Pengembangan perguruan tinggi menemukan maknanya ketika kemajuan akademik membuka lebih banyak kesempatan belajar dan menghasilkan pengetahuan yang berguna bagi masyarakat. Arah itu yang mengemuka dalam Media Gathering UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin (2/11/2026), ketika jajaran pimpinan kampus memaparkan capaian sekaligus agenda pengembangan universitas kepada insan pers.
Diselenggarakan Humas pada Biro Administrasi Umum dan Keuangan UIN Sunan Kalijaga di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung Pusat Administrasi Universitas (PAU), pertemuan tersebut dihadiri wartawan lebih dari 30 media arus utama, Rektor, jajaran Wakil Rektor, Kepala Biro, serta para Dekan. Forum ini membuka ruang dialog mengenai arah pengembangan keilmuan, mutu pembelajaran, hingga keberlanjutan pembangunan kampus.
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, menyampaikan bahwa perluasan bidang keilmuan diarahkan untuk merespons kebutuhan masyarakat dan pembangunan nasional. Salah satu langkahnya adalah pengembangan pendidikan kedokteran dan kesehatan, yang melanjutkan proses perluasan mandat keilmuan sejak perubahan status menjadi universitas pada 2004.
Prof Noorhaidi juga menuturkan, UIN Sunan Kalijaga tengah mengembangkan tiga program studi bidang kesehatan untuk melengkapi dua program studi dalam rumpun kedokteran. Penataan kelembagaan menjadi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan masih menunggu proses di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, sementara program studi kesehatan berproses menuju penerbitan surat keputusan.
Pengembangan juga menjangkau bidang Arsitektur, melengkapi keilmuan Teknik Industri, Informatika, hukum, sosial, dan humaniora. Melalui perluasan tersebut, UIN Sunan Kalijaga membangun ruang perjumpaan antardisiplin dengan tetap bertumpu pada fondasi keilmuan dan nilai yang telah tumbuh di lingkungan kampus.
Perluasan keilmuan berjalan beriringan dengan penguatan mutu dan rekognisi internasional. Dalam paparannya, Rektor menyebut capaian UIN Sunan Kalijaga pada kelompok peringkat 801–1000 dunia dan posisi kedua nasional dalam Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027. Rekognisi tersebut diperkuat dengan posisi ke-37 dunia pada QS World University Rankings by Subject bidang Theology, Divinity and Religious Studies serta peringkat ketujuh dunia bidang Religious Studies dalam pemeringkatan SCImago.
Menurutnya, berbagai capaian tersebut merupakan buah dari kerja akademik yang terus dibangun, terutama melalui penelitian yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan mendapat pengakuan global. Reputasi menjadi penguat kepercayaan publik sekaligus dorongan untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperluas kolaborasi, dan menghadirkan manfaat riset bagi masyarakat.
Rektor juga menyampaikan bahwa UIN Sunan Kalijaga menempatkan mahasiswa sebagai subjek utama melalui peningkatan fasilitas perkuliahan, dukungan KIP Kuliah, serta pembinaan berkelanjutan.
Komitmen terhadap kampus inklusif juga diwujudkan melalui perhatian pada ruang yang aman bagi semua. Ia menyebut keberadaan dosen beragama Katolik, Protestan, dan Hindu sebagai bagian dari keterbukaan yang telah lama tumbuh dan dibangun oleh para pendahulu UIN Sunan Kalijaga.
Sementara itu, di Pajangan, Kabupaten Bantul, pengembangan kawasan mengusung konsep forest campus. Pembangunan akses jalan sedang berlangsung, sementara pembangunan dua gedung direncanakan mulai pada 2027.
Dalam forum yang sama, Wakil Rektor bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Prof. Istiningsih menyampaikan ahwa pengembangan UIN Sunan Kalijaga menuju research university menempatkan riset sebagai penggerak pembelajaran sekaligus landasan pengabdian kepada masyarakat. Arah ini selaras dengan aspek yang dinilai dalam THE WUR, terutama kualitas riset dan dampaknya.
“Hasil penelitian dihadirkan sebagai bahan diskusi dalam proses pembelajaran, sehingga mahasiswa terlibat dalam mengkaji temuan dan mengembangkan pemikiran ilmiah. Dosen juga diarahkan untuk melaksanakan pengabdian berbasis riset, agar pengetahuan yang dihasilkan dapat diterapkan untuk menjawab persoalan nyata masyarakat,” katanya.
Prof. Isti juga menekankan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi fondasi penting dalam pengembangan UIN Sunan Kalijaga menuju universitas riset. Saat ini, UIN Sunan Kalijaga memiliki 103 guru besar, atau sekitar 13 persen dari total dosen. Keberadaan para guru besar tersebut menjadi modal akademik untuk meningkatkan kualitas penelitian, memperkuat pembelajaran, serta mengembangkan pengabdian yang bertumpu pada kepakaran dan kebutuhan masyarakat.
Kesempatan akademik turut diperluas melalui International Undergraduate Program (IUP), pengembangan kerja sama double degree dan joint degree, Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), serta fast track bagi mahasiswa berpotensi. Program internasional serupa juga mulai dirintis untuk jenjang magister dan doktor.
Biro Administrasi Umum dan Keuangan menambahkan bahwa pembangunan mengacu pada masterplan. Pembangunan awal Fakultas Kedokteran direncanakan dimulai pada 2027, disertai dukungan penataan jalan kabupaten dan jalan kampung oleh pemerintah daerah.
Agenda penguatan akademik juga hadir melalui kepercayaan kepada UIN Sunan Kalijaga sebagai tuan rumah Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III PTKIN 2026.
Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Prof. Dr. Abdur Rozaki menjelaskan, OASE menjadi ruang untuk memperkenalkan talenta akademik mahasiswa PTKIN dalam berbagai bidang, mulai dari teknologi dan kesehatan, ekoteologi, pengelolaan limbah, konservasi energi, hingga produk halal dan ketahanan pangan.
Kehadiran peserta, pendamping, dan kontingen juga diharapkan memberi manfaat bagi perekonomian Yogyakarta melalui kebutuhan penginapan, konsumsi, transportasi, serta aktivitas belanja.
Melalui dialog dengan insan pers, berbagai agenda tersebut ditempatkan dalam percakapan publik yang lebih luas. Berbagai hal strategis mengenai mutu pendidikan, akses mahasiswa, dan keberlanjutan lingkungan menjadi bagian dari proses pengembangan universitas. Di sanalah kemajuan UIN Sunan Kalijaga memperoleh ukuran yang semakin konkret, yakni kesempatan belajar yang terbuka, pengetahuan yang berkembang, dan manfaat yang menjangkau masyarakat.(humassk)