UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang bertaraf internasional dengan mengirimkan delapan mahasiswa terbaik dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) untuk mengikuti program pertukaran mahasiswa di Prince of Songkla University (PSU), Thailand.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan universitas dalam memberikan pengalaman global dan penguatan akademik bagi mahasiswanya. Para peserta yang terpilih melalui proses seleksi ketat tersebut terdiri atas dua mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Kimia—Millari Cindi Alfinsa dan Yusri Hajjo Dwipa—serta enam mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Fisika: Dinta Rahma Diya (Fusi Plasma), Lutfi Elma Sintiya (Pendidikan Fisika), Priandina Ramadhania Istiningrum (Fisika Material), Umu Salumita Sari (Fisika Kuantum), Nadiya Afifah Afra Salsabila (Fisika Material), dan Aulia (Geofisika).
Millari dan Yusri akan mengikuti perkuliahan di PSU selama hampir satu semester serta melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat (KKN) di Yannahwittaya School, Thailand. Program ini dirancang untuk mengintegrasikan kompetensi akademik dengan kontribusi langsung kepada masyarakat lintas budaya.
Sementara itu, enam mahasiswa fisika akan menjalani program riset intensif selama empat bulan, mulai Maret hingga Juni 2025. Setiap mahasiswa akan dibimbing oleh profesor dari berbagai bidang keahlian fisika di PSU. Seleksi peserta dilakukan secara komprehensif melalui evaluasi proposal, capaian akademik, tes kemampuan bahasa Inggris, serta kesiapan untuk beradaptasi dalam lingkungan internasional.
Dekan FITK, Prof. Dr. Sigit Purnama, M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas capaian para mahasiswa tersebut. “Kolaborasi dengan Prince of Songkla University yang terus berlanjut ini memberikan dampak positif yang sangat besar. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memperluas wawasan budaya dan meningkatkan kapasitas profesional sebagai pendidik masa depan,” ujar Prof. Sigit.
Program pertukaran ini merupakan bagian dari agenda internasionalisasi UIN Sunan Kalijaga yang dirancang untuk mencetak lulusan berdaya saing global. FITK telah menunjukkan keberhasilannya secara konsisten dalam menyelenggarakan program internasional dan membuka akses mahasiswa ke jejaring akademik global.
“Kami berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama internasional dan memberikan peluang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman global,” tambah Prof. Sigit. “Harapan kami, ke depan lebih banyak lagi mahasiswa yang terlibat dalam program serupa, sehingga semakin siap menghadapi tantangan pendidikan di tingkat global.”
Selain kegiatan akademik dan penelitian, para mahasiswa juga akan mengikuti program pertukaran budaya, yang menjadi bagian penting dalam membangun kompetensi lintas budaya dan kesiapan sebagai pendidik global.
UIN Sunan Kalijaga menempatkan keberlanjutan program ini sebagai prioritas strategis, dengan rencana pengembangan cakupan dan peningkatan jumlah peserta di tahun-tahun mendatang. Kemitraan antara FITK dan PSU yang terus diperkuat menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi Indonesia.
Keterlibatan Millari, Yusri, dan keenam mahasiswa fisika tersebut menjadi cerminan keseriusan UIN Sunan Kalijaga dalam membina keunggulan akademik dan memperluas pengalaman lintas negara. Kerja sama yang telah berlangsung selama beberapa tahun ini diyakini akan terus memberikan dampak positif jangka panjang, baik bagi mahasiswa maupun komunitas akademik secara lebih luas.