WhatsApp Image 2026-11-04 at 20.36.59.jpeg

Rabu, 04 November 2026 20:36:00 WIB

0

Menteri Agama Resmi Buka OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga, Perkuat Integrasi Sains, Agama, dan Riset

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi pusat perjumpaan talenta akademik Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia melalui pembukaan Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III PTKIN 2026. Dibuka secara resmi oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, kegiatan yang berlangsung pada 3–7 November 2026 di UIN Sunan Kalijaga ini menjadi momentum penguatan integrasi keilmuan, pengembangan riset, serta lahirnya generasi cendekiawan muslim yang inovatif dan berdaya saing global.


Mengusung tema “Tumbuh dan Berkembang Bersama Prestasi”, OASE III PTKIN 2026 diikuti 497 finalis terpilih dari 54 PTKIN di seluruh Indonesia. Para peserta berkompetisi dalam tiga bidang utama, yakni agama, sains, dan riset. Kehadiran ratusan talenta mahasiswa tersebut sekaligus menegaskan komitmen PTKIN dalam mengembangkan tradisi akademik yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu keagamaan, tetapi juga mendorong kemajuan sains, teknologi, dan inovasi.

Pembukaan yang berlangsung di Gedung Prof. H.M. Amin Abdullah (Multi Purpose) UIN Sunan Kalijaga diawali dengan pertunjukan tari kreasi oleh Duta Kampus UIN Sunan Kalijaga, penampilan grup musik mahasiswa, serta parade kontingen dari berbagai PTKIN. Suasana makin khidmat dengan pembacaan ikrar peserta dan juri sebagai wujud komitmen bersama untuk menjunjung tinggi sportivitas, integritas, kejujuran, dan objektivitas selama kompetisi berlangsung.


Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi Hasan, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kepercayaan Kementerian Agama RI yang menunjuk UIN Sunan Kalijaga sebagai tuan rumah penyelenggaraan OASE III PTKIN 2026. Menurutnya, kehadiran delegasi PTKIN dari berbagai daerah merupakan momentum penting untuk memperkuat jejaring akademik sekaligus mendorong lahirnya generasi mahasiswa yang unggul dan mampu memberikan kontribusi di tingkat global.

Rektor menegaskan bahwa OASE bukan semata-mata ajang untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ruang perjumpaan gagasan, pertukaran pengalaman, penguatan persahabatan, dan inspirasi antarmahasiswa PTKIN. Prestasi tidak hanya diukur dari kemenangan dalam kompetisi, tetapi juga dari proses pembelajaran dan kebermanfaatan yang dihasilkan.

Lebih lanjut, Rektor menekankan pentingnya penguatan sains, teknologi, dan riset sebagai tiga pilar utama kemajuan bangsa. Perguruan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan pengetahuan teoretis, tetapi juga melahirkan karya dan inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat. Berbagai capaian riset PTKIN yang makin mendapat pengakuan internasional menjadi bukti bahwa perguruan tinggi Islam memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan dunia.

Kepercayaan sebagai tuan rumah OASE III PTKIN 2026, lanjut Rektor, menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi UIN Sunan Kalijaga untuk menghadirkan penyelenggaraan yang berkualitas. Momentum ini diharapkan makin memperkuat kolaborasi antar-PTKIN dalam memajukan pendidikan tinggi Islam yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap tantangan zaman.


Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Amin Suyitno, mengapresiasi penyelenggaraan OASE yang terus berkembang sejak pertama kali digelar di Aceh pada masa pandemi, dilanjutkan di Jakarta pada 2023, hingga kini di Yogyakarta. Menurutnya, OASE telah menjadi wadah strategis untuk mengembangkan potensi, bakat, dan kompetensi mahasiswa PTKIN di bidang agama, sains, dan riset.

Dirjen Pendis juga menyampaikan apresiasi atas capaian UIN Sunan Kalijaga yang berhasil menempati peringkat kedua perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi lembaga pemeringkatan riset dunia. Capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa PTKIN mampu menunjukkan kualitas dan daya saing akademik di tengah persaingan perguruan tinggi nasional maupun internasional.

Ia menjelaskan bahwa OASE lahir dari semangat memperluas ruang pengembangan keilmuan di lingkungan PTKIN. Jika sebelumnya kompetisi mahasiswa tergabung dalam Pekan Ilmiah, Olahraga, dan Seni, pengembangan OASE menjadi wadah tersendiri memberikan fokus lebih besar bagi penguatan sains dan riset. Melalui ajang ini, PTKIN diharapkan mampu melahirkan generasi ilmuwan muslim modern seperti Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd, yakni cendekiawan yang menguasai ilmu agama sekaligus unggul dalam sains, teknologi, dan penelitian.

Pengembangan talenta mahasiswa melalui OASE juga sejalan dengan kebijakan nasional, antara lain Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2024 tentang Manajemen Talenta Nasional serta Peraturan Bappenas Nomor 1 Tahun 2026 mengenai desain besar riset, inovasi, dan olahraga. Dirjen Pendis turut mengapresiasi PTKIN yang terus mengembangkan keunggulan keilmuan sesuai bidang masing-masing, termasuk integrasi ilmu agama dan sains modern serta penguatan ekoteologi.

Komitmen tersebut juga tecermin melalui penyelenggaraan pameran Asta Karya Anak Bangsa yang menampilkan hasil riset dan inovasi mahasiswa, serta kegiatan bakti sosial Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga. Berbagai kegiatan pendukung ini menunjukkan bahwa OASE tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga sarana memperkenalkan kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat.


Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, dalam arahan sekaligus orasi ilmiahnya menegaskan bahwa tradisi kompetisi, pengembangan ilmu pengetahuan, dan inovasi teknologi sejatinya memiliki akar kuat dalam sejarah peradaban Islam. Rasulullah saw. telah memberikan teladan dalam menghargai kemampuan, kreativitas, dan inovasi, termasuk dalam bidang bahasa, ketangkasan, serta pengembangan teknologi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Menteri Agama, mahasiswa PTKIN perlu memahami bahwa riset dan inovasi bukan sekadar aktivitas akademik, melainkan bagian dari upaya mengembangkan potensi manusia sebagai makhluk yang dianugerahi kemampuan berpikir dan mencipta. Semangat tersebut sejalan dengan nilai Al-Khaliq, salah satu sifat Allah Swt. sebagai Maha Pencipta, yang menginspirasi manusia untuk terus berkarya dan menghadirkan kemanfaatan.

Sejarah peradaban Islam, lanjutnya, telah menunjukkan bahwa keunggulan keilmuan tidak dibatasi oleh sekat disiplin ilmu. Tokoh-tokoh seperti Imam Syafi'i, Salman Al-Farisi, Al-Kindi, dan Ibnu Al-Haytham merupakan contoh kontribusi intelektual muslim dalam berbagai bidang pengetahuan. Tradisi tersebut perlu dihidupkan kembali melalui penguatan pendidikan, penelitian, dan inovasi di lingkungan PTKIN.

Menteri Agama juga mengingatkan pentingnya menjadikan nilai agama, etika, dan moral sebagai landasan pengembangan sains dan teknologi. Menurutnya, kemajuan ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan tanggung jawab kemanusiaan agar inovasi yang dihasilkan tidak hanya menunjukkan kecanggihan intelektual, tetapi juga memberikan manfaat bagi kehidupan.

“Bangsa yang berkembang harus memajukan sains dan teknologi. Oleh sebab itu, harus ada agama yang senantiasa membimbing ilmu pengetahuan. Jadilah seorang ilmuwan yang berpengaruh dan bermanfaat untuk semua,” tegas Menteri Agama.

Ia menekankan bahwa mahasiswa PTKIN diharapkan tumbuh menjadi ilmuwan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, kesantunan, wawasan luas, dan kepedulian terhadap masyarakat. Dengan demikian, penguasaan sains dan teknologi harus senantiasa dibingkai nilai-nilai keagamaan agar mampu menghadirkan kemaslahatan bagi umat manusia.

Setelah penyampaian arahan Menteri Agama, pembukaan OASE III PTKIN 2026 dilanjutkan dengan pertunjukan drama musikal oleh Kalimasada UIN Sunan Kalijaga. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan prosesi peresmian pembukaan OASE III PTKIN 2026 serta penyerahan plakat penghargaan atas capaian pemeringkatan riset perguruan tinggi.

Melalui penyelenggaraan OASE III PTKIN 2026, UIN Sunan Kalijaga tidak hanya menjadi tuan rumah perhelatan akademik nasional, tetapi juga mengambil peran strategis dalam memperkuat kolaborasi, integrasi ilmu agama dan sains, serta pengembangan talenta unggul perguruan tinggi Islam. Semangat Tumbuh dan Berkembang Bersama Prestasi diharapkan menjadi energi bersama bagi PTKIN untuk terus melahirkan inovasi, memperluas kontribusi keilmuan, dan menghadirkan dampak nyata bagi bangsa dan peradaban dunia. (humassk)