WhatsApp Image 2026-04-01 at 15.37.26.jpeg

Rabu, 01 April 2026 16:11:00 WIB

0

Satukan Langkah Pascaramadan, UIN Sunan Kalijaga Teguhkan Integritas dan Lompatan Akademik

Momentum halal bihalal di lingkungan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun ini tidak sekadar menjadi ruang saling memaafkan pascaramadan. Di balik pertemuan civitas akademika yang berlangsung Rabu (1/4/2026) di Gedung PAU Lt 1 kampus setempat, tersimpan agenda yang lebih substansial, pembinaan dosen dan tenaga kependidikan sebagai konsolidasi nilai, penguatan integritas, dan penegasan arah transformasi kampus menuju reputasi global.

Kegiatan ini dihadiri segenap pimpinan di lingkungan UIN Sunan Kalijaga, dosen, dan tenaga kependidikan. Momentum ini terasa istimewa dengan hadirnya para rektor terdahulu, di antaranya Prof. Amin Abdullah, Prof. Musa Asy'arie, dan Prof. Al Makin, yang mempertemukan lintas generasi kepemimpinan dalam satu ruang kebersamaan. Kehadiran akademisi asal Jerman, Prof. Thomas, turut menegaskan jejaring internasional yang terus diperkuat kampus ini.


Dalam kesempatan tersebut, Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, menyampaikan bahwa ramadan sebagai fondasi etis bagi kerja akademik. Ia menegaskan bahwa praktik puasa tidak berhenti pada dimensi spiritual, tetapi membentuk karakter professional, mulai dari disiplin, kejujuran, hingga akuntabilitas yang menjadi prasyarat kemajuan institusi.

“Nilai-nilai yang kita latih selama ramadan seperti pengendalian diri, integritas, dan tanggung jawab harus menjadi energi kolektif dalam kerja akademik kita,” ujarnya.

Dalam perspektif tersebut, lanjutnya, halal bihalal dipahami bukan sebagai seremoni tahunan, melainkan titik temu lintas struktur, dimana hirarki dilebur menjadi satu kesatuan sosial yang bekerja dalam semangat kolegialitas. Rektor menekankan, kekuatan institusi tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi oleh kohesi moral di antara individu-individu di dalamnya.


Arah ini tampak sejalan dengan capaian UIN Sunan Kalijaga dalam beberapa tahun terakhir. Di bidang akademik, signifikannya peningkatan jumlah program studi berstatus unggul menjadi indikator penguatan mutu internal. Pada saat yang sama, kampus juga tengah mempersiapkan akreditasi internasional Acquin untuk 24 Prodi sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju universitas bereputasi global.

Transformasi tersebut tidak hanya berlangsung pada aspek akademik, tetapi juga infrastruktur. Setelah melalui proses panjang, Kata Prof. Noorhaidi, pengembangan kampus II di Pajangan mulai menunjukkan progres. Tahun ini, pembangunan akses jalan, jaringan listrik, hingga layanan air bersih menjadi prioritas awal, disusul rencana pembangunan gedung yang direncankan pada Tahun 2027.

Namun, wajah perubahan paling nyata tercermin pada pengakuan eksternal. Dalam berbagai pemeringkatan global, lanjut Rektor, UIN Sunan Kalijaga mencatat capaian yang kian kompetitif. Pada bidang religious studies, kampus ini menempati peringkat ketujuh dunia versi SCImago. Di tingkat nasional, kinerja bidang hukum juga menunjukkan penguatan signifikan, dengan Fakultas Syariah dan Hukum berada pada posisi lima besar nasional.

Sementara itu, dalam pemeringkatan QS World University Rankings (WUR) by Subject, bidang theology, divinity and religious studies menempatkan UIN Sunan Kalijaga pada peringkat ke-37 dunia.


“Ini menjadi bukti bahwa kita mampu berkontribusi dalam percakapan akademik global. Tetapi yang lebih penting, ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas,” katanya.

Selain aspek kelembagaan, kontribusi mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam narasi kemajuan kampus. Berbagai prestasi yang diraih menunjukkan bahwa ekosistem akademik menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga adaptif terhadap tantangan sosial.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengemangan Lembaga Prof. Dr. Istiningsih memimpin ikrar dalam Upaya meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan kualitas pengabdian bagi kemajuan universitas dan masyarakat luas.


Nada yang sama disampaikan oleh Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUK), Dr. Ali Sodiq, yang mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang konsolidasi internal untuk memperkuat sinergi antarunit. Melalui momentum ini, civitas akademika diharapkan dapat menyatukan langkah dan memperteguh komitmen bersama dalam mendukung arah pengembangan UIN Sunan Kalijaga ke depan.


Sejalan dengan semangat kebersamaan tersebut, kegiatan ini juga diwarnai dengan penyerahan cenderamata oleh Rektor kepada sejumlah pegawai yang akan menunaikan ibadah haji, diwakili oleh Dr. Isyadunnas dan Dr. Sri Wahyuni. Penyerahan ini menjadi simbol doa dan dukungan institusi, sekaligus menegaskan dimensi humanis dalam kehidupan akademik kampus.

Dengan demikian, pembinaan pegawai sekaligus halal bihalal di UIN Sunan Kalijaga tahun ini menjadi penegasan arah bagaimana nilai spiritual yang dirawat, capaian akademik yang dibangun, dan tata kelola institusi yang diperkuat, bertemu dalam satu visi besar, mewujudkan kampus yang berdampak dan semakin diperhitungkan di tingkat nasional maupun global.(humassk)