WhatsApp Image 2026-11-04 at 20.37.01(2).jpeg

Rabu, 04 November 2026 21:23:00 WIB

0

Melalui OASE III, Menag Dorong Riset PTKIN Memperkuat Posisi Indonesia dalam Sains

Temuan mahasiswa yang hadir dalam Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III PTKIN 2026 membawa harapan besar bagi penguatan sains Indonesia. Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong agar karya-karya tersebut terus dikembangkan melampaui masa studi, menjadi kekayaan bangsa yang memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan ilmu pengetahuan dunia.

Harapan itu disampaikan Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Nasaruddin Umar dalam sesi dprstop dengan media seusai pembukaan OASE III PTKIN 2026 di Gedung Prof. Amin Abdullah, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (4/11/2026).


“Kita berharap bibit-bibit unggul yang selama ini kita persiapkan di perguruan tinggi menampilkan temuan-temuannya, yang mungkin akan lebih disempurnakan setelah menjadi alumni,” ujarnya.

Ia berharap kesinambungan pengembangan temuan tersebut dapat memperkuat posisi Indonesia dalam berbagai bidang, terutama sains dan riset. Karya mahasiswa memiliki peluang untuk tumbuh menjadi bagian dari kekayaan intelektual bangsa.

“Itu diharapkan akan menjadi kekayaan bangsa kita untuk mengorbitkan Indonesia sebagai satu bangsa yang diperhitungkan dalam berbagai bidang, terutama dalam bidang sains dan riset,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga mengaitkan pemilihan UIN Sunan Kalijaga sebagai tempat penyelenggaraan OASE III dengan capaian akademik kampus tersebut. Ia mengapresiasi keberhasilan UIN Sunan Kalijaga yang, menurutnya, menempati peringkat kedua nasional setelah Universitas Indonesia dalam pemeringkatan yang dirujuknya.

“Selamat sekali lagi kepada UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta atas prestasi yang luar biasa,” ujarnya.

Bagi Prof. Nasaruddin, capaian itu memperlihatkan kemampuan perguruan tinggi keagamaan untuk bersaing dengan perguruan tinggi lainnya. Ia berharap prestasi kampus dan hasil yang lahir melalui OASE dapat meningkatkan kepercayaan serta minat masyarakat terhadap PTKIN.

“Saya mengimbau kepada masyarakat kita, tidak perlu membedakan antara perguruan tinggi umum dan perguruan tinggi keagamaan. Ini satu bukti bahwa UIN mampu bersaing dengan siapa pun,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menag turut menekankan pentingnya hilirisasi agar hasil pengembangan ilmu pengetahuan memiliki nilai tambah. Ia mencontohkan pengolahan kelapa yang, menurutnya, dapat menghasilkan nilai lebih tinggi apabila seluruh bagiannya dimanfaatkan melalui proses hilirisasi.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah berupaya mengembangkan ekspor produk hasil pengolahan. Perguruan tinggi keagamaan diharapkan ikut mengambil peran melalui pengembangan teknologi dan riset.

“Mohon doanya, semoga UIN bisa betul-betul menampilkan diri sebagai sosok yang sangat mencerahkan bangsa,” ujarnya.

Untuk itu, Prof. Nasaruddin menyampaikan rencana untuk melibatkan perguruan tinggi agama lain di bawah Kementerian Agama dalam kegiatan serupa pada masa mendatang. Ia menyebut perguruan tinggi Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu akan memperoleh kesempatan yang sama untuk berkompetisi.

“Kita akan memperlakukan semuanya sama. Mari berlomba satu sama lain karena kita berada di bawah satu payung Kementerian Agama,” katanya.

Dari OASE III, pengembangan riset mahasiswa menjadi langkah penting agar potensi ilmiah yang tumbuh di perguruan tinggi keagamaan berlanjut menjadi karya yang memperkaya pengetahuan dan memberi manfaat bagi masyarakat.(humassk)