Tiga perwakilan Humas UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berpartisipasi dalam kegiatan Sinkronisasi Tata Kelola Kehumasan PTKIN se-Jawa Madura Tahun 2025 yang digelar di UIN Syaikh Wasil Kediri, Kamis–Jumat (27–28/11/2025). Ketiganya yakni Pranata Humas Ahli Madya Dra. RTM. Maharani, M.M., Pranata Humas Ahli Pertama Arif Kurniyawan, S.E., dan Ira Nurhasanah, S.Hum., M.Pd.
Pertemuan ini mempertemukan para pengelola kehumasan dari PTKIN se-Jawa, Madura, dan Mataram untuk membahas isu strategis kehumasan dan memperkuat kolaborasi lintas kampus dalam menghadapi dinamika komunikasi publik yang kian kompleks.
Rektor UIN Syaikh Wasil Kediri, Prof. Dr. H. Wahidul Anam, M.Ag., dalam sambutannya, menegaskan pentingnya forum kolaboratif semacam ini, terlebih UIN Syaikh Wasil baru saja bertransformasi dari IAIN menjadi UIN pada 8 Mei 2025, serta satu-satunya perguruan tinggi negeri di Kota dan Kabupaten Kediri.
Ia juga menekankan perlunya humas difungsikan secara optimal sebagai ujung tombak pengembangan institusi. “Peran humas semakin penting dalam memastikan komunikasi publik berjalan terbuka, akurat, dan konstruktif. Melalui penyampaian informasi yang sesuai fakta dan berimbang, humas berkontribusi menjaga kepercayaan publik serta memperkuat citra institusi,” ujarnya. Pada saat yang sama, humas juga berperan menyediakan penjelasan yang jernih dan edukatif ketika muncul dinamika isu di masyarakat, sehingga dialog publik tetap sehat dan produktif.,” tambahnya, seraya membuka kegiatan ini secara resmi.
Sesi utama diisi oleh Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Thobib Al-Asyhar, melalui materi bertajuk “Menjadi Tim Humas Hebat”. Thobib menegaskan bahwa kerja kehumasan memerlukan ketangguhan, kreativitas, dan kemampuan adaptif, kompetensi yang menurutnya harus terus diasah oleh insan Humas PTKIN.
“Sehebat apa pun kinerja kampus, jika tidak dikomunikasikan dengan baik, publik tidak akan mengetahuinya,” tegasnya. Karena itu, ia mendorong para humas untuk berpikir melampaui kebiasaan, menemukan perspektif baru, dan melahirkan inovasi komunikasi.
Thobib juga menggambarkan karakter ideal seorang humas sebagai sosok yang memiliki “sembilan nyawa”, tidak terbang saat dipuji, tidak tumbang ketika dicaci, siap menerima kritik, mampu berkreasi meski dengan keterbatasan anggaran, dan tidak mudah menyerah.
“Hancurkan keterbatasan, jangan menyerah pada kekurangan. Tugas kita adalah menyampaikan pesan dengan cara yang cerdas, menghadirkan sisi kognitif, spiritual, sosial, dan emosional dalam setiap strategi komunikasi,” ujarnya menutup paparan.
Forum kemudian dipandu oleh Ketua Forum Humas PTKIN, M. Zidni Ilman El Fikri. Dalam sesi tersebut, para peserta merumuskan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain penguatan kompetensi SDM humas melalui program yang berkelanjutan, konsistensi penyelenggaraan forum-forum koordinatif, serta peningkatan kolaborasi lintas-unit untuk memperkuat narasi publik institusi. Rekomendasi ini diharapkan menjadi pijakan bersama dalam memperkuat peran kehumasan di lingkungan PTKIN.
Dalam diskusi tersebut, para peserta juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi humas di lingkungan PTKIN, mulai dari cakupan kerja yang sangat luas, kebutuhan penguasaan multidisiplin, hingga dinamika isu publik yang semakin kompleks. Tantangan ini justru menegaskan betapa strategisnya posisi humas sebagai wajah dan garda depan institusi.
Karena itu, insan humas didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri, mempertajam kecakapan komunikasi, serta memelihara spirit ketangguhan, sebagaimana pesan Karo HKP, “dipuji tidak terbang, dicaci tidak tumbang.”
Bagi Humas UIN Sunan Kalijaga, forum ini menjadi ruang penting untuk memperbarui perspektif komunikasi publik, memperluas jejaring kerja, dan memastikan bahwa narasi institusi dapat disusun dan disampaikan secara lebih strategis serta berdampak.
UIN Sunan Kalijaga menilai bahwa penguatan kapasitas humas bukan hanya kebutuhan teknis, melainkan langkah strategis untuk menjaga kredibilitas institusi, memperkuat citra publik, dan memastikan setiap capaian kampus tersampaikan secara akurat dan bermakna.(humassk)