia,” tegasnya.

Ruang pertukaran gagasan itu diperluas melalui ekspo inovasi yang melibatkan 34 PTKIN di Halaman Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. Ekspo dijadwalkan dibuka pada 4 November 2026 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

Melalui ekspo, mahasiswa dapat memperkenalkan hasil penelitian sekaligus memperoleh masukan untuk pengembangannya. Dosen dan perguruan tinggi juga berkesempatan mengenali potensi kerja sama, termasuk pemanfaatan keahlian dan fasilitas penelitian secara kolaboratif.

Interaksi tersebut diharapkan melahirkan tindak lanjut yang konkret setelah kegiatan selesai. Pertemuan di arena OASE dapat menjadi awal bagi pendampingan, penelitian bersama, maupun pengembangan karya mahasiswa lintas perguruan tinggi.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Sahiron, menekankan pentingnya kesinambungan pembinaan agar capaian mahasiswa terus berkembang setelah kompetisi.

“Medali merupakan pengakuan atas capaian mahasiswa. Tugas perguruan tinggi berikutnya adalah melihat karya mana yang layak dikembangkan, pengujian apa yang masih diperlukan, dan dukungan apa yang dibutuhkan agar penelitian itu terus bergerak,” ujarnya.

Prof. Sahiron menuturkan, kemampuan PTKIN dalam sains dan teknologi akan semakin kuat ketika penelitian mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat. Bidang kesehatan, pangan, energi, dan lingkungan menyediakan ruang luas bagi kontribusi tersebut.

“Keunggulan kampus Islam harus terasa dalam mutu ilmu dan manfaatnya. Kita ingin mahasiswa mampu menghasilkan penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan sekaligus peka terhadap kebutuhan masyarakat,” lanjutnya.

Orientasi itu sejalan dengan cabang riset OASE III yang mencakup nanoteknologi dan kesehatan, teknologi produk halal dan ketahanan pangan, pengelolaan limbah dan lingkungan hidup, serta konservasi energi untuk kampus hijau. Bidang-bidang tersebut memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan pengembangan ilmu dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari.

Prof. Sahiron menilai, setiap karya memerlukan tindak lanjut sesuai dengan kebutuhan ilmiahnya.

“Setiap karya membutuhkan tindak lanjut yang sesuai. Ada yang perlu memperkuat data, mengulang pengujian, menyempurnakan prototipe, atau mencari mitra penelitian. Pendampingan harus mengikuti kebutuhan ilmiahnya,” katanya.

Pada bidang kesehatan dan pangan, misalnya, pengujian lanjutan menjadi bagian penting untuk memastikan manfaat, keamanan, dan kesesuaian penggunaan hasil penelitian. Tahapan tersebut memperkuat landasan ilmiah agar karya mahasiswa dapat dikembangkan secara bertanggung jawab.

Bagi UIN Sunan Kalijaga, OASE III menjadi kesempatan untuk menumbuhkan ekosistem yang menghubungkan semangat berprestasi dengan ketekunan mengembangkan ilmu. Medali memberi pengakuan atas capaian mahasiswa, tetapi pendampingan dan kolaborasi sesudahnya membuka jalan agar capaian itu menjangkau masyarakat.(humassk)