Pidato Pelantikan Direktur pascasarjana Periode 2021-2024

Oleh : Prof. Dr .Phil. Al Makin.S.Ag., MA

(Rektor UIN Sunan kalijaga Yogyakarta)

Rumekso ingsun laku nisto ngoyo woro,

kelawan mekak howo, howo kang dur angkoro

senajan syetan gentayangan

tansah gawe rubedo, hinggo pupusing jaman
hameteg insun nyirep geni wiso murko,

meper hardaning ponco

saben ulesing netro linambaran sih kawelasan, ingkang paring kamulyan

sang hyang jati pengeran
jiwanggo kalbu samodro pepuntoning laku

tumuju dateng Gusti dzat kanga amurbo dumadi

manunggaling kawulo Gusti

krenteg ati bakal dumadi

mukti ingsun tanpo piranti
sumebyar ing suksmo madu sarining perwito

maneko warno prodo mbangun projo

sampurno sengkolo tido mukso kolobendu nyoto sirno

tyasing roso mardiko

(Sri Nalendra Kalasebo)

Yang kita semua mulyakan para guru, para dosen pembimbing, Ketua Senat Prof. Dr. H. Siswanto Masruri, M.A., Sekretaris Senat Prof. Dr. H. Maragustam, M.A. Para Wakil Rektor 1 Prof. Dr. Iswandi Syahputra, S. Ag., M.Si., Wakil Rektor 2 Kyai Dr. Phil. Sahiron, MA., Wakil Rektor 3 Dr. Abdur Rozaki, S. Ag., M.Si. Para Dekan yang terus bekerja inovatif tanpa henti,Para Kabiro berdua,Para Kabag Semoga tetap sehat dan bahagia, jangan lupa berolahraga.

Hari ini mari kita berdoa dan bersyukur atas karunia tetap sehat dan bisa hadir dalam pelantikan Prof. Dr. H. Abdul Mustaqim, S.Ag., M.Ag. sebagai Direktur Pascasarjana yang baru UIN Sunan Kalijaga. Prof. Noorhaidi, S.Ag, MA, M.Phil., Ph.D. sudah dilantik menjadi Dekan di UIII, dan secara resmi sudah berkirim surat ke Rektor UIN Sunan Kalijaga menyerahkan ke Rektor. Segera kita bentuk panitia penjaringan dan seleksi. Panitia secara sah sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku. Pendaftar ternyata dua. Satu ternyata belum memenuhi persyaratan karena belum pernah menjabat selevel Kaprodi, Wadek atau Dekan, tidak ada dalam berkas dan berkas tidak menyertakan juga surat keterangan sehat rohani. Namun saya ucapkan terimakasih, atas pertisipasinya dan usahanya. Maafkan jika ada kekurangan panitia. Maka berkas terlengkap kita terima adalah beliau Prof. Abdul Mustaqim, selamat sekali lagi. Ini amanah baru, mari bekerjasama.

Disamping itu saya berkonsultasi kepada para sesepuh. Baik yang sependapat maupun yang berbeda pandangan. Baik yang bupatinya sama, atau beda: Bantul, Sleman, DIY. Bupatinya berbeda. Kita harus mendengar baik yang setuju atau tidak setuju. Kita juga harus mendengar yang tidak sama, tidak hanya mendengar yang sama persis kelompoknya. Itulah prinsip keragaman. Itulah prinsip ta’adul dan tawazun.

Apakah beliau sempurna, Abdul Mustaqim sempurna?

Tidak. Tidak ada yang sempurna, saya tidak sempurna. Anda semua tidak sempurna. Kalau kita tidak sempurna, untuk apa menuntut orang lain sempurna. Maka mari kita sadari, ini pilihan yang ada, bukan yang seharusnya. Ini rizki kita, bukan membayangkan yang bukan miliknya atau impian idealnya. Satu burung di tangan, jauh lebih baik 100 burung terbang di udara. Jangan lepaskan satu burung itu, nanti hilang.

Setelah berikhtiar secara hukum, bermusyawarah, berkonsultasi, dan mendengar pihak-pihak yang sama dan berbeda, saya bertawakkal. Berdoa dengan cara saya. Mencari wangsit. Hari terakhir ternyata dari segi pemberkasan begitu adanya. Saya juga bermimpi setelah berdoa. Keduanya saya kombinasikan. Pendapat-pendapat para sesepuh tentu berbeda-beda. Ini baik, sana baik, itu juga baik. Pilihan antara baik dan baik. Sekali lagi, saya pertahankan tawazun dan tawasuth. Bersikap terbuka, bersikap akomodatif, memegang prinsip agar mudah difahami dan saya berusaha konsisten, memehuhi janji saya. Saya seimbangkan komposisi agar 50: 50, agar 24 pejabat, tetap 12 dan 12. Sehingga prinsip tawazun tetap saya pegang.

Ini pertanggungjawaban saya secara sosial dan secara hukum. Saya harapkan doa. Saya harapkan kerjasama semua pihak. Dalam prinsip hadits yang sudah lama saya pelajari sejak saya masih di asrama MAPK: Riwayat Tirmizi, juga Nasai

Tinggalkan yang membuatmu ragu dan ambillah yang tidak ada keraguan. Saya kira saya tahu yang membuat saya ragu. Dan saya tahu yang membuat saya tidak ragu. Usaha, doa, diskusi dan mendegar yang setuju ataupun tidak setuju. Penting sekali mendengar banyak versi, bukan hanya versi kita.

Tidak ada yang sempurna. Semua mengandung kelemahan, semua mengandung positif. Syukuri positifnya. Coba kita atasi jika ada kelemahannya. Jangan hanya memainkan Lionel Messi dan jangan tergantung pada Christiano Ronaldo. Keduanya bintang hebat, kocekan bolanya dahsyat, larinya kencang, Gerakan tubunya lincah, meraih penghargaan Ballon d’or 6 kali dan 5 kali saling bersaing. Tetapi keduanya tidak pernah membawa team negaranya menang piala dunia. Meskipun mereka mencetak goal banyak, Ronaldo mencetak 740 goal. Sedangkan Messi mencetak 705 goal, baik untuk club maupun permainan internasional.

Kelemahan mereka adalah tidak menjadikan Portugal dan Argentina juara dunia. Meskipun Diego Armando Maradona sebagai coach-nya Messi. Jerman menumbangkan Argentina dengan goal saat extra time oleh Mario Goetze pemain cadangan pada piala dunia 2014. Tahun 2018 Portugal lolos pada ronde 18 dikalahkan Uruguway.

Menarik untuk diamati bagaimana dan siapa yang memasukkan goal pada pertandingan final piala dunia. Jerman sebagai juara dunia, mengalahkan Argentina yang ada Lionel Messi tidak pada kaki dan tendangan orang-orang tekenal seperti Close, Sweinsteiger, Mueller, Lahm, dan Boateng, tetapi pada pemain cadangan Goetze. Tidak disangka bukan. Argentina kalah pada extra time. Messi sedih menangis, mungkin itu kesempatan seumur hidup. Tidak tahu kita apakah Messi akan bermain lagi pada piala dunia lagi.

Pada team yang saya kagumi dengan strategi taka tikinya, yaitu Spanyol. Spanyol juga menang 1 lawan 0 melawan Belanda. Yang memasukkan goal bukan Xavi, Iniesta, Pedro, tapi pemain belakang Puyol. Menarik bukan, yang memasukkan bukan striker atau penyerang atau pengatur bola, tetapi pemain bertahan berambut gondrong.

Maka dalam kerja teamwork juga begitu. Kita tidak mengharapkan striker atau yang utama sebagai satu-satunya harapan. Kita harus tergantung pada strategi team, bisa jadi orang yang tidak kita sangka-sangka bisa menjadikan goal kemenangan. Maka jangan remehkan pemain belakang. Jangan remehkan pemain cadangan.

Mungkin Anda bertanya bagaimana dengan UIN Sunan Kalijaga untuk bangsa dan UIN Sunan Kalijaga untuk dunia? Bagaimana itu?

Kita akan berkerja dengan teamwork. Itu yang ada, seperti Jerman dan Spanyol. Kita berharap Goetze atau Puyol memasukkan goal. Kita harus kerjasama team, tidak mengandalkan Ronaldo dan Messi, itu tidak ada di team Jerman dan Spanyol. Kenapa mereka menang? Karena kerja team, dengan strategi yang diperhitungkan.

Saya harap sikap Prof. Mustaqim juga begitu. Siap bekerjasama, siap mendengar, siap belajar, memberi kesempatan para pencetak goal dalam level internasional yang bisa mencetak goal di Amerika, Belanda, Australia, begitu juga pencetak goal di Timur Tengah. Maka sikap rendah hati dan membuka diri, siap mendengar strategi apa yang akan diambil. Beberapa catatan dan kekhawatiran akan kita tutup dengan sikap kooperatif dan siap mendengar.

Bagi siapa saja yang akan memberi masukan ke Pascasarjana kita, baik menyumbang goal internasional atau goal nasional, silakan sumbang. Tidak hanya menunjukkan kelemahan team yang ada, dan tidak mencari Lionel Messi dan Christiano Ronaldo. Itu tidak ada. Kenyataan terbaik adalah yang kita punya, bukan yang kita impikan dan harapkan. Impian dan harapan belum nyata dan belum mewujud. Yang adalah yang kita punya. Mari maksimalkan. Siapapun boleh membawa bola dan beri kesempatan, tidak harus pemain depan, kaptainnya, atau strikernya. Semua silahkan cetak goal di Pascasarjana. Team Pascasarjana ini harus kita buat tebuka, dan nyaman bagi siapa saja yang bisa bermain untuk mencetak goal.

Begitu Prof. Mustaqim, semoga berkah.Saya akan mengambil kisah di Perjanjian Lama tokoh malaikat bernama, Lucifer, atau dalam Bahasa latinnya Luciferus. Kitab Yeyasa 14: 12

Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!

Lucifer adalah malaikat yang jatuh dari langit. Aneh kan, kenapa nama Latin muncul dalam tafsiran Perjanjian Lama, yang pada intinya dalam Bahasa Ibrani dan tentu lebih tua dari Bahasa Latin.

quomodo cecidisti de caeloluciferqui mane oriebaris corruisti in terram qui vulnerabas gentes

(versi Vulgata, Jerome abad ke 4)

Sedangkan Inggrisnya

How art thou fallen from heaven, O Lucifer, son of the morning! how art thou cut down to the ground, which didst weaken the nations!" (Versi King James).

Konon Lucifer adalah malaikat yang paling tampan dan paling sempurna. Kesempurnannya ini bahkan menjadikan dirinya paling sempurna dan bisa mengalahkan Tuhan. Maka Lucifer merasa berhak merebut tahta Tuhan, sang Pencipta. Lucifer dan pasukannya merebut tahta Tuhan, dan memberontak. Malaikat yang lain, Mikael mengalahkannya. Seperti para malaikat pada umumnya ada nama El di belakang, berarti Tuhan, El sama dalam Bahasa Arab Ilah yang diberi al, sehingga jadilah al-ilah, atau Allah. Israel, Mikael, Samael, nama-nama dengan Tuhan di belakangnya.

Makael mengalahkan Lucifer. Lucifer dihukum dijatuhkan ke bumi. Konon dalam beberapa versi, termasuk versi komik DC, dan film-film Hollywood, Lucifer menggoda Eva, Eve, atau Hawa dalam versi Islam untuk memakan buah terlarang. Lucifer menjadi ular yang mempengaruhi Hawa memakan buah khuldi itu. Apakah Lucifer menjadi ularnya, atau ular dimanipulasi Lucifer banyak perdebatan. Bahkan dalam versi film popular, Lucifer ini berselingkuh dengan Hawa. Adam sendiri punya istri pertama bernama Lilith yang diciptakan dari tanah liat, bukan dari tulang rusuk. Lilith karena tidak mengikuti Adam sepenuhnya, turun ke bumi lebih dahulu. Hawa dari tulang rusuknya, karena memakan buah terlarang juga turun ke bumi Bersama Adam. Penggodanya adalah ular, atau Lucifer.

Lucifer dalam banyak versi popular adalah penjaga neraka atau dihukum di neraka. Sempat turun ke bumi dan menggoda banyak manusia. Dia menjadi setan penjerumus dosa. Intinya, bagaimana malaikat bisa jatuh ke bumi, bahkan ke neraka, dan menjadi setan. Jadi setan asal mulanya juga malaikat. Malaikat berubah menjadi setan. Mulya menjadi nista. Bersih dan kebenaran menjadi kejahatan dan penggoda. Itulah kisah Lucifer. Kesalahan Lucifer adalah merasa dirinya ganteng, pinter, hebat, serba bisa dan unggul melebihi semua malaikat. Sehingga keangkuhan dan kesombongannya mendorongnya untuk memberontak pada Tuhan. Tuhan tidak terkalahkan, maka dia turun ke bumi dan ke neraka.

Kutipan Kitab Yeyasa:

14:12"Wah, engkau sudah jatuhdari langit, hai Bintang Timur,putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!14:13Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naikke langit, aku hendak mendirikan takhtakumengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan,jauh di sebelah utara.14:14Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan,hendak menyamai Yang Mahatinggi14:15Sebaliknya, ke dalam dunia orang matiengkau diturunkan,ke tempat yang paling dalamdi liangkubur.

Bintang fajar ini dalam tradisi Romawi diartikan sebagai Venus, planet terang pagi hari. Morningstar.

Dalam Al-Quran cerita tentang malaikat yang jatuh terkait dengan Harut dan Marut dalam Surah Al-Baqarah ayat 102 tadi, yang dikaitkan dengan Raja Sulaiman, juga mungkin Raja Solomon dalam tradisi Israel. Tentu cerita malaikat ini sangat terkait dengan mitologi Babylonia, bahkan konon kejatuhan itu bukan merujuk pada malaikat tetapi pada penguasa atau raja yang arogan, mengalahkan bangsa-bangsa dan memperbudak bangsa lain. Sehingga Tuhan menjatuhkan raja itu. Itu bisa merujuk putra raja Nebuchadnessar, yaitu Belsazzar. Bisa juga merujuk pada raja Nabonidus dan lain-lain. Malaikat atau penguasa, Lucifer jatuh karena percaya diri berlebihan, merasa paling sempurna, ganteng, hebat, pintar. Kesombongannya menjadikannya akan memberontak Tuhan, dan dikalahkan malaikat Mikael.

Maka yang kita perlukan bukan Lucifer, malaikat sempurna. Yang kita perlukan adalah teamwork, yang sama-sama mengakui kelemahan, sama-sama melihat kelebihan orang lain. Tidak ada manusia sempurna, yang ada adalah strategi dan bermain dengan baik. Bukan Lionel Messi dan Ronaldo yang tidak ada yang kita harapkan di Pascasarjana. Bukan pula Lucifer sang sempurna hampir menyamai Tuhan. Tetapi team Jerman, atau team Spanyol, yang bermain secara apik dan rapi. Beri kesempatan Puyol pemain belakang untuk membuat goal internasional dan goal nasional. Bahkan beri kesempatan Goetze pemain cadangan untuk mencetak goal internasional dan nasional. Kita terbuka, kita tidak sempurna. Mari melihat kehebatan orang lain, mari buka tangan, lapangkan dada, bersihkan hati, dan kita semua maju.

Jujur, ikhlas, siap bekerjasama. Tidak melanggar aturan, tidak sombong, dan tetap rendah hati. Itu saya harapkan dari Prof. Mustaqim.

Mugiyo den sedyo pusoko kalimosodoyekti

dadi mustiko sakjroning jiwo rogo

bejo mulyo waskito digdoyo bowo leksono

byar manjing sigro sigro
apuh sepuh wutuh tan keno iso paneluh gagah

bungah sumringah ndadar ing wayah wayah

satriyo toto sembodo wirotomo

katon sewu kartiko

ketaman wahyu kolosebo
memuji ingsun kanti suwito linuhung

segoro gondo arum

swuh rep dupo kumelun

ginulah niat ingsun hangidung sabdo kang luhur

titahin sang hyang agung
rembesing tresno tondo luhing netro roso

roso rasaning ati kadyo tirto kang suci

kawistoro jopo montro kondang dadi pepadang

palilahing sang hyang wenang
nowo dewo jawoto talisantiko bawono

prasido sidikoro ing sasono asmoro loyo

sri narendro kolosebo winisudo ing gegono

datan gingsir sewu warso

(Sri Nalendra Kalaseba)