WhatsApp Image 2025-12-01 at 12.40.56.jpeg

Sabtu, 29 November 2025 12:42:00 WIB

0

Buktikan Reputasi Akademik, UIN Sunan Kalijaga Tembus Grand Final dan Raih Juara 2 Debat Hukum Nasional BAWASLU RI

Tim debat Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menegaskan tradisi prestasi mereka di panggung debat hukum nasional. Setelah meraih juara 3 pada 2022 dan juara 2 pada 2023, tahun ini UIN Sunan Kalijaga kembali mengukir pencapaian gemilang sebagai Finalis dan Juara 2 Debat Nasional BAWASLU RI 2025, sebuah ajang bergengsi bertema “Penegakan Hukum Pemilu” yang berlangsung pada 25–29 November 2025 di Mercure Hotel Ancol, Jakarta Utara.

Tiga mahasiswa UIN Sunan Kalijaga tersebut tampil mencuri perhatian dengan performa stabil, argumentasi rapi, dan stamina intelektual yang teruji. Mereka adalah Muh Zikril dan Fina Khoirunnisa (Prodi Hukum Tata Negara), serta Pinto Kaganti Afwan Halim (Prodi Ilmu Hukum), yang ketiganya juga aktif sebagai anggota Komunitas Pemerhati Konstitusi (KPK). Dari babak ke babak, ketiganya tampil tanpa gentar menghadapi kampus-kampus besar di Indonesia.

Zikril mengungkapkan, tahun ini, kompetisi BAWASLU RI diikuti oleh 311 perguruan tinggi. Dari angka tersebut, 287 regu memenuhi syarat untuk diseleksi, hingga terpilih 24 perguruan tinggi terbaik yang layak berlaga pada level nasional.

Di panggung utama itu, tim UIN Sunan Kalijaga tampil sangat gemilang. Mereka menggilas Universitas Sebelas Maret 3–0 di babak 16 besar, menghentikan langkah Universitas Diponegoro 3–2 di perempat final, dan kembali menundukkan Universitas Airlangga 3–2 di babak semifinal.

Di partai puncak, mereka menghadapi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan menutup kompetisi dengan meraih Juara 2 Nasional Debat Hukum BAWASLU RI 2025 melalui pertarungan kompetitif dengan skor 5–4.

“Menjadi juara dua di lomba debat hukum paling prestis se-Indonesia adalah hal yang tidak pernah kami bayangkan sejak awal,” tutur Muh Zikril, menggambarkan betapa panjang dan tidak mudahnya perjalanan menuju grand final.

Bagi publik yang hanya melihat hasil akhirnya, panggung final mungkin tampak gemerlap. Namun bagi ketiga delegasi ini, perjalanan menuju kemenangan dipenuhi malam-malam panjang yang nyaris tanpa jeda.

Dua bulan sebelum kompetisi, mereka telah “dipanaskan” di tingkat fakultas melalui UKM Komunitas Pemerhati Konstitusi. Dari kajian mosi, riset hukum, diskusi intensif dengan dosen dan alumni, hingga konsultasi langsung dengan BAWASLU DIY, semuanya ditempuh untuk memastikan setiap argumen memiliki fondasi data yang kuat.

Ketika dinyatakan lolos ke tingkat nasional, beban persiapan kian besar. “Ada delapan mosi yang harus dibedah dalam waktu sebulan. Di tengah agenda kuliah dan organisasi, kita menjalani rutinitas bedah mosi, simulasi debat, hingga latihan argumentasi,” kenang Zikril.

Fase terberat datang ketika babak 16 besar, perempat final, dan semifinal dilaksanakan dalam satu hari. Hanya berjarak sekitar dua jam tiap ronde, tim UIN Sunan Kalijaga dipaksa untuk “berlari” berpacu dengan waktu, konsentrasi, dan tenaga. “Kami harus mempersiapkan 3 mosi debat yang jarak antara tahapnya hanya sekitar 2 jam. Untuk sampai ke tahap final saja sudah luar biasa. Tapi kami selalu percaya bahwa hasil tidak akan menghianati usaha,” kenangnya.

Di arena debat nasional, kompetisi diikuti oleh perguruan tinggi ternama seperti UI, UNDIP, UNAND, UNAIR dan berbagai kampus besar lainnya. Di tengah atmosfer kompetitif tersebut, tim FSH UIN Sunan Kalijaga tampil memikat. Dengan performa konsisten, mereka melaju hingga grand final, menorehkan pencapaian yang membanggakan bagi kampus.

“Tidak ada yang mustahil selama setiap orang punya keyakinan dan usaha,” ungkap Zikril. Spirit ini yang terus mereka pegang ketika langkah kian berat, ketika tekanan semakin terasa, dan ketika panggung final semakin dekat.

Prestasi ini bukan hanya catatan kemenangan. Bagi FSH UIN Sunan Kalijaga, capaian tahun ini adalah bukti bahwa kampus dapat melahirkan pemimpin muda yang kritis, berani, dan berkarakter. Mereka bukan sekadar juara debat, mereka adalah wajah masa depan hukum Indonesia yang terbiasa berpikir sistematis, berbicara dengan data, serta bergerak dengan integritas.

Kemenangan ini menjadi kebanggaan bagi seluruh civitas akademika UIN Sunan Kalijaga dan menegaskan bahwa mahasiswa kampus ini memiliki kapasitas, dedikasi, dan daya saing yang kuat di tingkat nasional.

UIN Sunan Kalijaga kembali menegaskan satu pesan, bahwa kualitas tidak ditentukan oleh label kampus, tetapi oleh ketekunan, keberanian, dan keyakinan untuk terus melangkah.(humassk)