Upaya merawat bumi melalui pendekatan keilmuan lintas disiplin kembali ditunjukkan akademisi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dr. Suhadi, S.Ag., M.A., dosen Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, berhasil menembus pendanaan bergengsi MoRA The Awakened and Indonesia Research (AIR) Funds 2025 melalui riset bertema ekonomi lingkungan yang mengintegrasikan ekoteologi dan pertanian regeneratif.
Penelitian berjudul “Implementasi Eko-Teologi Pertanian: Pendekatan Holistik-Spiritualistik Inovasi Regenerative Agriculture Berbasis Rumput Gama Umami dan Chicory di Pondok Pesantren Al Imdad dan Lumbung Pangan Mataraman Guwosari, Pajangan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta” ini menjadi salah satu riset unggulan yang didanai Kementerian Agama Republik Indonesia.
Riset tersebut diketuai oleh Dr. Suhadi dan melibatkan kolaborasi lintas institusi, yakni Prof. Ir. Nafiatul Umami, S.Pt., MP., Ph.D., ASEAN Eng dari Universitas Gadjah Mada, serta empat dosen dan peneliti dari Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta. Kolaborasi ini mempertemukan kajian keislaman, sains pertanian, dan penguatan ekonomi berbasis komunitas pesantren melalui implementasi ekoteologi pertanian, yakni penerjemahan nilai-nilai ajaran agama tentang tanggung jawab manusia terhadap alam ke dalam praktik pertanian regeneratif yang berkelanjutan dan berpihak pada keseimbangan ekologi.
Dalam penelitian ini, Dr. Suhadi berperan sebagai ahli ekoteologi, bidang yang telah lama digelutinya melalui berbagai kajian dan riset sebelumnya, termasuk kolaborasi internasional dengan University of Western Australia. Perspektif ekoteologi digunakan untuk membangun kesadaran spiritual dalam pengelolaan lingkungan dan pertanian berkelanjutan.
Sementara itu, aspek pertanian regeneratif dikawal oleh Prof. Nafiatul Umami, akademisi UGM yang dikenal sebagai pemegang hak paten rumput Gama Umami serta memiliki hak pakai rumput Chicory yang dikembangkan dari Selandia Baru. Dua jenis tumbuhan ini menjadi basis utama inovasi pakan dan pengelolaan lahan dalam riset tersebut. Adapun rencana aksi lapangan dan pendampingan mitra pesantren akan dipelopori oleh empat peneliti dari UNU Yogyakarta.
Dr. Suhadi menjelaskan, bahwa penelitian ini dirancang berlangsung selama tiga tahun, mulai 2026 hingga 2028. Pada tahun pertama, fokus diarahkan pada implementasi pertanian regeneratif berbasis Gama Umami dan Chicory di wilayah Guwosari, Bantul, dengan pengelolaan pupuk organik, pengaturan jarak tanam, serta pemanfaatan biomasa hijauan pakan untuk formulasi pakan komplet kambing.
Memasuki tahun 2027, kata Dr. Suhadi, tim peneliti akan melakukan evaluasi mutu lahan dan produksi biomasa, sekaligus menilai peningkatan produksi dan kinerja ternak. “Adapun pada tahun ketiga, 2028, hasil riset akan direplikasi dan didiseminasikan ke daerah atau lokasi lain sebagai model pertanian berkelanjutan berbasis pesantren,” tambahnya.
Tidak berhenti pada luaran akademik, riset ini juga diarahkan menuju tahap hilirisasi. Dr. Suhadi menjelaskan, setelah fase penelitian selesai, program ini diharapkan memasuki tahap komersialisasi produk pakan, baik dalam skala mikro maupun makro. Rencana tersebut akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemerintah Daerah DIY, hingga anggota DPD DIY.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Rektor UIN Sunan Kalijaga serta Ketua dan seluruh staf LPPM UIN Sunan Kalijaga yang sangat suportif dalam membantu persiapan penelitian ini,” ujarnya.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan posisi UIN Sunan Kalijaga sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam yang aktif mendorong riset transformatif, bukan hanya memperkaya khazanah keilmuan, tetapi juga menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat secara nyata.(humassk)